
Dengan gairah yang begitu membara Arthur memulai permainan panas ini dengan jerit des-ah kenikmatan yang keluar dari balik bibir sensual Grace.
Dengan suara-suara tak terbendung itu membuat Arthur semakin menggila, biarlah keduanya menikmati olahraga malam yang sangat bergairah itu sebelum kembali memikirkan mau kemana lagi mereka mencari sang buah hati yang pasti sudah tumbuh dengan cepat.
"Ahh lebih dalam sayang" Teriak Grace dengan mencengkeram punggung Arthur.
"Sesuai keinginan mu baby" Sahut Arthur yang kemudian mempercepat ritme permainan nya hingga "Ahhh... " Teriak kedua nya ketika sudah mencapai puncak secara bersama.
Arthur merebahkan tubuh nya di samping tubuh Grace, ia memeluk tubuh sintal itu, dengan sesekali Arthur mengecup kening Gracelina.
"Bagaimana jika kita membuat adik untuk baby Gresta" Bisik Arthur dengan ide yang baru saja terpikirkan.
"Apa? Dan lagi-lagi aku tak mengandung nya?" Tanya Grace.
"Keturunan ku sangat lah istimewa sayang, akan bahaya jika kau mengandung nya" Jelas Arthur dengan mengelus surai panjang itu.
"Tidak! Sebelum baby Gresta ketemu aku tidak mau menambah baby lagi, bagaimana kalau dia sudah besar dan salah paham? bagaimana kalau Kinanthi mencuci otak nya? bagaimana jika dia semakin membenci kita dengan hadirnya baby baru? Bagaimana jikammm... " Ucapan Grace terhenti karena Arthur secara tiba-tiba mel-umat bibir sensual yang tak henti-henti nya berucap itu.
Dug-Dug-Dug-Dug...
Pukulan-pukulan kecil itu mendarat di dada bidang Arthur.
"Iiiihhh apa an sih!" Gerutu Grace setelah bibir nya terlepas, Arthur hanya tersenyum dan kembali memeluk tubuh sintal istrinya itu.
"Sudah tidurlah, besok kau akan menghadiri pertemuan di hotel ayah bukan?" Grace mengangguk dan Arthur kembali mengecup pucuk kepala nya.
Kedua nya pun bersama mengarungi alam mimpi masing-masing hingga mentari yang cerah dan hangat menggantikan posisi sang rembulan malam yang telah semalam penuh bertugas menerangi belahan dunia.
Di dapur rumah besar itu terlihat Grace tengah sibuk memasak bersama Srikantil si asisten jadi-jadian nya.
"Nanti tuan besar pulang non?" Tanya Sri pagi itu membuka percakapan nya.
"Nggak Sri, soal nya ayah masih sibuk dengan produk baru yang akan launching di Brazil" Sahut Grace dengan tangan yang sibuk menyiapkan sarapan untuk suami tercintanya.
"Lah kemarin ada yang telfon kata nya hari ini ada acara di Hotel Gracindo? Apa tidak apa-apa jika tuan besar tidak ikut dengan nona?" Srikantil sungguh mengkhawatirkan kondisi mental majikan muda nya itu karena setelah kabar putra nya menghilang Grace acap kali merenung dan terkadang saat di ajak bicara tidak nyambung.
"Nggak papa Sri nanti aku akan hadir bersama nya" Sahut Arthur yang kini sudah di belakang Grace dengan memeluk mesra pinggang istri sexynya itu.
"Aduh kalian ini, bikin iri saja" Ucap Srikantil dengan memalingkan wajah nya.
"Lah memang nya Nendra kemana?" Tanya Grace dengan nada menggoda.
"Halah dia mah sweet nya kalau mau masukin burung ke dalam sangkar doang!" Ceplos Srikantil dengan melenggang pergi tak lupa satu porsi sarapan juga ia bawakan untuk Nendra kesayangan nya.
Grace dan Arthur hanya terkikik geli melihat tinggal ART nya itu.
...🍒🍒🍒🍒...
Di sisi lain...
Chrisa tengah sibuk mendandani si pangeran kecil nya dengan perlahan.
"Bibi sudah lah, aku sudah bisa memakai jaket ku sendiri!" Oceh bocah kecil itu dengan memegang lembut tangan Chrisa.
"Tidak tuan muda, ini tugas saya" Kekeuh Chrisa dengan meraba-raba ia berusaha membuat pangeran kecil nya itu tampak menawan di hari pertama nya masuk sekolah.
"Kevin?! Apa sudah siap? Mama keburu kesiangan sayang!" Teriak Kinanthi dari ruang tengah.
"Iya mama Kinan, Kevin sudah selesai kok!" Teriak Gresta dengan berlari dan memeluk kaki perempuan yang di panggil nya mama itu.
"Waw tampan sekali putra mama" Kinanthi menatap Gresta dengan senyuman yang terkembang.
Gresta pun di antar oleh Kinanthi dengan berjalan kaki karena memang jarak mansion nya dengan yayasan pendidikan usia dini itu sangat dekat.
"Jika kelas sudah selesai langsung pulang jangan, ajak Chrisa kemana-mana, melihat saja dia tidak bisa nanti malah merepotkan mu!" Cibir Kinanthi sebelum mereka memasuki gerbang sekolah.
