
"Kamu mau kan Grace, kita kembali seperti dulu lagi?" Ucap Mirza.
"Maaf Za tapi dari pada aku ada yang lebih membutuhkan mu" Ucap Grace dengan melepaskan genggaman tangan Mirza.
"Siapa?" Tanya Mirza yang sedikit terlihat guratan kecewa di wajah nya.
"Calista, dia hamil anak mu kan?" Ucap Grace memberitahukan.
"Apa?" Terkejut Mirza mendengar pernyataan yang Grace kata kan malam itu.
"Iya Za jadi, tadi di kampus Calista nyamperin aku, dia marah-marah nyariin kamu, dan saat ku lihat di dalam perut nya ada janin yang masih sangat kecil.
Sejenak Mirza terdiam, pria itu seperti mengingat sesuatu, ya malam setelah kesepakatan nya untuk menculik Grace, Calista merayu Mirza dan terjadilah perbuatan yang haram itu.
"Astaga, kenapa aku bisa melupakan malam itu" Gumam Mirza dengan mengusap wajah nya kasar.
"Sudah ingat sekarang? pulang lah dan segera temui Calista, tanggung jawab dengan apa yang kalian perbuat" Ucap Grace dengan raut wajah yang datar.
"Ok, aku pamit" Ucap Mirza dengan menundukkan kepala nya.
"Hem" Sahut Grace tanpa sedikit pun gadis itu menatap kepergian sang mantan kekasih.
"Haaaaahhh... " Grace menghela nafas nya dan kemudian ia menatap Batu Permata yang ada di dalam jari manis nya.
"Arthur... bisakah kau hadir sebentar saja? Aku rindu" Ucap Grace dengan memeluk bantal guling yang ada di samping nya.
Sampai perlahan rasa kantuk menghampiri nya, gadis itu mulai terlelap dan berpindah ke alam mimpi.
Krieeeeettt...
Wuuuussssshhhh...
Jendela kamar Grace terbuka dan angin menerpa setiap tirai nya, sinar sang rembulan malam pun menerpa wajah ayu yang tengah terlelap itu.
Dari luar jendela tiba-tiba muncul bayangan hitam dengan sayap gagah nya, makhluk itu pun masuk ke dalam kamar Grace, ia menatap gadis yang tengah tertidur pulas itu.
"Tadi memanggil ku sekarang aku datang malah tidur" Ucap makhluk itu yang tak lain adalah Arthur.
Merasa sedikit kedinginan Grace tidur dengan meringkuk kan tubuh nya, Arthur yang melihat nya pun menyelimuti Grace dengan selimut tebal.
"Tidur lah dengan nyenyak" Bisik Arthur dengan mengecup kening gadis kesayangan nya.
"Loh pangeran? anda di sini?" Tanya hantu wanita yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Dia adalah tanggung jawab ku, aku yang di beri tugas untuk menjaga nya, jadi yang seharusnya bertanya itu aku, bukan kau! Sedang apa kau di sini?" Arthur membalikkan pertanyaan nya kepada hantu wanita itu.
"Ooohh begitu, jadi saya di sini membantu nona Grace membereskan rumah nya" Ucap hantu wanita itu.
"Awas kau, jika sampai terjadi sesuatu pada nya, kau dan seluruh bangsa mu, akan aku lenyap kan!" Gertak Arthur yang kemudian langsung menghilang dari hadapan hantu wanita itu.
"Astaga! berati jalan yang ku pilih sudah benar, nona Grace ini beruntung sekali, bisa mendapatkan perhatian pangeran" Gumam hantu wanita itu.
"Mulai sekarang aku srikantil akan menjadi bawahan mu" Ucap hantu wanita itu yang ternyata bernama srikantil dengan berlutut di samping ranjang Grace.
Keesokan hari nya...
Masih dengan sang mentari yang malu-malu menunjuk kan sinar nya, juga embun-embun pagi yang masih enggan menetes dari dahan-dahan dan dedaunan.
Suasana sejuk itu sudah di gunakan oleh beberapa orang untuk beraktivitas ada yang joging untuk mencari keringat dan kesehatan ada pula yang sudah buru-buru mengejar tukang sayur bahkan sudah ada yang berangkat bekerja, begitulah kesibukan di pagi hari.
Namun tidak bagi gadis cantik jelita si Gracelina Janitra ini, dia masih enggan menanggalkan selimut tebal nya, ia masih bergelut dengan kehangatan yang begitu nyaman itu.
"Nona kau tidak mau bangun? lihatlah mereka sedang asik sibuk dengan kehidupan mereka, dan para burung itu berkicau seolah menunggu mu membukakan jendela kamar mu, nona... "
"HAAAAAASSSS DIAM LAH! KAU SANGAT CEREWET!" Bentak Grace masih di balik selimut bahkan mata nya masih terpejam.
