The Guard

The Guard
(TG2) Dikejar Berondong



Setelah pertarungannya dengan gadis cantik tapi dingin, Roy sudah tidak lagi menggubris wanita-wanita yang saat ini tengah merengek mengharapkan sentuhan nya.


Seperti saat ini seorang gadis tengah mengejar dan bergelayut manja di lengan kekar nya.


"Roy, lo udah kelar kan jam kuliah lo?" Tanya Disya gadis yang sangat tergila-gila dengan sentuhan-sentuhan tangan kekar itu walau pun terkadang Roy bermain kasar.


"Udah" Cuek, tak biasa nya Roy seperti itu kepada gadis yang saat ini tengah merayu nya.


"Main yuk Roy, gue yang bayar hotel nya deh!" Ucap Disya dengan beralih berdiri di depan si otak mesum itu.


"Gue lagi nggak mood" Ucap Roy dingin dan ia segera berjalan namun saat itu Roy mendengar percakapan antara Syaqila dan teman nya.


"Oh jadi nama nya Gresta? Bukan om-om dia?" Tanya Dewi yang saat itu berdiri tak jauh dari Roy.


"Iya bukan, asli nya umurnya sama kaya kita, cuma dia tu pinter banget dari sejak di Play Group udah keliatan unggul gitu, nah dia ikutan kelas Akselerasi gitu deh yang loncat-loncat kelas itu loh" Jelas Syaqila yang sudah mau mengakui Gresta sebagai kekasih nya.


"Punya saudara nggak?" Tanya Dewi kepada sahabat nya itu.


"Ada, keren banget, adik nya tu dingin, damage nya beeeuuuuhhh keren abis, apa lagi kalau berkelahi waaah... "


"Gue mau dong dikenalin" Sela Dewi yang sudah mulai terpesona dengan cerita Syaqila.


"Tapi dia cewek nama nya Bella dingin nya udah kutub gunung es ahahaha... " Sahut Syaqila dengan tawa nya.


"Iiiihhh jadi adik nya cewek?" Gerutu Dewi, sampai di disitu Roy semakin penasaran dengan kelanjutan cerita hasil dari nguping nya.


"Jadi kenalan nggak mumpung gue mau ke hotel GRACINDO? Biasa nya Bella di sana loh hahaha... " Sengaja iseng Syaqila menggoda Dewi, namun teman nya itu mengerucutkan bibir nya dan berjalan menuju parkiran motor sedangkan Syaqila sudah di tunggu Gresta di depan gerbang.


Sungguh saat ini Roy ada alasan untuk menemui gadis yang selalu membuat nya penasaran dan tak bisa tidur siang dan malam. "Ok Dis kita ke hotel GRACINDO" Setuju Roy, membuat gadis yang ada di sebelah nya pun kegirangan.


...🍒🍒🍒🍒...


Gresta bersama Syaqila baru saja sampai ruangan pribadi nya dan di sana kedua nya mendapati Bella yang sedang tiduran di atas sofa.


"Bel? Kamu nggak papa dek?" Tanya Syaqila dengan menyentuh kening Bella.


"Nggak" Sahut gadis beku itu dengan menepis tangan calon kakak ipar nya itu. Syaqila hanya tersenyum sedangkan Gresta menggelengkan kepala nya tak habis pikir dengan sifat adik nya itu.


"Mau kemana dek?" Tanya Gresta ketika gadis beku itu beranjak dari tidur nya.


"Keluar," Sahut Bella dengan terus berjalan menuju pintu keluar.


"Dasar Bella, tapi keren dia, kira-kira cowok macam apa yang bisa taklukan hati beku nya itu?" Tawa Syaqila dengan memandang punggung yang mulai hilang di telan pintu keluar itu.


"Entahlah, yang aku tau, hatiku sudah di taklukan oleh gadis cantik ini" Ucap Gresta dengan mencubit kecil dagu Syaqila.


"Ih apaan sih kamu!" Ucap Syaqila dengan pipi yang merah seperti kepiting rebus.


Kedua nya bercanda dengan santai di dalam ruangan itu.


Sedangkan Bella tengah berjalan menuju rooftop favorit nya, saat melewati salah satu lorong ia berpapasan dengan pasangan muda yang seperti nya mau menyewa kamar di sana, tanpa menggubris pasangan tak halal itu gadis beku itu melanjutkan langkah kaki nya ke tempat tujuan.


Duduk di sofa singel favorit nya gadis itu menengadahkan kepala nya dengan punggung yang bersandar di sandaran sofa singel.


Panasnya terik matahari ini membuat gadis itu nyaman dengan kehangatan yang dipancarkan oleh dewa surya.


Namun kehangatan itu seolah tertutup awan mendung, ya seperti ada sesuatu yang menghalangi nya hingga terpaksa netra indah yang terpejam itu harus terbuka dan CUP!!


Bersamaan dengan terbukanya netra indah nan tajam itu mendarat lah sebuah ciuman di bibir merah natural itu.


