
Arthur sudah cukup bermain dengan adik kecil nya, ia segera menuntaskan mandi nya kemudian keluar dari kamar mandi setelah selesai, tapi tak ia dapati istri cantik nya di dalam kamar yang luas itu.
"Kemana lagi dia?" Gumam nya, ia pun dengan segera mengganti pakaian nya menggunakan kaos oblong dengan celana selutut nya khas manusia.
Arthur segera keluar dari kamar dan melesat menuju dapur, sesampai nya di ambang pintu dapur ia melihat istri cantik nan sexy yang sangat menggoda dengan hotpants dan T-shirt yang sedikit ketat itu tengah berkutat dengan perkakas dapur.
"Ekhem... ekhem... Sri kemana?" Tanya Arthur.
"Dia sedang mencetak sri junior dan Nendra junior!" Sahut Grace dengan ketus.
Mendapat jawaban seperti itu Arthur langsung terdiam ia hanya menunggu istri cantik nya itu menyiapkan makanan di atas meja.
Sesekali mata Arthur melirik ke arah Grace yang mengenakkan baju dengan belahan dada yang sangat rendah dan itu memperlihatkan belahan mulus yang seolah melambai meminta perhatian.
"Sadar Arthur sadar, dia istri mu belum benar-benar pulih" Batin Arthur dengan masih mengingat betapa banyak luka yang ia tinggalkan di tubuh Gracelina Janitra.
Tak sedikit pun Grace mengucapkan sesuatu setelah makan ia pun kembali ke dalam kamar nya tanpa menunggu Arthur seperti biasa nya.
Mulai penasaran dengan sikap diam Istri nya, Arthur pun mengikuti langkah kaki jenjang istri nya yang berjalan menuju kamar nya.
"Gimana say? oh besok? ok gue sih siap aja, bawa apa? bikini? lo pikir kita mau mantai pakai bikini hahaha... "
Arthur masih berdiri di depan pintu kamar dan mendengar Grace seperti berbincang dengan seseorang.
"Ok bay, sampai jumpa besok"
CEKLEK!! Pintu dibuka oleh Arthur, hanya sekilas Grace menoleh ke arah nya dan itu mengundang perhatian Arthur untuk mendekati istri nya.
Visual Arthur yang mengenakkan jubah hitam nya
"Kau mau kemana?" Arthur tiba-tiba sudah duduk di samping Grace.
Pandangan datar namun penuh dengan ke kepoan.
"Muncak!" Sahut Grace dengan datar pula.
"Sama siapa?" Tanya Nya lagi.
"Apaan sih! Memang nya apa peduli mu? Aku di rumah atau pun tidak, tidak ada pengaruh nya kan buat kamu?!" Emosi Grace memuncak.
"Jangan mentang-mentang kau tampan terus seenak nya bisa mempermainkan hati ku Arthur! Aku juga bisa mendiamkan mu selama aku mau!" Geram Grace yang segera beranjak dari ranjang namun dengan cepat Arthur meraih lengan Grace dan menarik nya hingga tubuh sexy yang menggoda iman itu ambruk menindih Arthur.
"Sayang dengar! Aku tidak mau kau sakit, aku tidak tega melihat mu menangis" Arthur memeluk tubuh yang selama seminggu ini di rindu nya.
"Tapi aku tidak sesakit itu" Lirih Grace.
"Jangan sekarang ya, aku tau sejak sore tadi kau berusaha menggoda ku tapi aku tidak mau luka-luka mu bertambah sayang" Ucap Arthur dengan membelai kepala istri tercinta nya.
Grace segera bangun dari posisi rebahan nya ia duduk tepat di atas pusaka Arthur dan itu sangat berpengaruh untuk bangun nya sang pusaka yang sebentar lagi pasti mengeras.
"Apakah ada yang lain?" Tanya Grace dengan menatap tajam ke arah Arthur.
"Tidak sayang, oh may God, ough... emmm... " Grace sedikit menggoyangkan pinggul nya, dan benda yang di bawah nya lah yang merasakan sensasi nya.
"Sayang please, jangan seperti ini!" Arthur memohon dan dengan segera mengangkat pinggang Grace dan ia duduk kan di ranjang, "Kau mau kemana?!"
Arthur tak menjawab nya, BRAK!!! ia langsung berlari menuju kamar mandi dan segera menutup pintu.
Grace yang merasa sedikit lagi akan berhasil menggoda suami nya pub merasa kesal juga, "Tapi kenapa sih kok tiba-tiba lari ke kamar mandi? sakit perut kah?"
Perlahan Grace melangkahkan kaki nya mendekati pintu kamar mandi dan...
"Aaahhh... emmmhh... Ough yeah, Grace ahhh... " Terdengar erangan Arthur, dan itu membuat Gracelina penasaran, ia pun mencoba membuka pintu kamar mandi dan CEKLEK!! Pintu terbuka, ternyata Arthur lupa tidak mengunci nya, ia perlahan berjalan mendekati tirai yang menutupi bath up.