"Oh Astaga! bahkan galak nya hampir sama dengan pangeran" Gumam Srikantil dengan berdiri di samping jendela.
"Pangeran! pangeran! pangeran! dia terus yang kau sebut! Sampai bosan aku merasakan rindu ini! bahkan aku memanggil nya saja dia tidak datang!" Grace mengomel dengan menyibak kasar selimut tebal nya.
"Tapi nona, semalam dia hadir ketika nona sudah terlelap" Ucap Srikantil yang membuat Grace langsung berdiri dan melompat ke depan Srikantil.
"Benarkah?" Ucap nya dengan mata yang terbuka lebar.
"Lalu? dimana dia?" Tanya Grace.
"Mungkin dia masih ada urusan jadi dia kembali lagi ke alam nya" Sahut Srikantil dengan ekspresi yang menunjukkan kalau diri nya sedikit takut dengan respond yang akan di keluarkan oleh Grace.
"Oh... ok" Hanya itu yang terdengar dari bibir ranum itu.
Tak mau larut dalam kegundahan Grace pun segera bersiap untuk membuat sarapan, namun lagi-lagi ia dikejutkan dengan isi kulkas nya yang kosong, sedikit pun tak ada bahan yang bisa ia jadikan sarapan.
"Perasaan baru berapa hari yang lalu aku belanja" Gumam Grace dengan memastikan mata nya tidak salah lihat.
"Kok sudah kosong?" Tanyanya lagi ke pada diri nya sendiri.
"Apa mungkin... " Sedikit gadis itu curiga dengan Srikantil yang sedang membersihkan lantai rumah nya.
"Ada apa nona? kenapa menatap ku seperti itu?" Tanya Srikantil yang merasa di lirik oleh Grace.
"Tidak, tidak apa-apa, hanya saja bahan makanan ku habis" Sahut Grace.
"Oh itu, semalam saya dan teman-teman lapar jadi makan apa yang bisa di makan" Sahut Srikantil dengan senyum kikuk nya.
Sedangkan Grace menepuk kening nya ketika ia melihat di tempat cuci piring ada banyak sampah yang tidak di buang pada tempat nya.
"Kalian!" Teriak Grace dengan menahan emosi.
Semua makhluk pun langsung berkumpul setelah mendengar teriakan Grace.
"Kalian! apa ini?!" Geram gadis itu dengan menunjuk wastafel yang sangat berantakan itu.
Spontan semua makhluk yang hadir itu langsung menundukkan kepala nya.
"Bersih kan sekarang juga!" Teriak Grace yang segera berlalu dari dapur nya, gadis itu terlihat berjalan keluar dari gerbang depan rumah nya tanpa sepengetahuan Grace, Srikantil mengikuti nya namun gadis itu terus melangkahkan kaki nya menghampiri seorang penjual lontong balap.
"Pak lontong nya satu porsi ya, di makan disini" Ucap Grace dengan sopan ketika ia sudah tiba di depan penjual lontong balap itu.
"Iya neng tunggu ya" Ucap si penjual.
Ketika Grace tengah asik menunggu pesanan nya, tiba-tiba datang dua orang preman yang seperti nya meminta jatah sarapan gratis kepada setiap penjual yang buka lapak di sana.
Sedikit terganggu karena mereka datang dengan sangat berisik Grace pun menggebrak meja yang ada di hadapan nya.
BRAK!!
Gadis itu berdiri dari duduk nya dan semua preman itu menoleh ke arah nya.
"Apa yang kau lakukan nona? kau tidak terima?" Tanya seorang preman dengan berjalan mendekati Grace. Namun dengan cepat salah satu preman itu menarik lengan teman nya.
"Jon jangan jon dia bukan gadis biasa" Ucap salah satu preman mengingatkan Joni yang hendak mendekati Grace.
Namun Joni tak menghiraukan nya ia terus saja berjalan ke arah Grace.
"Kau tidak terima?!" Preman tampan dengan jambang tipis itu bertanya dengan tatapan tidak bersahabat nya kepada Grace.
"Nona, nona maaf dia tidak tau apa-apa, maaf kan dia, dia... "
"Kau ini kenapa Jack? Tidak biasa nya kau seperti ini? Atau karena dia cantik? jadi kau pandang bulu? iya? cih... pecundang!" Sela Joni sebelum Jack menyelesaikan ucapan nya.
"Dia bukan gadis sembarangan Jon!" Bisik nya dan itu di dengar samar-samar oleh Grace.
