
"Huegh... Huegh... "
"Haaahh... haaahhh..."
Aldy yang baru saja keluar dari kamar nya dan berjalan melewati depan kamar Syaqila mendengar suara seseorang yang seperti nya tengah mengeluarkan isi perut nya.
Ayah satu anak itu menilik ke dalam kamar anak gadis nya yang saat itu pintunya sedikit terbuka.
"Huegh... Huegh... " Lagi-lagi suara itu menyita perhatian Aldy, "Kila? Kamu di dalam nak?" Berteriak di depan pintu kamar mandi Aldy memasang raut khawatir.
"Iya pih" Sahut Syaqila.
Aldy dengan segera membuka pintu di hadapan nya kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Di sana ia mendapati wajah pucat putri cantik nya yang tengah duduk lemas di samping toilet duduk.
"Sedang apa kau di sini sayang?" Tanya Aldy dengan menempelkan tangan nya di dahi Syaqila, berkeringat dingin putri nya saat ini.
"Hemp... " Syaqila menyingkirkan tubuh ayah nya dari hadapan nya dan kembali ia memuntahkan isi di dalam perut nya ke dalam kloset duduk yang ada di samping nya itu.
"Huegh... Huegh... " Aldy merasa cemas, pikiran nya melayang kemana-mana, namun walau pun begitu tangan nya masih dengan penuh perhatian memijit pelan tengkuk putri satu-satunya itu.
"Kau ini kenapa? Kita ke dokter ya?" Dengan suara lembut nya Aldy mengajak putri nya itu untuk memeriksa kondisi nya.
"Hemmm!!" Tak mampu bersuara banyak Syaqila hanya menggelengkan kepala nya dengan menjauhkan lengan Aldy dari tengkuk nya.
Setelah dirasa sedikit membaik Syaqila berdiri dengan di bantu Aldy, ia menuntun anak gadisnya ke depan wastafel untuk mencuci muka sebelum ia membawa Syaqila keluar dari kamar mandinya.
Aldy memberikan minyak aroma terapi untuk Syaqila agar mual nya berkurang.
"Kamu yakin sudah baik-baik saja?" Tanya Aldy dengan mengelus kepala Syaqila.
"Iya pih" Sahut gadis cantik berwajah pucat itu.
"Papi tinggal beli sarapan dulu ya ke depan, soal nya mama Kinan belum pulang" Ucap Aldy.
"Mama Kinan jangan di kasih tau pih, kasihan nanti dia khawatir, biar dia fokus dengan kerjaannya saja dulu" Ucap Syaqila, dan itu membuat tanda tanya yang ada di dalam kepala Aldy yang semula kecil menjadi sangat besar.
"Ya sudah papi keluar sebentar" Syaqila hanya menganggukkan kepala nya, ia tak menjawab dengan suara.
Aldy yang baru saja keluar dari kamar putri nya tengah menggabung-gabungkan potongan-potongan puzzle yang ia kumpulkan di dalam otak nya.
"Syaqila dan Gresta sama-sama suka" Aldy bergumam dengan menyatukan kedua jari telunjuknya.
"Kenal sejak kecil, lama tak berjumpa, ketemu dan melepas rindu HAH?! ASTAGA!!" Terbelalak Aldy mendapati bayangan di dalam otak nya.
"Tidak mungkin-tidak mungkin!!" Masih bergumam sendiri Aldy di ruang tengah nya, persetan dengan membeli bubur, saat ini pikiran nya sedang sangat kacau.
"Malam pernikahan dokter Jerik dan Miss Ayu beberapa bulan yang lalu, mereka juga tiba-tiba menghilang entah kemana, juga semalam di balkon merekaaaa... " Sungguh seperti benang kusut yang saling berkaitan pikiran Aldy saat ini di penuhi dengan prasangka-prasangka yang buruk.
"Ah lebih baik aku telfon Arthur saja!" Terlihat Aldy mengeluarkan gawai canggih nya di scroll nya benda pipih itu demi mencari satu nam yang akan di hubungi nya.
Tuuuuttt...
Tuuuuttt...
Tuuuuttt...
Masih berdengung nada tut-tut itu di dengar nya dengan rasa harap-harap cemas yang menggelayuti hati nya.
📞 "Halo?" Terdengar suara yang sudah di nanti-nanti nya.
"Halo Arthur! Gawat, putri ku muntah-muntah pagi ini!" Sahut Aldy yang langsung to the point.
📞"Muntah-muntah bagaimana? Syaqila sakit?" Terdengar juga kecemasan dari suara Arthur, ada sedikit rasa lega karena Arthur pun mencemaskan kekasih dari putra sulung nya itu.
"Aku rasa bukan sakit biasa" Ucap Aldy yang mulai menyatakan kecurigaannya.
📞"Bagaimana? Apa masih mual-mual?" Tanya Arthur yang memastikan kondisi Syaqila.
