The Guard

The Guard
Seperti orang asing



Setelah perpisahan nya dengan gadis kecil yang mungkin telah berjaya menaklukan hati kecil nya, kini Gresta sudah kembali ke kerajaan.


Setiba nya di sana ia merasa baju yang dikenakan nya mulai tidak nyaman, bulir-bulir peluh mulai menghiasi kening putih nya.


Bibir merah itu kian membiru, ia merasa sangat tidak nyaman, "Momy! Daddy!"


Berteriak dengan menyusuri tangga, namun tak satu pun dari mereka yang muncul, Chrisa yang ketinggalan teleportasi dari dunia manusia pun baru saja sampai di samping Gresta.


Ditangkap nya tubuh kecil yang terhuyung hampir terjatuh itu, "Pangeran!"


Mulai memucat kulit Gresta, Angel Chrisa dengan segera memboyong tubuh kecil itu dan di bawa nya melesat ke kamar pribadi Pangeran kecil itu.


...🍒🍒🍒🍒...


Di taman samping istana...


Grace tengah duduk dengan bersandar di bahu kiri Arthur.


"Sayang?" Lirih Arthur ketika melihat jari manis Grace menyala.


"Gresta?" Ucap nya bersamaan, kemudian dengan berteleportasi kedua nya kini sudah sampai di kamar Gresta.


Di sana mereka mendapati putra nya tengah terbaring dengan baju yang kebesaran.


"Angel Chrisa? Apa yang terjadi?" Tanya Grace dengan menampilkan raut wajah yang penuh kekhawatiran.


"Baru saja, Pangeran kembali dari dunia manusia, mungkin dia kelelahan dan ini mendekati waktu diri nya untuk tumbuh" Angel Chrisa berujar sedangkan Grace menjalankan kursi roda nya mendekati putra tampan nya yang tengah bermandikan keringat.


"Sayang?" Lirih Grace dengan mengusap kepala Gresta, namun bocah tampan itu kini sudah memejamkan mata nya, mungkin saking lelah nya sampai dengan mudah nya ia memasuki alam mimpi.


"Dia sudah tertidur sayang, biarkan Angel Chrisa yang menjaga nya" Ucap Arthur dengan meletakkan tangan nya di pundak Grace.


"Tidak bisakah kita di sini dulu? menemani nya? Sudah berapa kali dia mengalami perubahan tanpa aku?" Menggenggam tangan mungil yang basah karena keringat Grace tak mau meninggalkan Gresta barang sejengkal saja.


"Ya sudah malam ini kita tidur di sini" Ucap Arthur menuruti keinginan istri tercinta nya.


Tetap terjaga Grace sampai malam yang kian larut, bahkan purnama tak memberikan kehangatan nya, tetapi begitulah keadaan Gresta, bocah kecil itu tak henti-henti nya mengeluarkan bulir-bulir bening bak kristal yang berkilauan.


Keringat dingin tak seperti keringat pada umum nya, "Sayang, jangan bikin Momy khawatir" Lirih Grace dengan membelai pucuk kepala Gresta.


Hembusan angin malam sengaja dibiarkan menembus merasuk kedalam ruangan yang penuh rasa kekhawatiran, hingga ketika nyanyian sang jangkrik mulai terdengar merdu di telinga, pada saat itulah semua netra yang menjadi jendela dunia mulai meredup terbawa oleh alunan sang bayu yang kian menyejuk.


Grace terlelap dengan duduk di atas kursi roda nya, ia masih dengan setia memegangi lengan putra satu-satu nya itu.


Ya karena belum tercetak yang kedua, makanya othor bilang satu-satu nya.


Bagaimana posisi Arthur, jangan di tanya lagi, Daddy siaga itu terlelap dengan posisi berdiri, punggung nya bersandar pada dinding kamar yang ada di samping ranjang putra nya.


...🍒🍒🍒🍒...


Sang purnama kini mulai bergulir tenggelam di belahan dunia lain nya, dan tergantikan oleh sang mentari yang mulai membelai lembut seisi dunia dengan sinar hangat nya.


Mata tajam dengan alis tebal, bibir sensual dengan rahang tegas, menggambarkan sang pangeran kini telah tumbuh dengan sempurna.


Mata nya terbuka menyipit ia mendapati seorang perempuan yang terlelap dengan duduk di atas kursi roda.


"Momy?" Lirih nya hingga membuat Grace terjaga dari tidur nya, ia menatap putra tampan nya yang kini terlihat telah tumbuh dewasa, bukan remaja.


"Sayang? Gresta?" Grace membelai pipi dengan rahang tegas itu juga lengan yang berotot.


"Iya Momy, ini Gresta" Ucap lelaki tampan itu.


Arthur pun mulai membuka mata nya ketika ia mendengar suara yang mengusik alam mimpi nya.


"Daddy?" Gresta beralih pada Arthur, ia meraih punggung tangan Arthur dan mengecup nya.


Ketiga nya berpelukan sejenak.


Angel Chrisa pun tiba di kamar pribadi Pangeran nya yang kini telah tumbuh dewasa.