"Aku hanya ingin sarapan dengan tenang, jadi, tolong kalian jangan berisik!" Ucap Grace dengan ekspresi datar nya.
"Kau pikir kita harus menuruti kemauan mu?!" Ucap Joni dengan menunjuk Grace dengan jari telunjuk nya.
Spontan Grace menatap tajam ke dalam mata Joni, "Turunkan jari mu!" Tegas Grace masih dengan tatapan elang nya.
"Cih, memang nya kenapa kalau aku tidak mau?" Sahut Joni dengan membalas tatapan tajam Grace, kedua netra itu bertemu dan saling tatap satu sama lain dan di sana Srikantil yang tidak terima nona muda nya bertatap-tatapan dengan laki-laki lain pun segera melempar garam ke arah mata Joni.
PYUK!!
"Aaarrggghhh!! apa ini?!" Teriak Joni dengan memejamkan mata nya.
"Nahkan lo kena batu nya Jon, gue kan udah bilang, tempo hari aja gue pernah di buat terbang sama tu cewek" Cerocos Jack.
Sedangkan Grace melihat ke arah Srikantil dengan menggelengkan pelan kepala nya, dan kembali Grace duduk saat si penjual lontong memberikan seporsi lontong balap.
"Pak lontong balap nya dua porsi lagi ya?" Ucap Grace.
"Iya neng siap" Dengan cepat dan cekatan penjual itu segera membuatkan pesanan itu.
"Duduk lah" Ucap Grace kepada dua preman itu.
"Maaf nona, mohon ampun, kami tidak akan mengganggu mu lagi!" Ucap Jack yang saat itu masih berdiri, sedangkan Joni masih sibuk mengucek mata nya yang pedih seperti kelilipan.
"Duduk ku bilang!" Ucap Grace dengan sedikit bentak kan. Spontan kedua preman itu pun langsung menghempaskan pantat nya di kursi kayu yang tersedia.
"Kemari kan wajah mu!" Ucap Grace dengan mengulurkan tangan nya, namun Jack masih takut dengan Grace.
"Nona ku mohon, dia itu teman ku satu-satu nya, jangan kau habisi dia" Ucap Jack dengan memegang erat bahu Joni.
"Cepat lah!" Ucap Grace dan refleks Joni langsung memajukan wajah nya, Grace pun menutup wajah Joni menggunakan tangan kanan nya yang dimana tertanam batu permata Blue Black itu.
Sinar biru kehitaman itu keluar dari jari manis Grace dan perlahan mata Joni pun tidak lagi terasa perih.
Grace pun menarik kembali tangan nya, dan melanjutkan sarapan nya yang tertunda.
Joni membuka mata nya dan ia melihat sekitar nya dengan jelas, lalu ia menatap Grace yang cantik tengah menikmati lontong balap.
"Nona ini dua porsi lontong nya" Si penjual lontong memberikan pesanan Grace.
"Berikan kepada mereka pak" Ucap Grace, dan si penjual pun meletakkan lontong balap itu di hadapan Joni dan Jack.
"Makan lah!" Ucap Grace.
Kedua preman itu merasa kikuk dan malu tapi aroma dari lontong balap yang masih mengebul itu tak mampu di tolak nya.
Mereka pun sarapan bersama dan ketika Grace selesai, gadis itu kembali menuju rumah besar bak istana itu dengan Joni dan Jack yang mengikuti nya dari belakang.
Sesampai nya Grace di depan pintu gerbang rumah, gadis itu merasa ada yang mengikuti nya Grace pun berhenti dan berbalik menatap kedua preman yang terciduk itu.
"Kenapa? masih lapar?" Tanya Grace dengan ketus.
"Asal kalian tau! mereka semua melihat kalian dengan tatapan tidak suka, jika kalian mau macam-macam pada ku, mereka akan menghantui kalian!" Ucap Grace dengan menunjuk makhluk tak kasat mata yang sudah berdiri di depan rumah Grace tentu nya setelah pekerjaan mereka selesai, sengaja para makhluk itu menunggu kepulangan Grace.
"Mereka?" Tanya Joni yang masih tak mengerti.
"Tunjukkan wujud kalian!" Perintah Grace kepada para makhluk halus itu. Dan mereka semua menunjukkan wujud nya yang mana membuat Joni dan Jack bergidik ngeri.
"Jo... jo... jon kabuuuurrr.... " Ucap Jack tergagap dengan suara yang melemah, dan kemudian kedua nya pingsan karena melihat begitu banyak makhluk menyeramkan di sana
"Oh ya ampun" Ucap Grace menepuk dahi nya...
Jangan lupa dukung Anggi Marlinda, klik like, berikan Vote dan juga komentar kalian see you...