The Guard

The Guard
Nggak Janji



Setelah di buat speechless oleh putra tampan nya, Grace berusaha mencari topik lain.


"Em... Gersta sudah makan sayang?" Tanya nya berbasa-basi tepi ternyata bocah tampan itu susah untuk di alihkan fokus nya.


"Bibi Chrisa bilang kalau ada yang bertanya harus di jawab dulu Momy" Gerutu Gresta dengan mengerucut kan bibir nya.


"Eee... Tapi itu... "


"Gresta mau punya adik?" Ceplos Jerik yang memang sengaja mempermainkan kakak juga kakak ipar nya itu.


"Je!" Bisik Grace dengan penekanan dan lirikan tajam nya.


"Jawab om dulu Gresta, kamu mau punya adik?" Tanya Jerik lagi, sengaja ia mengulang pertanyaan nya.


"He'em Gresta mau punya adik" Sahut bocah polos itu.


"Hahaha... Kak kode kode" Jerik menaik turunkan kedua alis nya.


"Tancap gas weh" Imbuh nya dengan cengengesan.


"Memang nya Daddy sama Momy bisa memberi kan adik buat Gresta?" Bocah itu beralih kepada Arthur yang sedari tadi hanya berdiam diri.


Arthur berlutut di depan putra tampan nya itu, "Memang nya Gresta mau, punya dedek?" Tanya Arthur dengan menata rambut Gresta yang sebagian menutupi wajah nya. Dengan polos nya bocah tampan itu menganggukkan kepalanya.


Arthur tersenyum tipis, "Iya nanti kalau Gresta sudah gede, Daddy bikinin dedek ya?" Sahut Arthur yang dengan mudahnya Gresta mengiyakan.


"Anak pintar, sekarang kita kembali ke Kerajaan dulu, kan mama Kinan nya Gresta sudah ada yang menemani" Ajak Arthur dengan kelembutan nya.


"Kerajaan?" Tanya Bocah itu tak mengerti.


"Iya, Gresta kan belum ketemu sama oppa dan oma" Sahut Arthur, terlihat bocah tampan itu berpikir.


"Emmm... "


"Sayang tidak mau kembali sama Momy dan Daddy ya nak?" Tanya Grace dengan raut wajah sendu nya.


"No Momy, bukan begitu, hanya saja, Gresta kan tumbuh dengan cepat, lalu bagaimana dengan Sya?" Tanya bocah tampan itu yang ternyata menanyakan Syaqila atau teman cantik nya.


"Syaqila akan tumbuh normal layak nya anak-anak pada umum nya sayang, kamu bisa sesekali menjenguk nya lagi pula Momy kan juga punya tanggung jawab di dunia manusia, jadi kita tidak menetap di dalam istana kok" Jelas Grace yang membuat Gresta tersenyum mengerti.


...🍒🍒🍒🍒...


Di taman gelembung terlihat Angel Chrisa tengah mengobati belahan jiwa nya yang tak kunjung sadarkan diri.



Surai putih Chrisa mulai menghitam dan itu berbahaya bagi jantung nya.


"Bertahanlah kumohon" Lirih Angel Chrisa dengan mengecup netra belahan jiwa nya yang tertutup.


Berusaha mentransfer energi kehidupan melalui mulut nya, Angel Chrisa menekan pipi kanan dan pipi kiri belahan jiwa nya hingga mulut itu terbuka, barulah Angel Chrisa mengeluarkan energi kehidupan nya dari dalam mulut nya.


Posisi mulut saling berdekatan, sangat hati-hati Angel Chrisa menyalurkan nya, semua demi belahan jiwa nya.


Tubuh Chrisa yang semula membiru kini mulai bersemu merah, yang mula nya berkulit dingin kini mulai menghangat.


Perlahan mata sipit itu terbuka dan terkejut ketika mendapati wajah Angel Chrisa begitu dekat.


Angel Chrisa/Chrisa



"Apa yang kau lakukan?!" Menjauh seolah ada lawan yang menantang nya, dengan mengedipkan mata nya beberapa kali, ia merasa ada yang beda.


"Kau menyembuhkan indra penglihatan ku?" Tanya nya dengan melihat separuh jiwa nya, surai panjang yang sudah kembali memutih menandakan jantung nya kembali bersih.


Angel Chrisa/Angel



"Kau pikir aku akan apa? Kau pikir akan ku biarkan saja separuh jiwa ku mati?" Sahut Angel Chrisa.