"Ough... Baby, no sayang, jangan nanti aku akan menyakiti mu lagi" Ucap Arthur dengan nafas yang tak beraturan.
"Tapi sayang aku menginginkan nya" Arthur membalikkan tubuh nya setelah Grace mengucapkan kalau diri nya menginginkan nya.
"Kau yakin?" Tanya Arthur dengan meraup kedua pipi Grace.
"He'em" Grace sedikit menganggukkan kepala nya sedangkan Arthur seger menautkan kedua bibir mereka membawa nya menuju lembah kenikmatan.
...🍒🍒🍒🍒...
Arthur terbangun dari tidur nya, namun hari masih sangat gelap, ia menatap istri nya yang kini masih terlelap damai di alam mimpi.
"Baby, hey... " Lirih Arthur dengan membelai pipi Grace.
Senyum tipis terlihat menghiasi wajah Arthur ketika bayangan adegan manis semalam terbesit di benak nya.
Kembali Arthur memeluk Grace yang masih terlelap, tangan-tangan nakal Arthur kembali menjalari lekuk tubuh Grace, bahkan ia mere-mas rem-as dua gundukan yang masih terlihat menantang itu.
"Emmm... " Grace menggeliat dan membalikkan tubuh nya membelakangi Arthur, dengan begitu pusaka yang awalnya biasa saja kini terhimpit oleh bemper empuk yang menggoda iman itu.
"Ough... " Sedikit menahan nafas nya, pusaka itu kini malah berdiri tegak siap tempur.
"Ough... jangan sekarang, kau tidak lihat dia sangat lelah?!" Gemar nya berbisik lirih, sungguh susah bagi Arthur menahan nafsu baru yang dipelajari nya ini.
"Grace sayang?" Lirih Arthur dengan berbisik di telinga Grace, tak lupa sebelah tangan Arthur memainkan benda sensitif yang membuat si empu nya melenguh mende-sah tanpa membuka mata terlebih dahulu.
Arthur beralih ia memainkan lidah nya di ceruk leher Grace dan merambat turun ia menyesap kedua gundukkan yang menantang, tanpa paksaan tubuh Grace kini terlentang pasrah, sebelum menidurkan kembali benda pusaka nya Arthur lebih dulu bermain-main dengan lidah nya yang keluar masuk, semak belukar yang tipis dan terlihat ranum itu.
Erangan dari yang kecil hingga yang kuat bahkan sampai kepala Arthur di jambak oleh Grace, sesekali Arthur memasukkan jari nya di sana.
"Yes ahh baby... " Grace perlahan mendapat kan kesadaran nya karena ulah suami nya.
"Ayo sayang" Keluh nya manja dengan menarik kepala Arthur agar sejajar dengan nya, kemudian adegan panas itu pun terjadi lagi.
...🍒🍒🍒🍒...
Pagi yang cerah ini seharusnya menjadi awal hari yang tenang namun tidka dengan pagi Gracelina, sebelum fajar menyingsinh kembali ia di gempur oleh suami tampan nya yang candu akan diri nya dan baru beberapa jam mata nya kembali terpejam, mungkin kaki nya belum sampai menginjak ke alam mimpi, kini indera pendengaran nya sudah di ganggu dengan suara kolntang-klontang yang berasal dari arah dapur.
"Sri? tumben sekali kerja nya kasar" Gumam Grace yang masih setengah sadar memaksakan diri nya untuk bangun dari tidur nya.
Ia melangkahkan kaki nya gontai keluar dari dalam kamar hangat nya, plak... plak... plak...
Suara kaki Grace yang seolah malas itu terdengar menggema di dalam rumah besar itu.
"Sri?" Pada akhir nya Grace berdiri di ambang pintu dan mendapati seorang laki-laki yang tengah bergulat dengan perkakas dapur nya.
"Eh sayang?" Dengan mengusap-usap kedua mata nya Grace melihat ternyata Arthur yang tengah menguasai dapur nya pagi itu
"Sudah bangun, sarapan yuk!" Ucap Arthur dengan menyiapkan dua piring yang berisi omlet kesukaan Grace.
Grace masih melihat isi dapur yang berubah seperti kapal pecah.
"Sayang makan dulu, duduk di sini ya!" Ucap Arthur dengan menuntun Grace agar duduk di kursi meja makan. Namun Grace masih terdiam di kursi nya.
Arthur yang melihat ekspresi Grace segera mengerti dan mengeluarkan kekuatan nya untuk menjadikan semua barang-barang kembali kepada tempat nya.
Seketika dapur kembali rapi dan bersih, Grace dan Arthur melanjutkan sarapan sebelum mereka berangkat ke kampus.
Di kampus Grace berjalan menunju kelas nya namun langkah nya terhenti ketika seseorang memanggilnya.
"Gracelina!...
Jangan lupa dukungan untuk novel ini, Like dan komentar 🥰🥰🥰 see you...