The Guard

The Guard
Baby Gresta



Setelah selesai dengan mata kuliah nya Arthur dengan semangat pulang, ingin segera melepas rindu dengan dengan istri yang sudah hampir sehari penuh tak bertemu.


Setiba nya di garasi rumah nya Arthur mencium aroma masakan yang sangat menggugah selera, semenjak diri nya mempelajari kehidupan manusia Arthur mulai menyukai makanan manusia.


Sudah tidak sabar diri nya ingin segera menyatroni istri cantik nya, dengan langkah semangat Arthur keluar dari garasi dan menuju pintu utama, namun langkah nya terhenti begitu ia melihat sepasang muda mudi yang seperti nya hendak berciuman.


"Oh Astaga lihatlah ini tempat umum! Apa mereka sudah kehilangan kewarasan nya?!" Gumam Arthur dengan berjalan mendekati dua sejoli yang sudah hanyut dengan romansa nya masing-masing.


"Ekhem-ekhem!!" Sengaja Arthur berdehem di belakang mereka dan...


BLETAK!!


Terkejut Ayu segera melompat turun dari gendongan Jerik hingga helem nya membentur kening Jerik hingga membekas.


"Aduh!!" Keluh Jerik dengan memegangi dahi nya.


"Oh jadi kalian?!" Ucap Arthur dengan melipat kedua tangan nya di depan dada.


"Ish... Kakak apa-apa an sih! Bikin kaget saja!" Gerutu Jerik dengan wajah yang di tekuk.


Arthur menarik telinga Jerik, "Oo sudah mulai berani menampil kan wajah begini di hadapan ku ya! kau ini tau tidak kalau ini tempat umum? Dan juga, jika ada yang melihat perbuatan kalian tadi nama tunangan mu lah yang akan rusak"


"Aduh duh duh ampun kak! iya iya Jerik minta maaf!" Dengan terus mengikuti langkah kaki Arthur, Jerik meminta ampun agar telinga nya di lepaskan.


Ayu hanya terkikik geli melihat kekasih nya tunduk dengan kakak nya, "Pak dosen, lepaskan dia kasihan itu lho telinga nya sampai merah, juga tadi kening nya terkena helem" Ucap Ayu dengan tertawa.


"Yank kamu malah tertawa? Kamu suka ya kalau aku tersiksa?" Jerik menoleh ke arah Ayu, tapi detik berikut nya Arthur kembali menarik telinga nya.


"Madep sini! Kau ini jangan sok belaga lemah! ini juga nggak sampai setengah jam pasti sembuh kok!" Cecar Arthur.


Grace yang sibuk dengan Srikantil di dapur mendengar ada keributan dari ruang tengah pun segera tercuri perhatian nya.


"Sebentar ya Sri, itu kok berisik banget, ada apa ya?" Ucap Grace dengan mengelap tangan nya yang baru saja menuangkan sayuran ke dalam mangkuk.


"Iya non, sisa nya biar Sri yang urus" Sahut Srikantil.


Grace segera berjalan menuju ruang tengah melihat apa yang terjadi di ruang tengah rumah nya itu.


Setiba nya Grace di ruang tengah, "Ada apa ini? Loh Arthur kenapa kau tarik telinga Jerik?"


"Dia ini anak nakal Yank, masa mau cium-cium anak orang di tempat umum!" Ucap Arthur dengan melepaskan telinga Jerik.


"Kaya kakak nya nggak aja" Gumam Grace.


"Eh aku tau tempat ya!" Sahut Arthur dengan meraih pinggang Grace dan melangkah menuju tangga.


"Masa?" Dengan tertawa Grace mengikuti langkah Arthur.


"Kamu bau sexy beib" Bisik Arthur dengan mengendus leher Grace.


"Baru juga di bilang tau tempat" Ucap Grace dengan mendorong wajah Arthur agar menjauh dari nya.


Sepasang suami istri itu melangkah kan kaki nya menuju lantai dua, mungkin Arthur mau sekalian bebersih setelah seharian bekerja.


Di lantai bawah...


Ayu melongo melihat sepasang suami istri yang meninggalkan dua tamu yang baru saja datang itu.


"Nggak usah lihat yang lian, lihat aku aja!" Jerik meraup kedua pipi Ayu agar melihat ke arah nya.


"Iiiiihhh apa an sih!" Ayu memegang tangan Jerik yang bertengger di pipi nya, kedua nya ini saling memandang, dua netra yang saling bertemu itu selalu saja menghasilkan getaran-getaran aneh di dalam hati.


Apa lagi dengan bibir Ayu yang hampir menyerupai mulut ikan, semakin membuat Jerik gemas dan ingin sekali melahap nya, baru saja Jerik memangkas jarak kedua nya, tangan Ayu degan cepat menutup bibir Jerik.


Ayu mengerutkan kedua alis nya, "No Jerik!"


Jerik mengerutkan alis nya, mungkin ada rasa kecewa karena tangan yang tadi nya menahan kedua pipi Ayu kini perlahan turun dan kaki nya melangkah ke arah sofa.


Dengan lemas Jerik menghempaskan tubuh nya di sofa empuk yang nyaman itu.


"Kamu marah?" Tanya Ayu dengan duduk di samping Jerik.


Bukan nya menjawab Jerik malah mengalihkan pandangan nya seolah ia sengaja tidak mau memandang Ayu yang ada di samping nya.


"Je! Lihat aku!!" Kini Ayu yang meraih pipi Jerik dengan kedua tangan nya, Jerik yang berhasil membuat gadis kesayangan nya itu menyentuh nya tak mau lagi membuang kesempatan itu.