"Pangeran? Apa sudah siap dengan pembelajaran selanjutnya?" Gresta hanya mengangguk mantap.


Grace merasa bangga dengan putranya yang begitu tampan, dan tentu nya juga hebat.


Bersama dengan Angel Chrisa Gresta mulai mengasah kemampuan nya.


...🍒🍒🍒🍒...


Syaqila terlihat tengah berdiri di depan gerbang sekolah, ya siang itu ia baru saja pulang dari sekolah dan saat ini gadis kecil itu hendak menyebrang, baru saja gadis kecil itu melangkahkan kaki nya ke tengah jalan raya tiba-tiba sebuah truk melaju dengan cepat TIN TIN TINNN...


"AAAAAAAAAAA!!!" Teriak gadis cilik itu dengan menutup kedua mata nya karena takut.


WHUT!!


Tiba-tiba sepasang tangan menyambar tubuh kecil gadis itu.


"Gresta?" Batin Syaqila dengan masih memejamkan mata nya.


"Kau baik-baik saja?" Suara laki-laki dewasa yang terdengar, gadis kecil itu melihat ke arah sumber suara.


"I... iya om, Kila baik-baik saja" Sahut Syaqila dengan melanjutkan langkah nya ke kediaman Kinanthi.


"Hey cantik! Tunggu!" Teriak laki-laki tampan yang baru saja menyelamatkan Syaqila, namun gadis cilik itu seolah takut, ia malah mempercepat langkah kaki nya kemudian dengan cepat pula menutup pintu rumah nya.


BRAK!!


"Astaga!" Gumam laki-laki tampan itu dengan menyugar rambut hitam nya kebelakang.


"Hahaha... Dia tidak mengenali mu Pangeran, lagian siapa suruh kau melewatkan masa remaja mu?!" Tawa Angel Chrisa yang tiba-tiba muncul di samping Gresta.


"Haish, padahal aku segera menyelesaikan pelatihan ku hanya untuk menemui nya" Gerutu Gresta.


"Kita coba lain waktu lagi" Sahut Angel Chrisa.


Kedua nya segera kembali ke kerajaan di atas awan.


"Sekarang sembuhkan dulu Momy Pangeran" Saran itu segera Gresta lakukan, ia mendatangi kamar Daddy nya, ya mereka sedang ada di dalam.


TOK TOK TOK...


"Momy? Daddy? Boleh Gresta masuk?" Tanya pemuda tampan itu.


"Masuk nak!" Terdengar suara Arthur menyahuti nya dari dalam.


Tanpa menunggu terlalu lama Gresta segera masuk dan menyampaikan apa tujuan utama nya untuk datang ke kamar kedua orang tua nya itu.


Dengan lancar Gresta menyembuhkan kaki Grace, kini wanita satu anak itu sudah bisa berdiri di atas kaki nya sendiri.


Semua bangga dengan Gresta yang mudah di ajari, tampan dan juga cekatan, seluruh rakyat istana amat menghormati keturunan Arthur dan Grace itu.


...🍒🍒🍒🍒...


Hari berlalu begitu cepat bahkan siang berganti malam dengan sangat lancar tanpa mau berhenti walau tuk sejenak, umur manusia semakin hari semakin bertambah, dan tanpa kenal lelah mereka bergerak untuk mencari nafkah.


Di sebuah kampus elite, seorang gadis cantik dengan rambut panjang yang melambai tertiup angin sepoi terasa seperti di pantai.


"Syakila!!" Teriak salah satu teman nya memanggil gadis yang dengan santai nya berjalan mendekati teman nya itu.


"Lo masih ada kelas nggak sih?" Tanya Luci salah satu teman Syaqila.


"Nggak sih, kenapa? Shopping yuk?" Ide cemerlang itu muncul begitu saja dari dalam otak gadis cantik itu.


Setuju ketiga gadis kuliahan itu melaju dengan menggunakan mobil nya dan Mall bernama SYATA Mall Lah tujuan utama mereka.


"Gila ini Mall berdiri belum lama tapi langsung mampu mengalahkan Mall mall lama tau nggak" Celoteh Luci yang mengagumi setiap dsign interior mall itu.


"Gue suka Mall ini karena semua yang ada di sini gue banget nggak sih?" Ucap Syaqila dengan PD nya.


Syaqila berjalan dengan meleng dan BRUGH!!


"Sorry-sorry gue nggak sengaja!" Ucap Syaqila dengan membantu membereskan kertas-kertas yang berserakan milik orang yang di tabrak nya.


Saat tinggal satu kertas kedua nya meraih kertas itu secara bersamaan.


Netra kedua nya bertemu, ada rasa yang seolah pernah singgah di sana.


"Maaf, aku tidak sengaja" Ucap Syaqila yang kemudian melangkahkan kaki nya menyusul teman-teman nya.


"Hey tunggu! Siapa nama mu?" Teriak pemuda yang barusan di tabrak Syaqila.


"Syaqila!" Teriak gadis itu dengan sejenak menoleh ke arah laki-laki tampan itu.


Senyum manis tersuguh di bibir Nya, "Kita selalu saja dipertemukan, namun sama sekali kau tak mengenali ku...