The Guard

The Guard
Batu penanda Pasangan



"Tunjukkan wujud kalian!" Perintah Grace kepada para makhluk halus itu. Dan mereka semua menunjukkan wujud nya yang mana membuat Joni dan Jack bergidik ngeri.


"Jo... jo... jon kabuuuurrr.... " Ucap Jack tergagap dengan suara yang melemah, dan kemudian kedua nya pingsan karena melihat begitu banyak makhluk menyeramkan di sana


"Oh ya ampun" Ucap Grace menepuk dahi nya melihat kedua preman itu terkapar tak sadarkan diri di hadapan nya.


"Bawa mereka kedalam!" Ucap Grace kepada makhluk-makhluk yang tak kasat mata itu.


Di mata manusia biasa kedua preman itu melayang masuk ke dalam rumah Grace namun di mata Grace, mereka berdua di gotong bareng-bareng oleh Srikantil dan teman-teman nya.


Di dunia lain tepat nya jauh di atas awan, terlihat seorang pangeran tampan tengah duduk termenung, dirinya begitu sempurna namun hati nya terasa tak utuh begitulah pandangan nya saat ini.


Tak lama kemudian seorang wanita menghampiri nya, dan duduk di samping nya.


"Kenapa? sejak kau kembali dari dunia manusia, kau selalu murung" Tanya wanita itu.


"Entahlah, kapan aku bisa kembali ke sana bunda?" Tanya sang pangeran kepada ibunda nya.


"Kau tak betah tinggal bersama kami?" Tanya ibunda Arthur yang bernama Irina.


"Bukan begitu ibunda, maaf Arthur hanya tidak tenang saja, karena tugas Arthur adalah melindungi dia" Kembali Arthur mengalihkan pandangan nya dari Iriana, dan di sana Iriana melihat ada sesuatu yang berbeda, namun sang ratu itu masih menepis pikiran nya, ia berpikir putra nya masih terlalu dini untuk mempunyai perasaan seperti itu.


Di dalam rumah mewah Gracelina Janitra, tepat nya di ruang tengah terlihat dua orang laki-laki tengah berbaring di karpet bulu yang halus.


Grace terlihat cuek dengan keberadaan kedua lelaki itu, namun berbeda dengan Srikantil, hantu wanita itu terlihat gelisah karena ia takut jika pangeran tiba-tiba datang dan mendapati dua pria asing tengah berbaring di dalam rumah nona muda nya.


"Bagaimana jika dia tiba-tiba datang? bagaimana nasib kita? membayangkan raut wajah nya yang dingin saja sudah mengerikan padahal waktu itu kita tidak melakukan apa-apa hanya saja kita tidak sengaja berpapasan dengan nona" Gumam Srikantil dengan menunjukkan raut wajah yang khawatir.


"Memang nya kenapa Sri?" Tanya Nendra yang mempunyai tubuh tinggi besar dengan bulu yang memenuhi tubuh nya juga taring yang sangat panjang dan pasti nya sangat tajam tak lupa mata merah menyala mengiasi tatapan tajam nya.


"Kau ini tidak pernah bertemu dengan pangeran ya Ndra?" Dengan nada ketus nya Srikantil bertanya kepada Nendra yang duduk di samping nya.


"Pernah sih sekali, waktu itu tak sengaja nona Grace dan aku saling tatap dan aku hanya ingin memastikan apa benar dia bisa melihat ku, lalu pangeran datang dengan mengibaskan kilat biru nya, aku terpental jauh Sri, terus ada luka bekas goresan kilatnya, nih di sini" Nendra menceritakan kejadian beberapa minggu yang lalu, dengan menunjukkan bekas luka yang mirip luka bakar di bagian dada nya.


"Nah kan pangeran pasti sangat mencintai nona Grace, sampai segitu nya dia melindungi" Sahut Srikantil dengan melihat luka yang di tunjukkan oleh Nendra.


"Cie cie yang lagi berdua an, awas ntar cinlok kalian, gue nggak mau jadi obat nyamuk kalian pokok nya!" Sengaja Grace yang tengah menuruni anak tangga menggoda dua hantu yang tengah bertugas menjaga Joni dan Jack.


"Hah? cinlok sama dia? ih amit-amit" Ucap Srikantil dengan mengetuk kening nya kemudian mengetuk lantai.


