The Guard

The Guard
(TG2)Syaqila



Malam itu terlihat di dalam sebuah unit perumahan elit sepasang suami istri tengah asik menyantap makanan nya.


"Sayang makan yang banyak, biar nanti ada tenaga!" Bisik sang suami yang tak lain adalah Jerik.


Hanya senyum manis yang di dapati nya sebelum ia kembali mendengar jawaban dari istri tercintanya ya itu Ayu.


"Oh iya Yank, aku harus nya dua hari yang lalu datang bulan loh" Ucap Ayu dengan ke antusiasan nya.


"Terus sekarang belum? Ya bagus sih malam ini kita bisa main lagi" Sahut Jerik dengan candaan nya.


"Iiiiihh bukan itu!" Kesal Ayu yang serius dan hanya di tanggapi oleh Jerik dengan tawa nya.


"Terus apa dong?" Tanya Jerik dengan mengusap pipi Ayu yang menggembung karena berisi makanan.


"Kalau aku hamil gimana?" Pertanyaan Ayu kini membuat Jerik teringat dengan kehamilan kakak ipar nya yang tumbuh begitu cepat.


"Pagi nanti kita tes ya!" Tanpa basa-basi Jerik segera berdiri dari duduk nya dan melangkah menuju meja kerja nya, dari sana suami siaga itu membawa sebuah alat tes kehamilan. Ayu menerima nya kemudian mereka melanjutkan aktivitas malam nya.


Pagi hari...


Ayu yang terburu-buru karena ada rapat antara guru play group itu pun sudah berangkat pagi-pagi sekali sebelum Jerik bangun.


📥 Sayang, aku berangkat duluan, nanti hasil tes aku kirim ke rumah, see you sayang tampan nya akooh muach 😘


Begitulah isi pesan singkat yang masuk ke dalam ponsel Jerik.


...🍒🍒🍒🍒...


Potongan ingatan Jerik tentang kejadian semalam membuat nya meraih test pack itu dari tangan Grace atau kakak iparnya.


Dibolak balik di lihat nya dengan teliti dan benar di bagian belakang ada nama Ayu yang sengaja Ayu tulis saat hendak mengirimkan nya ke rumah.


"Benar kak ini milik Ayu, bukan milik Syaqila" Ujar Jerik yang membuat semua nya berhembus lega.


Sementara semua turun ke lantai bawah, Gresta masih menetap di kamar Syaqila, pangeran tampan itu duduk di sisi ranjang kekasihnya, di belai nya rambut lembut yang kecoklatan itu.


Dikecup nya kening Syaqila dengan sangat lembut namun terkejut Gresta ketika tiba-tiba Syaqila menarik kerah baju nya dan kemudian membanting nya ke sisi ranjang yang kosong di sebelah nya.


"Sya?" Gresta mengerutkan kening nya.


"Aku rindu!" Lirih Syaqila yang langsung menempatkan kepala nya di belahan dada bidang Gresta.


"Kau pura-pura tidur?" Tanya Gresta dengan mengelus kepala kekasih nya itu.


"Tidak", Sahut Syaqila dengan menggelengkan kepala nya.


"Lalu apa ini? Kau membanting ku yang tak ada persiapan apa pun, kau sengaja?" Gresta mengangkat dagu Syaqila agar menatap ke arah nya.


"Tidak, aku hanya mencium aroma tubuh mu dan aku yakin itu kamu" Jawab Syaqila jujur, dan itu dapat Gresta lihat dari kedua manik coklatnya.


"Kau sedang tidak sehat sayang, tidur lah, jangan menggoda ku" Ucap Gresta.


"Emmm... Aku rindu" Ucao Syaqila kembali mengusakkan kepala nya di dada Gresta.


Perlahan Gresta memiringkan posisi tubuhnya hingga gadis kesayangannya itu tertidur di atas kasur empuk nya dengan masih memeluk diri nya.


...🍒🍒🍒🍒...


Setelah melewati hari ke salah pahaman pagi itu, kini waktu telah bergulir, siang hari Ayu tiba-tiba datang ke rumah sakit.


Wajah ia tekuk sedemikian rupa sampai-sampai tak terlihat ramah sedikit pun, dengan malas wanita bergelar istri itu menghempaskan tubuh nya di sofa yang ada di dalam ruangn Jerik.


"Ada apa sayang?" Jerik bertanya, Karena ia paham sekali dengan raut wajah yang di tampilkan Ayu pastilah ada masalah yang mengganggu ketenangan hati nya.


"Aku capek, " Hanya itu yang di ucapkan Ayu, Jerik hanya menganggukkan kepala nya tak lagi menanggapi istrinya yang sedang dalam keadaan mood yang sangat buruk itu.