Dengan kecepatan nya Jerik menarik tengkuk Ayu dan sebelah tangan nya menarik pinggang ramping Ayu.


Ayu terbelalak mana kala bibir nya bertemu dengan bibir Jerik, sudah berulang kali mereka melakukan ciuman itu namun jantung Ayu tetap saja berdetak tak karuan.


Sejenak Jerik melepaskan lum-atan nya, "Pejamkan mata mu, dan rasakan" Ucap Jerik yang kembali memagut bibir manis yang membuat nya gemas.


Jerik yang mulai menguasai permainan itu kini perlahan ia membalikkan posisi jadi Ayu yang di bawah kendali nya.


Jerik tau batas, ia mengakhiri tautan kedua nya, dan mengusap bibir Ayu yang terlihat memerah, "Maaf" Ucap Jerik lirih.


Ayu hanya menghela nafas, ya ia pun harus memikirkan masa depan nya, jika sampai kebablasan mungkin tidak akan jadi surprise lagi di malam pengantin mereka.


Sementara itu di dalam kamar Grace menyiapkan baju ganti untuk suaminya yang kini tengah membersihkan tubuh nya di kamar mandi.


"Harus nya kau tidak usah repot-repot begini Yank" Bisik Arthur yang tiba-tiba sudah memeluk Grace dari belakang.


Sedikit tersentak Grace menoleh ke arah suami nya, "Aku yang ingin melayani suami ku" Ucap Grace.


Sebelah tangan Arthur mencubit dagu Grace dan bibir nya mulai mengecup benda kenyal nan basah yang berwarna pink natural tanpa lipstik itu.


Baru sebentar kedua nya saling menyesap tiba-tiba permata blue black yang ada di jari Grace mau pun di mahkota Arthur yang di letakkan di atas nakas bersinar seolah memberi pertanda.


"Sayang" Lirih Grace dengan memegangi dada nya.


"Ada apa?" Tanya Arthur dengan memandangi wajah Grace yang menunjukkan raut kekhawatiran.


"Batu permata nya bersinar, apa terjadi sesuatu di taman gelembung?" Tak dapat menutupi rasa khawatir nya Grace mulai gemetar, takut jika sampai calon bayi nya kenapa-kenapa.


"Kita berkunjung?" Tanya Arthur yang segera mengubah diri nya mengenakan baju kebangsaan nya.


Dengan Grace yang menganggukkan kepala nya, Arthur segera mendekap tubuh istri nya dan di bawa nya untuk berteleportasi.


SSSSSSHHHHLLLLLAAAAPPPP!!!


Jerik yang masih bercanda dengan Ayu di ruang tengah mendadak menangkap signal Arthur yang baru saja berteleportasi.


"Kakak?" Gumam nya dengan melihat langit-langit rumah Grace.


"Ada apa Je?" Tanya Ayu yang tidak mengerti.


"Ayo aku antar kan pulang, ada sedikit masalah" Ucap Jerik dengan raut wajah yang serius.


Mau tak mau Ayu hanya menganggukkan kepala nya, tak mau memperpanjang masalah gadis itu hanya menurut agar tidak menjadi beban bagi kekasih nya.


Setelah berpamitan dengan Srikantil dan juga Nendra untuk di titipi rumah dan se isi nya Jerik segera mengantar Ayu pulang ke rumah nya.


Di Kerajaan...


Grace dan Arthur yang baru saja tiba dan taman gelembung lah tujuan utama nya, di sana ia melihat bayi mungil yang sudah di beri nama ARGRESTA RAJENDRA.


Terlihat bayi mungil itu tertidur dengan lelap nya, dengan Angel Chrisa yang menjaga nya.


"Kau merindukan nya?" Tanya Arthur dengan melingkarkan lengan kekar nya di pinggang Grace.


"Memang nya ibu mana yang tidak merindukan putra nya?" Arthur tersenyum mendengar jawaban dari Grace, ia mengecup pucuk kepala Grace.


"Kalian datang?" Tanya Angel Chrisa dengan menggendong bayi mungil yang ia bawa keluar dari dalam gelembung.


"Apakah sudah bisa di sentuh?" Grace berusaha menggendong bayi kecil nya.


"Kenapa tumbuh dengan cepat? Bahkan baru kemarin kau sebesar telur ayam, sekarang sudah bisa di gendong seperti bayi yang baru lahir" Ucap Grace dengan membelai pipi lembut baby Gresta.


"Dia tampan seperti papi nya" Senyum Grace terulas ketika mengatakan nya.


"Lihat lah mata nya mirip sekali dengan mu Grace" Sahut Arthur, kedua nya saling menyamakan rupa bayi mungil itu.


"Angel Chrisa, bolehkan kami membawa nya ke dunia manusia?" Lagi-lagi rasa ingin memiliki itu tumbuh di dalam hati Grace.


"Bukan kah kalian sangat sibuk di dunia sana?" Tanya Angel Chrisa.


"Tapi aku melihat nya seperti ini tidak ingin lagi berpisah dengan nya... "


BLEDAM!!


Terdengar ledakan dari arah hutan perbatasan, dengan segera Angel Chrisa merebut kembali baby Gresta dan ia kembalikan bayi kecil itu ke dalam gelembung yang hangat dan nyaman.


Arthur meminta Grace untuk tetap di taman gelembung, dan ia segera melesat menuju sumber suara.


Grace menurut, ia bersama Angel Chrisa menjaga bayi mungil nya, tapi tak dapat di pungkiri kalau saat ini hati nya tidaklah tenang.


"Bersembunyi di sini rupa nya!!...


Jangan lupa like dan komentar 🥰🥰🥰