
Pagi itu Gresta merasa tinggi tubuh nya mulai bertambah dan itulah yang membuat bocah tampan itu gelisah.
"Ada apa sayang? Kenapa makan nya tidak di habiskan?" Tanya Grace kala itu mereka tengah makan malam bersama.
"Gresta tidak mau tumbuh cepat Momy, Gresta mau tumbuh seperti anak-anak pada umum nya, Gresta mau bermain sama teman-teman" Ucap bocah tampan itu dengan mengaduk-aduk makanan yang ada di dalam piring nya.
Grace menatap Arthur berharap suami tampan nya itu bisa memberikan solusi.
"Gresta bisa punya banyak teman sayang, Gresta sudah melalui masa anak-anak dan sekarang Gresta sudah mau memasuki masa remaja, nanti akan ada banyak teman seusia mu yang mau berteman dengan mu" Ucap Arthur.
Namun itu tak membuat pangeran kecil itu puas dengan jawaban yang di berikan Daddy nya.
"Gresta lelah, Gresta mau istirahat Mom, Dad!" Ucap nya dengan beranjak dari meja makan, tak mampu menahan putra nya, Grace dan Arthur membiarkan Angel Chrisa untuk mengikuti nya.
Sesampai nya di dalam kamar bocah tampan itu merebahkan tubuh nya di ranjang, dengan posisi terlentang Gresta menatap langit-langit kamar nya, yang mana di sana ada banyak bunga dan dedaunan yang ia awetkan dengan kemampuan nya.
Dari benda-benda yang dilihatnya itu Gresta mulai berpikir, tak lama kemudian ia berlari menuju taman bunga yang ada di samping taman gelembung.
Terlihat bocah tampan itu memetik beberapa bunga dan dengan kekreatifan nya meronce yang ia dapat dari pelajaran sekolah yang di ajarkan oleh Ayu dan juga Sarah, bocah tampan itu merangkai bunga-bunga itu hingga menjadi sebuah mahkota yang indah.
Tak lupa Gresta membaca mantra dan mengarahkan sinar biru yang keluar dari telapak tangan nya ke arah bunga yang sudah di bentuk nya.
SRING!! SRING!! SRING!!
Setelah sekian pantulan sinar biru akhir nya selesai juga mahkota bunga by Gresta.
Senyum manis terlukis di wajah tampan nya, dengan sesekali bocah itu membayangkan kalau Syaqila mengenakan mahkota handmade ala Gresta itu.
"Pasti sangat imut" Gumam nya, yang membuat Angel Chrisa menggelengkan kepala nya, tak tau jalan pikiran pangeran kecil nya yang menolak tumbuh cepat itu.
Sudah lengkap dengan jubah kebangsaan nya Gresta mulai membaca mantra dan SSSSHHHLLLLAAAPPP!!
Bocah itu menghilang tepat di depan Chrisa, pengasuh yang sangat sabar dan berbesar hati itu hanya menggeleng pelan kepala nya kemudian dengan segera menyusul pangeran kecil nya.
...🍒🍒🍒🍒...
Tiba di dunia manusia, gedung pendidikan anak usia dini lah tujuan utama nya, ya hari ini adalah hari terakhir dia menjalani usia anak-anak karena setelah mata terpejam dan raga yang melarungi alam mimpi Gresta akan terbangun dengan usia remaja nya.
Nafas ia tarik dalam-dalam sebelum melangkahkan kaki nya memasuki gerbang sekolah.
Terlihat memantapkan langkah nya bocah tampan itu merubah penampilan nya dengan sekali mengibas jubah nya tentu dengan mantra arahan yang di ajarkan Angel Chrisa.
SRING!!
Sekilas cahaya biru mengelilingi tubuh Gresta dan dalam sekejap saja bocah itu sudah mengenakan pakaian layak nya anak sekolah usia dini.
Chrisa yang hanya memantau nya dari kejauhan terlihat mengembangkan senyum bangga.
Mungkin dia membatin "Ajaran gue nih coy" Tapi nggak ya, Angel Chrisa nggak sombong, ups kembali ke cerita.
Gresta memasuki kelas dimana dia mengikuti pembelajaran beberapa hari terakhir ini.
Di sana bocah tampan itu bermain juga belajar dengan maksimal bahkan semua teman ia ajak bermain dan bercerita, Syaqila merasa Gresta seperti akan pergi lama.
"Gresta?" Panggil Syaqila ketika bocah tampan itu tengah mencuci tangan nya di wastafel, merasa nama nya di panggil, Gresta menoleh ke arah sumber suara.
"Ya Sya? Ada apa?" Berusaha biasa saja bocah tampan itu tetap tak berani menatap netra bulat yang kini terlihat seperti mengintimidasi nya.
"Ada apa dengan mu? Kenapa kau semangat sekali hari ini? Seolah kau akan pergi jauh semua teman kau beri pesan *Jangan Lupakan aku* Ada apa ini apa kau akan pindah dari sekolah ini?" Ocehan panjang lebar Syaqila membuat Gresta menarik nafas panjang kemudian ia menghembuskan nya dengan menengadahkan kepala nya.