Chrisa hanya terdiam ia menundukkan wajah nya.
Setelah Kinanthi pergi, Gersta berjalan memasuki area sekolahan dengan menarik tangan Chrisa, ia celingukan mencari seseorang yang sejak tadi ingin di temui nya.
"Hai Gresta???" Suara cempreng khas anak perempuan kecil itu nyaring sekali memasuki gendang telinga Gresta dan juga Chrisa.
"Hai juga Syaqila" Sapa Gresta seperlunya.
"Ayo masuk! Kelas nya di sana" Ajak Syaqila dengan menarik paksa tangan Gresta.
Anak tampan itu terpaksa harus berjalan mengikuti teman cantik nya itu.
"Hati-hati tuan muda" Ucap Chrisa yang sempat tangan nya terlepas dari tangan Gresta.
"Ups!! Maaf bibi, aku tidak tau kalau bibi buta" Ucap gadis polos itu dengan menghentikan langkah nya.
"Sya! Kau tidak boleh berbicara seperti itu, bibi Chrisa walau pun dia tidak bisa melihat tapi dia yang mengurus segala sesuatu ku dengan sangat perfect!" Dengan sedikit meninggikan nada bicara nya Gresta menegur Syaqila.
"Hiks... emmmm... " Gadis kecil itu terkejut dengan nada tinggi yang Gresta ucapkan barusan, bibir mungil itu meleyot dengan mata yang sudah berembun, mungkin sebentar lagi tangis nya akan segera pecah.
"Sssttt... jangan menangis, aku bukan nya memarahi mu!" Ucap Gresta dengan menepuk pelan pundak Syaqila.
"Gresta jahat! hiks...hiks...Gresta marah-marah!" Ucap Syaqila dengan sesenggukan.
"Sudah-sudah, kalian kan berteman, tuan muda minta maaf dengan bahasa yang baik, lagi pula memang benar bibi Chrisa mu ini buta" Ucap Chrisa menengahi kedua anak kecil itu.
"Sya aku minta maaf karena sudah berkata kasar" Ucap Gresta, namun Syaqila masih terdiam akhir nya bocah tampan itu mendekat dan CUP!! Ia mengecup pipi Syaqila gadis kecil itu terbelalak.
"Sudah ya marah nya kita kan teman" Ucap Gresta dengan mengacungkan jari kelingking nya, senyum mulai terkembang menggantikan bibir meleyot Syaqila, tak mau membiarkan Gresta menunggu lama, Syaqila segera mengaitkan jari kelingking nya di jari kelingking Gresta.
"Teman" Ucap nya dengan menampilkan deretan gigi putih nan rapinya.
Setelah banyak siwa yang sudah masuki ruang kelas, Ayu pun memasuki ruangan yang penuh dengan jeritan, tawa, dan tangis anak-anak.
Ayu dan Sarah hari ini yang memandu anak-anak usia Dini itu belajar dan bermain, keceriaan terlihat di wajah-wajah polos anak-anak itu, namun tidak dengan salah satu anak yang terlihat sedikit murung.
Ayu mendekati Gresta, dengan segudang pertanyaan yang berjajar, Ayu hanya mampu menanyakan satu pertanyaan.
"Hai Kevin? Kau kenapa?" Tanya Ayu yang berhasil mencuri perhatian bocah tampan itu.
"Miss cantik dimana ya? Kok nggak ada hari ini, padahal Gresta pengen cerita banyak-banyak" Ucap Gresta lesu tak bersemangat.
"Miss Yang mana? Di sini ada Miss Ayu, ada juga Miss Sarah dan... "
"Miss cantik, yang kemarin membukakan pintu gerbang untuk Gresta" Sela bocah itu dengan masih kehilangan semangat nya.
"Oooo... " Hanya kata itu yang keluar dari mulut Ayu dengan kepala yang manggut-manggut.
"Maaf Miss Ayu, apa Gresta rewel?" Tanya Chrisa yang kini sudah berdiri di samping Ayu.
"Ah ini hal biasa yang terjadi di sini" Jelas Ayu yang mengisyaratkan kalau tidak usah khawatir nanti juga sembuh.
Akhir nya pembelajaran itu berlangsung begitu lama dan membosankan bagi Gresta, sepulang dari sekolah bocah tampan itu terus menekuk wajah nya.
"Tuan muda kenapa?" Tanya sang pengasuh dengan sangat halus.
"Tidak, ini hal yang biasa" Ketus anka kecil itu menyahuti nya.
"Haish... Sifat pangeran Arthur sudah mulai aktif" Batin Chrisa dengan mengelus dada nya.
"Kau mencari Miss yang menyambut mu kemarin?" Tanya Chrisa dengan tebakan yang tepat.
"He'em" Menganggukkan kepala dengan menatap Chrisa berharap pengasuh nya itu bisa menghadirkan sosok cantik yang di rindukan nya.
"Mungkin besok tuan muda akan bertemu dengan nya" Jawaban itu membuat Gresta kembali tak bersemangat, anak kecil itu melepas sepatu nya kemudian naik ke atas ranjang empuk nya dan tidur tengkurap.
"Kenapa pangeran sangat ingin bertemu dengannya? Memang nya secantik apa dia?...
Jangan lupa dukungan nya 🥰🥰🥰