"Sementara sudah baikan, tapi aku curiga, jangan-jangan Syaqila mengalami morning sickness" Akhirnya Aldy mengatakan nya juga.
📞"Apa? Morning sickness? hamil muda, kau bilang hampir?"
📞"Oh, iya juga sih" Terdengar Arthur pun sependapat dengan nya.
📞"Ya sudah nanti biar aku ke rumah mu bersama Jerik" Sambung Arthur.
"Ya sudah, ku tutup dulu telfon nya, aku mau membeli kan sarapan untuk Kila dulu" Ucap Aldy sebelum menutup sambungan telfon itu.
📞"Ok siap" Setelah mendapat persetujuan Arthur, Aldy pun mengakhiri panggilan itu, kemudian dengan hati yang sedikit lega, ia melanjutkan langkah kaki nya untuk membeli sarapan.
...🍒🍒🍒🍒...
"GRESTA RAJENDRA!!!" Suara yang sangat dan amat nyaring itu terdengar sampai ke telinga pemuda tampan yang masih asik di alam mimpi nya.
Membuka sipit mata nya Gresta segera bangun dari tidur nya dan melesat ke arah sumber suara.
"Kau apakan anak gadis orang itu hah?!" Sergah Grace dengan menarik telinga putra tampan nya itu.
"Adududududuh... Sakit Mom! Ampun! Gresta nggak macam-macam kok!" Meringis kesakitan Gresta menjawab pertanyaan Momy nya.
"Lalu ini apa?!" Sentak Grace dengan menunjukkan alat tes kehamilan yang masih berada di tangan kanan nya.
Mata Gresta terbelalak melihat ada dua garis merah yang ada di dalam benda pipih panjang itu.
"Cepat bersiap! Kita sekarang juga langsung ke rumah Syaqila!" Ucap Gracelina yang membuat Gresta segera berlari menuju kamar mandi.
Semua sibuk dengan kegiatan masing-masing, Grace masih mengurus dan juga memandikan Bella.
Sedangkan Gresta juga bersiap-siap mengenakan stelan jaz yang sangat elegan nan memukau.
Di samping itu, Arthur tengah berusaha menghubungi Jerik.
Selang setengah jam kemudian, Jerik sudah tiba di kediaman Arthur, baru saja ia turun dari mobil nya, Grace dan Arthur serta kedua putra putri nya sudah masuk ke dalam mobil Arthur dengan melambaikan tangan Arthur memberi kode untuk Jerik segera melanjutkan perjalanan.
"Haish, apa-apaan mereka ini?!" Gerutu Jerik yang tidak di beritahu apa-apa, karena Arthur menelfon nya hanya menyuruh nya untuk cepat datang ke rumah nya.
Dengan terus melaju mengikuti mobil di depan, kini kedua nya sampai di sebuah hunian mewah.
Semua keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah setelah sang tuan rumah menyambutnya.
Setibanya mereka di kamar Syaqila, terlihat gadis cantik itu berwajah pucat dan tengah tertidur.
Gresta trenyuh mendapati sang pujaan hati nya terbaring lemah tak berdaya, "Sya, " Lirih nya dengan melangkah kan kaki nya mendekati Syaqila.
Tapi Arthur menahan lengan Gresta, melarang putra tampan nya itu agar tidak mendekati Syaqila.
"Silahkan dokter Jerik!" Arthur mempersilahkan Jerik untuk memeriksa kondisi Syaqila.
Dengan perlengkapan yang di bawa Jerik, ia mulai melakukan kewajiban nya sebagai seorang dokter.
Tak lama kamudian Jerik berdiri dan menyimpan kembali peralatan yang di bawa nya.
"Syaqila kenapa dok?" Tanya Aldy dengan raut wajah yang menunjukkan kekhawatiran nya.
"Aman, tidak ada yang serius, dia hanya terlalu lelah, mungkin bahasa nya masuk angin" Ucap Jerik dengan memberikan vitamin kepada Aldy.
"Ini!! Berikan ini pada nya setelah makan, bukan apa-apa ini hanya vitamin agar staminanya segera pulih kembali", Jelas Jerik.
" Jadi putri saya tidak hamil?" Tanya Aldy.
"Tidak pak, bagaimana bisa hamil kalau menikah saja belum" Ucap Jerik dengan melirik ke arah Gresta.
"Tapi Je, aku menemukan ini!" Ucap Grace dengan menunjukkan benda pipih bergaris dua itu.
"Ini? Kau dapat dari mana?" Tanya Jerik balik.
"Dari tukang paket pagi tadi, ku pikir Syaqila mengirimkan nya untuk Gresta", Jujur Grace.
" Tubggu! Tunggu! Paket? pagi-pagi? ini seperti nya milik Ayu" Ucap Jerik yang membuat semua melongo terkejut.
"Apa?! Ayu?!...