Terkejut reflek yang Bella berikan adalah tangan nya meraih kerah bagian tengkuk orang yang mencium nya dan dengan kecepatan ia segera membanting orang tersebut BRUGH!!


Wajah yang tak asing kini terlentang di atas rerumputan rooftop, di antara dua kaki Bella.


Tatapan dingin kini menatap lurus kebawah, ya tepat nya tertuju pada laki-laki yang ada di antara dua kaki nya.


Masih dengan hati yang kesal gadis itu berjalan menjauhi laki-laki itu.


Di kira nya hanya berjalan sendiri Bella melangkahkan kaki nya menuju ruangan pribadinya dan mini bar lah tujuan utama nya, menuang satu gelas air mineral dan menengguk nya hingga tetes terakhir.


"Haus?" Suara maskulin itu membuat Bella melirikkan bola mata nya ke arah kanan dan kiri, ya dia baru merasakan ada makhluk lain yang bernama manusia di belakang nya.


Menoleh dengan cepat ke arah belakang hingga rambut panjang nya terkibas dan mengenai wajah laki-laki itu.


"Siapa lo?!" Pertanyaan dingin itu terlontar dari mulut gadis beku itu.


"Mudah banget ya lo lupain gue?" Ucap laki-laki itu dengan meraih surai panjang yang baru saja menerpa wajah nya kemudian dengan mengedipkan salah satu netra gelap nya laki-laki itu mencium surai panjang yang kini ada di genggamannya.


"Jangan gila lo! Apa mau lo?" Ketus Bella beranjak dari tempat duduk nya.


Entah desiran apa yang kini ia rasakan, atau ini kah rasa nya mendapatkan perlakuan manus dari orang asing yang berlawanan jenis?


Begitulah sekira nya isi dalam otak Bella.


"Baru beberapa hari yang lalu kita bertemu," Laki-laki itu melangkah maju hendak meraih lengan Bella, namun gadis itu selalu menghindar dengan otak mencoba untuk mengingat.


"Lo! Si otak mesum!" Teringat Bella dengan first kiss nya yang telah berhasil di curi oleh pria asing itu.


"Roy nona Bella nama gue Roy!" Ucap Roy yang berhasil meraih lengan Bella.


Dengan gesit Bella meraih leher Roy kemudian mencengkeram nya hingga laki-laki itu mundur dan punggung nya membentur meja mini bar.


"Wo wo wo... Santai saja baby!" Roy merasa gadis di hadapan nya ini sedikit sulit untuk di taklukan, bukan nya menyerah malah Roy semakin tertantang.


Bella masih dengan tatapan datar nya, "Pergi dari sini!" Ucap Bella datar dengan melepas cengkeraman nya.


"Tidak akan!" Sahut Roy dengan berbalik meraih lengan Bella dan menahan nya.


Gadis itu tak langsung berontak, ia masih berfikir dan mencari lengah lawan nya itu.


"Berhari-hari gue nggak bisa tidur gegara mikirin lo, dan sekarang bisa nemuin lo di sini, bukan kah takdir menuntun kita untuk kembali bertemu?" Bualan dari mulut manis sang Casanova kampus itu pun keluar untuk merayu.


"Lepas," Masih bernada datar Bella berucap. Ya ternyata sifat dingin Arthur menurun kepada anak gadis nya namun ini kelewat dingin.


"No baby, jangan marah-marah terus dong," Bisik Roy tepat di telinga kiri Bella, dan itu berhasil membuat gadis beku itu sedikit menghela nafas panjang.


Senyum merekah di bibir Roy, berpikir sedikit lagi pasti ia berhasil merayu gadis itu namun ternyata salah.


DHUG!!


"Aw!!" Berteriak Roy dengan menekuk kaki nya karena dengan tenaga yang tidak main-main Bella menginjak nya.


Lengan Bella terlepas gadis itu segera berteleportasi pergi dari ruangan itu.


SSSHHHHLLLLAAAPPP!!


Kini gadis itu memilih untuk ke ruangan Celo yang pasti dia sangat sibuk dengan dokumen-dokumen keuangan nya, tidak mau ke ruangan kakak nya karena sudah pasti di sana mata nya akan ternodai dengan pasangan yang tengah di mabuk cinta itu.


SRING!!


"ASTAGA!!" Terkejut Celo mendapati nona muda itu sudah berdiri di hadapan nya dengan wajah yang sedikit menunjukkan ekspresi, namun bukan ramah tapi marah yang terlihat di sana.


"Nona Bella! Saya sedang sibuk! Ada apa anda kemari dengan cara seperti itu?!" Berusaha menetralkan detak jantung nya, Celo bertanya dengan mengelus-elus dada nya.


"Gue di kejar-kejar berondong gila!" Sahut Bella asal.


"WHAT?! Mana ada yang berani sama Nona? Lihat rupa nya saja sudah menakutkan" Ceplos Celo spontan.


"Apa Lo bilang?! Emang wajah gue menakutkan?...