Terdiam sejenak kemudian Gresta menatap lekat netra indah itu.
"Sudah siang, ayo aku antar pulang" Ucap Gresta dengan melihat arloji kecil yang melingkar di pergelangan tangan nya.
"Jawab aku dulu Gresta! Apa kau akan pindah dari sekolah ini? Bukan kah sekolah ini milik Momy mu?" Syaqila seolah tak terima jika teman tampan nya itu harus pergi dari sekolah nya.
"Momy mendaftarkan aku di kelas Akselerasi" Gresta berusaha mencari alasan karena memang benar sekolah dasar akan ia lewati dan menuju ke jenjang yang lebih tinggi.
Gresta meraih tangan gemoy Syaqila, ia menuntun gadis cantik itu ke taman belakang.
Terlihat Gresta memejamkan mata nya dan mengucap mantra yang samar-samar Syaqila dengar,
"ORCHIDIUS" Bagitulah Suara lirih yang keluar dari bibir merah Gresta.
Tak lama kemudian sebuah ranting kecil yang sedari tadi di pegang Gresta kini telah berubah wujud menjadi karangan mahkota bunga.
Mata bulat Syaqila kini semakin terbelalak, "Wuuaaahhh ini cantik sekali Kila suka" Ucap Syaqila dengan mata berbinar, bocah cantik itu terlampau percaya diri kalau mahkota bunga itu untuk diri nya.
Gresta memasangkan mahkota buatan tangan nya itu ke atas surai coklat gadis gemoy nan menggemaskan itu.
"Bagaimana? Apa Kila terlihat cantik?" Ucap bocah cantik itu setelah karangan bunga menyatu di atas kepala nya.
"Cantik, Sya selalu terlihat cantik" Puji Gresta dengan menyelipkan anak rambut Syaqila di belakang telinga gadis kecil itu.
"Jika takdir akan mempertemukan kita kembali, entah cepat atau pun lambat, Gresta harap Sya masih sama, masih cantik, dan imut, jika sudah besar nanti jangan jadi gadis yang nakal" Ucap Gresta dengan mengacak pelan pucuk kepala Syaqila.
Syaqila menatap teman tampan nya itu kemudian menghambur memeluk tubuh Gresta.
"Kila nggak mau jauh dari Gresta, Gresta baik, kalau Gresta pergi, Kila bakal sendiri lagi, kalau ada yang bully, Kila gimana?" Ucap gadis cantik itu dengan memeluk erat tubuh Gresta.
Untuk pertama kali nya Gresta menerima pelukan dari Syaqila.
"Kau tau aku hebat kan?" Sifat percaya diri yang di turunkan dari Arthur pun muncul juga.
"He'em lalu?" Tanya Syaqila dengan mendongak menatap Gresta.
"Jika kau dalam bahaya, panggil saja nama ku dengan ketulusan hati mu, makan aku akan datang" Ucap Gresta dengan melerai pelukan nya.
Bocah tampan itu tersenyum tipis dan mengajak Syaqila untuk berteleportasi.
SSSSHHHLLLLAAAPPP!!!
Kini kedua nya sudah sampai di rumah Syaqila, "Tapi Gresta, bukan kah kamu akan sibuk? Mana mungkin kau akan mempunyai waktu untuk ku?" Gumam Syaqila dengan menundukkan wajah nya.
"Makanya sebelum aku sibuk, kita jalan-jalan yuk?" Ajak Gresta.
"Jalan-jalan? pakai mobil?" Tanya Sya bingung.
Gresta mundur beberapa langkah hingga tubuh nya keluar dari kamar Syaqila dan kini ia berada di di balkon kamar Syaqila, gadis kecil itu mengerutkan alis nya mungkin ia bertanya-tanya, mau apa teman tampan nya itu berdiri di balkon kamar nya. Tak lama kemudian...
WHUT!!!
Terbentang Lah kedua sayap kokoh di belakang tubuh Gresta dan itu membuat Syaqila semakin kagum dibuat nya.
"Kemarilah" Gresta merentangkan kedua lengan nya agar Syaqila mendekat pada nya.
Tanpa pikir panjang Syaqila berjalan mendekati tubuh Gresta.
Gresta memeluk tubuh kecil itu kemudian diajak nya gadis cantik itu mengudara dengan kepakan sayap-sayap kokoh nya.
Syaqila sangat menyukai hari ini Karena Gresta selalu memberikan kejutan yang mampu membuat diri nya semakin menyukainya.
Setelah hampir setengah hari mereka terbang dan hinggap di sana sini, kini kedua nya kembali ke hunian mewah milik Syaqila.
Tiba saat nya berpamitan, Syakila tak sedikit pun mau melepaskan lengan Gresta.
"Suatu saat kita pasti bertemu lagi" Ucap Gresta dengan mencium kening Syaqila. Gadis kecil itu hanya mengangguk dan menunjukkan senyum tipis nya, walau pun kedua mata nya mengeluarkan bulir bening kembali, tapi dengan sekuat tenaga Syaqila berusaha yakin dengan kata-kata yang Gresta ucapkan.
Jangan lupa like dan komentar nya...
See you next episode 🥰🥰🥰