"Kemari lah dan jangan seenak mu sendiri keluar dari jiwa ku!" Tak mau menunggu terlalu lama kedua nya kini sudah menyatu kembali.


...🍒🍒🍒🍒...


Dengan berteleportasi satu keluarga kecil itu kini sudah berada di taman depan istana.


Bola mata bening dengan bulu mata yang lentik itu tengah mengedar pandang ke seluruh penjuru yang selalu nampak indah nan asri.


"Wuuuaaahhhh... Tidak seperti di dunia manusia yang banyak asap, bahkan di sini masih banyak kupu-kupu dan capung yang berterbangan dengan bebas" Kekaguman terucap dari bibir merah bocah kecil itu.


"Kamu suka sayang?" Tanya Grace yang masih duduk di atas kursi roda nya.


"He'em, Gresta suka Mom, ini sangat sejuk!" Bocah itu menghirup udara di tanah kelahiran nya dalam-dalam, namun dengan sekejap ia teringat akan seseorang.


"Bagaimana dengan bibi Chrisa? Tadi dia terluka" Ucap Gresta dengan memegangi lengan Daddy Arthur nya.


"Mereka pasti sudah baik-baik saja, apa baby mau menemui Angel Chrisa?" Tanya Arthur dengan mengacak pelan rambut Gresta.


Bocah pintar itu hanya menganggukkan kepala nya dengan bersemangat.


"Baiklah kita ke sana!" Ucap Arthur dengan menjentikkan jari nya kemudian datanglah kereta dengan sepasang kuda putih yang menarik nya.


Lagi-lagi Gresta membelalakkan kedua netra nya, ia tak percaya keluarga nya jauh lebih hebat dari cerita bibi kesayangan nya itu.


Ketiga nya naik ke atas kereta kuda kemudian kereta kuda itu berjalan menuju taman gelembung dengan Arthur yang mengendalikan nya.


Setiba nya di taman gelembung Gresta merosot turun dari kereta kuda itu dan berlari mendekati sosok pengasuh nya yang sudah berdiri di bawah pohon maple.


"Bibiiiiiiiii!!" Teriak bocah tampan itu dengan berlari, Angel Chrisa menolehkan kepala nya dan memandang balik si tampan kecil yang sangat di sayangi nya itu.


"Pangeran?" Lirih nya dengan berlutut dan merentangkan kedua lengan nya untuk menyambut tubuh kecil itu.


"Bibi?" Bocah itu melepaskan pelukan nya.


"Iya Pangeran?" Chrisa balik memandang bocah kecil itu.


"Kapan aku akan tumbuh?" Tanya nya.


Terlihat Angel Chrisa terdiam sejenak seperti mengingat sesuatu, lalu kembali ia memandang Gresta.


"Besok lusa Pangeran akan tumbuh menjadi remaja" Ucap Chrisa, dan di dapati nya wajah murung dari Pangeran kecil itu.


"Kenapa Pangeran?" Tanya Chrisa yang menyadari ada nya ganjalan kecil di hati Pangeran kecil nya itu.


Gresta beralih menatap Daddy dan Momy nya, "Daddy, bawa Momy masuk, kasihan Momy harus banyak-banyak istirahat" Ucap bocah tampan itu.


"Iya sayang, Gresta mau di sini?" Arthur balik bertanya.


"Iya, Gresta masih mau sama bibi Chrisa" Ucap nya dengan memegangi lengan Chrisa.


"Baiklah, Angel Chrisa kami titip Pangeran Gresta ya?" Ucap Arthur yang di anggukki oleh Chrisa.


Kemudian Arthur menghilang dari hadapan Gresta dan juga Angel Chrisa, bersama dengan Grace Arthur menuju menara kebesaran nya.


Gresta kembali menatap Angel Chrisa, "Bibi aku ingin bertemu dengan Sya sebelum aku tumbuh" Lirih Gresta dengan memasang raut memelas.


"Tapi buat apa? Dia manusia Pangeran" Berusaha menasehati Gresta, agar tidak lagi ke dunia manusia.


"Tapi bukan kah Momy juga manusia? Dan aku pun setengah manusia" Ucap bocah tampan itu.


"Bagaimana jika mama Kinan marah lagi jika bertemu dengan Pangeran?" Tanya Chrisa yang mengkhawatirkan keselamatan Pangeran nya.


"Tenang lah mama Kinan tidak akan menyakiti ku" Setelah berhasil meyakinkan Angel Chrisa, Gresta akhir nya mendapat pelatihan untuk berteleportasi kedunia manusia.