"Amit-amit kamu bilang, wah belum tau dia kalau Nendra bisa ganteng kaya cha eun woo" Nendra yang tak terima di bilang amit-amit dengan segera membaca mantra dan mengusap wajah nya kemudian nampak lah wajah tampan yang membuat Srikantil beserta Grace melongo keheranan.


"Wow bisa gitu ya?" Ucap Grace takjub, Srikantil yang merasa cemburu karena Grace memuji Nendra pun juga menunjukkan ke ahlian nya.


"Saya juga bisa nona, lihat ya" Ucap Srikantil dengan berdiri dan memutar tubuh nya sebanyak tiga kali, memang cara nya berbeda dari Nendra mungkin mereka berasal dari padepokan yang tidak sama.


Setelah berputar sebanyak tiga kali Srikantil menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan yang ia silangkan.


Ssssssrrrriiiiiing!!!


Begitulah bunyi ketika cahaya berwarna pink terpancar di wajah Sri kantil.


"Bagaimana nona? apakah saya sudah terlihat cantik?" Tanya nya dengan berpose centil.


"Oh ya ampun kalian kenapa tidak dari kemari aja begini? kan jadi nya aku nggak ketakutan" Ucap Grace yang takjub akan kekuatan kedua nya.


"Ya sudah kita keluar yuk, kalian bisa kelihatan kaya manusia biasakan?" Ucap Grace.


"Untuk nona Grace, apa sih yang kita nggak bisa xixixixi... " Ucap Srikantil yang kini telah menampakkan wujud nya dengan wujud wanita yang sangat cantik sedangkan Nendra menampakkan wujud nya dengan wajah rupawan nya.


"Ok let's go!" Baru saja Grace mengajak kedua makhluk yang kini sudah tampak nyata itu tiba-tiba Joni dan Jack menunjukkan pergerakan yang menunjukkan kedua pria itu mulai sadar dari pingsan nya.


"Sudah puas tidur nya?!" Dengan suara yang sedikit keras dan tegas Grace bertanya kepada kedua preman yang baru saja mendapatkan nyawa nya kembali.


Mendengar suara Grace kedua nya segera bangun dan duduk tegap kemudian bersujud kepada Grace.


"Ampun nona, ampun, kita mengikuti nona karena penasaran dengan kekuatan yang nona miliki dan... "


"Aku tidak memiliki kekuatan apa pun! hanya saja mereka tidak terima jika ada yang punya niat tidak baik pada ku!" Sela Grace dengan menunjuk semua makhluk yang tidak lagi bisa Joni dan Jack lihat.


"Cukup nona cukup jangan kau suruh mereka menampakkan wujud nya" Ucap Joni memohon.


Grace hanya melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar dengan di ikuti Srikantil dan Nendra yang sudah merubah wujud nya beberapa menit yang lalu.


"Nona mau kemana?" tanya Joni dan Nendra bersamaan.


"Isi kulkas ku habis, aku mau belanja" ucap Grace.


"Ijin kan saya untuk membantu nona, otot tangan saya besar, saya bisa membantu mengangkat barang-barang yang berat" Joni menawarkan tenaga nya. Sejenak Grace terdiam, dan melihat tampilan kedua pria itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Di dunia lain jauh di atas awan Arthur lagi-lagi memandang jauh ke bumi, dimana Grace tinggal.


"Sedang apa gadis itu?" Gumamnya dengan senyum tipis yang muncul menghiasi wajah tampan nya.


"Kau sangat merindukan nya? sampai-sampau diam mu saja karena dia yang mengisi otak mu" Tiba-tiba suara Irina membuyarkan lamunan Arthur.


"Ibunda, bolehkan Arthur kembali ke dunia manusia?" Dengan tutur kata yang sopan Arthur meminta ijin.


"Sebentar lagi nak" Ucap Irina dan lagi-lagi ia melihat ada yang kurang di mahkota putra nya.


"Tunggu" Mencegah kepala Arthur agar tidak memalingkan pandanganya dari sang ratu.


"Ada apa ibunda?" Tanya Arthur dengan menatap Irina.


"Nak, batu permata blue black mu kemana?" Tanya Irina dengan melihat mahkota Arthur.


"Hah?" Arthur melepas mahkota nya dan melihat dengan teliti.