Setelah keheningan yang lumayan lama Jerik baru menyanyakan soal pengiriman pagi alat tes kehamilan nya.


"Apa kau membawa alat tes kehamilan yang ku berikan semalam?" Tanya Jerik.


"Apa kah ini?" Tanya Jerik dengan menunjukkan alat kecil panjang itu.


"Nah kalau ada nama ku di belakang nya iya dong," Sahut Ayu masih dengan santai nya.


"Kau tau, kurir mengirim kan nya ke alamat kakak, " Ucap Jerik,


"Benarkah?" Menganga Ayu terkejut.


"Dah kau tau karena alat ini, Gresta yang terkena imbas nya, Grace pikir ini milik Syaqila" Jelas Jrik lagi.


"Oh ya ampun separah itu kah? Duh terus gimana dong?" Tanya Ayu yang mulai tidak enak dengan keponakan tampan nya itu.


"Ya situasi sangat mendukung sekali, pagi tadi Syaqila masuk angin dan muntah-muntah, tapi aku datang di waktu yang tepat dan menjelaskan nya, untung kau beri nama di belakang sini" Jerik berucap dengan melangkahkan kaki nya mendekati Ayu.


...🍒🍒🍒🍒...


Beberapa hari kemudian, sudah sehat Syaqila, gadis itu pun sudah mulai masuk kuliah lagi, saat ini, Gresta mengantarkan nya ke kampus.


"Makasih sayang, " CUP!!


Ucapan terimakasih pagi itu di lengkapi dengan kecup manja sebelum gadis itu melarikan diri dari mobil mewah sang kekasih.


"Nakal kamu ya, " Gumam Gresta dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.


Syaqila dari kejauhan melambaikan tangan nya sebelum mobil kekasih nya benar-benar pergi.


"Waaahhh guys, ada makanan om-om nih" Ceplos salah satu cowok yang berpakaian macam berandal kampus dan tentunya sangat tidak suka jika melihat Syaqila yang di antarkan mobil mewah barusan.


Syaqila tidak berminat untuk meladeni kakak tingkat nya yang terlihat selalu mencari kerusuhan itu.


"Permisi kak saya mau lewat" Ucap Syaqila dengan menunduk sopan.


"Enak aja lo main lewat!" Lengan Syaqila di cengkeram nya dengan sangat kuat.


"Kak, sakit kak!" Mengelus dengan bulir bening yang memenuhi kelopak mata nya Syaqila memohon.


"Ikut gue!" Gertak nya dengan menyeret gadis bertubuh sintal itu.


Pasrah Syaqila hanya mengikuti langkah kaki kakak kelas nya.


"Woi Roy! Mainan baru nih!" Ucap Salah satu laki-laki yang saat itu di lewati kedua remaja itu.


"Bacot lo!" Sarkas Roy, yang tak lain adalah laki-laki yang tengah menggandeng lengan Syaqila.


Tiba di depan sebuah gudang, Syaqila mulai berpikir yang tidak-tidak, gadis itu mulai berontak.


"Lepas kak, lepas in!" Teriak nya dengan berusaha melepaskan tangan nya dari cengkeraman Roy.


"Lo bisa nurut nggak sih!" Bentak laki-laki yang terkenal sangat tempramental itu.


"Tapi kak... "


"Gue udah lama kasih perhatian ke lo, gue juga selalu bersikap lembut di hadapan lo, tapi lo sedikit pun nggak pernah hargain gue, dan malah jalan sama om-om itu?!" Suara Roy pelan namun penuh dengan penekanan.


"Maksud kakak apa?" Tanya Syaqila yang memang nggak ngerti sama sekali arah pembicaraan Roy.


"Dah nggak usah sok polos deh lo! Udah di apa in aja lo sama dia? hem? Dapet bayaran berapa? Nggak mungkin geratisan dong, secara... tubuh lo sebagus ini, " Mata nakal Roy melihat lekuk tubuh Syaqila dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Tangan-tangan nakal itu mulai membelai-belai lekuk indah itu, dengan tubuh yang bergetar ketakutan, Syaqila hanya menyebutkan nama Gresta beberapa kali, berharap kekasih nya itu hadir untuk menolong nya.


Roy melepas gesper nya dan digunakan lah benda pipih panjang itu untuk mengikat tangan gadis yang berhasil di tawan nya.


BREK!! Dengan kejam nya Roy menarik Kemeja tipis yang melekat pada tubuh Syaqila hingga kancing-kancing nya terlepas tiga butir dengan begitu sudah terekspos lah dada mulus yang sangat menggoda itu.


Baru saja tangan kekar itu hendak mengelus benda mulus yang sangat menggoda itu tiba-tiba...


BRAK!!!...