...🍒🍒🍒🍒...


Di Menara Arthur tepat nya di dalam sebuah kamar yang sangat mewah, "Haaahhh sudah lama ya tidak menginap di sini?!" Ucap Grace yang baru saja Arthur turunkan dari gendongan nya, kini kedua nya duduk di atas ranjang yang sama.


"Apakah belum bisa di gerakkan?" Tanya Arthur dengan melihat kearah kaki Grace.


Grace mencoba untuk menggerakkan kaki nya, namun hanya ujung jari nya saja yang dapat bergerak sedikit.


"Mau ku pijat?" Tanya Arthur dengan menatap Grace.


"Janji hanya memijat?" Grace curiga dengan senyuman yang terkembang di wajah suami nya.


"Tidak Janji" Ucap Arthur dengan merebahkan tubuh molek istri cantik nya itu dengan posisi tengkurap.


Memang benar Arthur memberikan pijatan-pijatan yang merangsang syaraf kaki agar dapat relaks dan dapat di gerakkan seperti sedia kala.


Namun seketika pijatan itu perlahan mulai merambat semakin ke atas yang awalnya naik di betis kini mulai merambat lagi ke paha mulus yang hanya tertutup dress warna pink dengan paduan renda hitam.


"Arthur jangan aneh-aneh deh" Ucap Grace yang merasakan pergerakan tangan suami nya semakin merambat ke atas.


"Kenapa? Kan aku tidak janji" Sahut Arthur yang kini mulai mencium kulit halus nan mulus bagian paha.


"Haaaahh... Arthur... "


"Hem? Apa sayang?" Bisik nya yang kini sudah tepat berada di samping telinga Grace.


Tubuh Arthur menindih punggung Grace, dengan sebelah tangan yang mulai menyibak dress bagian bawah.


Dan terpampang lah dua gundukan yang bulat besar, sekejap Arthur me-rem-as gemas kedua nya.


Des-ah manja keluar dari bibir sexy Grace manakala indra perasa Arthur menari-nari di telinga juga leher mulus itu.


"Uuuuhhh... Arthur, jangan lama-lama" Ceracau Grace yang membuat Arthur semakin memanas, kemudian sebelah tangan nya beralih pada kepala gesper yang masih terkait rapi ia buka, tak lupa kemeja yang ia kenakan juga dibuka nya dan melempar nya serampangan.


"Siap baby?" Bisikan itu berada di samping telinga Grace dengan lidah nakal yang bermain dibelakang telinga kemudian turun dan menyesap leher putih itu.


Bersamaan dengan itu Kedua nya melakukan penyatuan yang lumayan sulit namun tetap menghasilkan kenikmatan yang hakiki.


"Ahhh... " Teriakan kecil yang berusaha di tahan terlontar begitu saja manakala pusaka keras nan panjang itu menerobos masuk lalu kembali keluar dan masuk lagi, sampai pada akhir nya Arthur membalikkan posisi Grace agar menghadap pada nya.


Kembali Arthur menikmati setiap inci tubuh sexy istri nya itu, tak lupa pusat inti nya masih saling menyatu, indah suara lenguh de-sah mengisi ruangan, bulir-bulir keringat membasahi tubuh kedua nya, semakin licin dan terlihat sexy.


...🍒🍒🍒🍒...


Di aula istana...


Akles dan Irina baru saja selesai dengan rapat nya, kedua kini baru saja mendapat kabar kalau cucu nya sudah kembali ke istana ini.


"Apakah opa dan oma galak?" Terdengar suara bocah kecil dari balik pilar aula itu.


"Kau mendengar nya rajaku? Dia cucu kita" Ucap Irina dengan menajamkan indra pendengaran nya.


"Lihat dia sudah besar" Ucap Akles yang melihat ke arah bocah tampan yang saat ini berjalan mendekat ke arah nya.


"Beri salam kepada opa dan oma Pangeran" Titah Chrisa mengajarkan kesopanan.


"Salam" Lirih Gresta dengan menundukkan wajah nya.


"Ooo ya ampun imut nya" Irina meraih tubuh kecil itu dan di gendong nya.


"Momy dan Daddy mu dimana sayang?" Tanya Iria berbasa basi.


"Bibi bilang mereka sedang berolahraga jadi tidak boleh di ganggu" Sahut Bocah tampan itu apa ada nya.


"Olahraga?" Akles dan Irina sama-sama mengerutkan kening nya...


Jangan lupa like dan komentar nya, see you next episode...