"Oh, ini, jadi begini, keberadaan Grace di bumi sangat di incar oleh makhluk-makhluk rendahan itu, jadi sering sekali mereka menyerang Grace, dan Arthur meninggalkan batu permata itu untuk melindungi Grace dari pandangan makhluk-makhluk itu" Ucap Arthur dengan enteng nya.


"Tapi nak, itu bukan batu sembarangan yang bisa kau berikan kepada siapa saja" Ucap Irina.


"Ibunda tenang saja, nanti Arthur akan kembalikan ke tempat nya setelah Arthur kembali ke dunia manusia" Jelas Arthur.


"Tidak bisa Arthur, tidak semudah itu, batu itu untuk menandai siapa pasangan kita, dan juga akan melekat pada diri orang yang mempunyai perasaan yang sama dengan kita, apa kau menyayangi Grace?" Tanya Irina.


"Hah? Arthur tidak mengerti, sayang? ya sayang, kan Arthur harus menjaga keselamatan Grace, sama seperti Ibunda menyayangi Arthur" Sahut Arthur yang masih belum mengerti arti kata sayang dengan lawan jenis.


"Bukan begitu nak, apa kau merasa tidak suka jika Grace bersama laki-laki lain?" Tanya Irina.


"Em... Iya ibunda, Arthur merasa sakit di sini, bahkan hanya mengingat nya saja masih terasa sesak" Arthur memegangi dada nya.


"Putra bunda sudah dewasa ya? sudah bisa merasakan" Ucap Irina dengan membelai pipi Arthur. Dari situ pikiran Arthur mulai terbuka dan mulai menyadari bagaimana perasaan nya, apa lagi Irina menjelaskan nya dengan sangat detail.


Di pusat perbelanjaan, barang di dalam kulkas kosong berarti Grace harus membeli banyak kebutuhan hari itu.


"Sini nona biar saya bawakan" Ucap Joni yang segera membawakan belanjaan satu kantong plastik besar.


"Makasih ya... " Terdiam Grace karena tidak tau nama pria itu.


"Joni nona, panggil saja Joni" Ucap Joni.


"Ok Joni, terimakasih" Ucap Grace dengan senyum simpul nya.


"Iya nona sama-sama" Sahut Joni dengan berjalan mengikuti langkah sang nona muda.


Grace berjalan dengan memasukkan menunduk melihat tas kecil yang ia selempang kan di pinggul nya.


BRUK!!


"Aduh!" Grace terjatuh dan terduduk di lantai.


"Anda tidak apa-apa nona?" Tanya pemuda yang bertabrakan dengan Grace, pemuda itu terlihat mengulurkan tangan nya.


"Tidak, apa-apa, terimakasih" Ucap Grace menerima uluran tangan pemuda itu, setelag berdiri, gadis itu berniat untuk berkenalan dengan pemuda tampan itu.


"Mirip sekali dengan Arthur" Batin Grace namun tiba-tiba sosok wanita cantik dengan kulit pucat nya muncul di belakang pemuda itu dan tersenyum simpul kepada Grace.


Gadis itu mengurungkan Niat nya untuk berkenalan, Grace lebih memilih untuk menghindar.


Malam hari setelah Grace menyelesaikan makan malam, gadis itu duduk termenung dengan memeluk guling nya.


"Arthur, kok nggak balik-balik sih?" Gumam gadis itu.


Semua makhluk tidak ada yang berani masuk ke dalam kamar Grace kecuali gadis itu memanggil nya, lambat laun mata Grace semakin terasa berat, rasa kantuk mulai menguasai diri nya, gadis itu pun memilih untuk merebahkan tubuh nya.


Baru saja ia melangkah kan kaki nya ke dunia mimpi, gadis itu mendengar sesuatu dan seperti nya dari arah jendela.


Karena penasaran Grace pun kembali terbangun, ia mengurungkan niat nya untuk ke dunia mimpi, gadis itu lebih memilih berjalan mendekati sumber suara dan itu adalah jendela kamar Grace.


SRET!!


Gadis itu dengan kasar membuka tirai jendela dan ketika ia membuka kaca jendela tiba-tiba ada sekelebat bayangan hitam yang masuk dan mendorong nya hingga terpentok di pojokan dinding.


"Siapa kamu?!...


Duh kira-kira siap ya? yuk Like dan komentar dulu, juga jangan lupa ikuti terus kisah Grace dan Arthur ini, see you...