The Guard

The Guard
Keras Kepala



Kedatangan Angel yang di tugaskan untuk menjaga janin Grace malah di tolak mentah-mentah oleh Grace hanya karena cemburu.


Kali ini Grace tengah tidur di dalam kamar Arthur setelah dengan susah payah Arthur membujuk istri cantik nya itu akhir nya terlelap juga.


Kini Arthur keluar dari kamar nya ia melangkahkan kaki nya menuju ruang baca, di sana sudah ada Irina dan Akles tengah menunggu nya.


Wajah lesu Arthur kini nampak setelah ia membuka pintu ruang baca itu.


"Duduk lah sayang" Ucap Irina dengan suara elegan nya, pangeran tampan itu segera menghempaskan pantat nya di permukaan sofa yang lembut.


"Grace hamil?" Tanya Akles dengan raut wajah yang serius.


"Iya ayahanda, maaf Arthur tidak... "


"Ini kesalahan besar Arthur! Janin yang di kandung Grace adalah calon bangsa kita, jika sampai bangsa siluman mengetahui nya maka nyawa Grace juga dalam bahaya" Ucap Akles dengan serius.


Sedangkan Arthur terlihat mengusap wajah nya frustasi, "Lalu bagaimana ayahanda?"


"Mau tidak mau kita harus mengeluarkan janin itu agar di jaga Angel saja di taman gelembung" Keputusan Akles yang sempat mereka bicarakan beberapa jam yang lalu membuat Arthur seolah hilang semangat.


"Tapi Ayah, Grace tidak mau, ia mau mengandung dan juga melahirkan nya" Ucap Arthur menyampaikan keinginan Grace.


"Tidak bisa nak, tubuh Grace terlalu lemah untuk mengandung keturunan bangsa kita" Arthur menghela nafas setelah mendengar penjelasan lain dari ayahanda nya.


"Jika janin itu masih berada di dalam rahim Grace, maka Grace akan selalu dalam bahaya karena pertama hormon yang di alami ibu hamil pasti nya membuat Grace menjadi sangat sensitif, kedua, bangsa siluman akan terus mengincar nya, dan yang terakhir, kemampuanmu dan kepekaan mu akan terhalang oleh janin itu" Panjang lebar Akles menjelaskan.


"Tapi bagaimana cara nya agar Grace menurut?" Sungguh sudah tidak ada lagi ide yang muncul di kepala Arthur.


"Bahkan dia cemburu dengan para Angel" Gumam Arthur dengan suara lirih nya.


"Nanti pelan-pelan kita bicara dengan Grace" Ucap Akles.


Setelah selesai ketiga nya bubar, Grace yang ternyata menguping pembicaraan satu keluarga itu segera kembali ke kamarnya sebelum Arthur atau yang lain membuka pintu ruangan itu.


Namun Arthur merasa mengendus aroma Grace di sekitar nya, "Grace?" Lirih nya yang di dengar oleh kedua orang tua nya.


"Kenapa sayang?" Tanya Irina dengan menepuk pundak Arthur.


"Tidak kah kalian mengendus aroma Grace?" Tanya Arthur, karena Akles dan Irina tidak memberikan jawaban, mereka hanya saling memandang, tak mau menunggu terlalu lama Arthur segera berlari keluar dan benar saja ia melihat Grace yang dengan terburu-buru masuk ke dalam kamar nya.


BRAK!! Pintu kamar dibanting kerang oleh Gracelina.


"Tunggu sayang! Grace!" Panggil Arthur


BRAK! BRAK! BRAK!


Arthur menggedor-gedor pintu kamar Gracelina, "Grace! Buka pintu nya sayang!" Teriak Arthur dengan tangan yang menggedor pintu kamar itu.


"Sayang! Buka pintu nya!" Belum mendapat jawaban dari istri tercinta nya Arthur semakin dibuat frustasi.


"Sayang bu... "


"No Arthur! Kalian nggak boleh memisahkan seorang ibu dari anak nya! kalian kejam!" Akhir nya terdengar balasan suara dari balik pintu yang tertutup itu.


"Sayang, aku bisa menjelaskan nya!" Ucap Arthur, tak ada respon lagi dari balik pintu kamar, karena geram Arthur meninggalkan pintu yang masih tertutup rapat itu.


Grace yang masih berdiri di balik pintu kamar itu merasa sesak dan ingin rasa nya ia menangis tapi tak sedikit pun air mata yang keluar dan itu semakin membuat diri nya merasa sesak.


"Aku harus kuat, baby, Momy nggak bakal ninggalin baby, baby di dalam juga baik-baik ya sayang" Ucap Grace dengan mengelus perut yang yang sudah mulai sedikit menyembul.


Grace melihat ke arah pintu kembali dan di sana tenang tidak ada gedoran-gedoran dari suami tampan nya.


"Apa Arthur sudah menyerah?" Gumam nya dengan tangan yang memegang handel pintu, ia berniat untuk membuka pintu itu namun tiba-tiba angin semilir masuk dari jendela menerpa tubuh Grace, hingga membuat Grace menoleh ke arah jendela.


"Kok angin nya bisa masuk? perasaan tadi aku tidak membuka nya" Gumam Grace, dan ketika ia berjalan mendekati jendela tiba-tiba Arthur masuk melalui jendela yang terbuka itu dan segera menghamburkan tubuh nya ke arah istri tercinta nya, reflek Grace menerima pelukan hangat dari suami nya itu.


Grace tak bergerak sedikit pun, ia masih tertegun juga ia lupa kalau Arthur akan melakukan apa pun untuk melancarkan aksi nya termasuk membujuk Grace hari itu.


"Sayang Grace! Jangan keras kepala ya?! Semua kita lakukan bersama" Ucap Arthur dengan suara yang lembut berharap Grace mau menurut.


"Grace" Lirih nya dengan menyatukan kening mereka bersama saat Grace balas memandang mata Arthur, sekilas Arthur memberikan kecupan di bibir nya.


"Kamu tenang dulu, kita bicarakan semuanya baik-baik, ok?!" Grace hanya menganggukkan kepala nya pelan.


Kedua nya memilih untuk duduk di tepi ranjang dengan posisi Grace yang duduk di depan Arthur, Arthur memilih untuk memeluk istri cantik nya itu dari belakang, saat dirasa Grace mulai tenang, Arthur mulai menjelaskan semua nya dengan hati-hati.


Sampai di sini Grace masih aman calon ibu itu mencoba mencerna setiap kata yang Arthur ucapkan.


Sampai pada pembahasan janin nya yang di incar para siluman masih aman Grace tidak sedikit pun berontak...


"Jadi calon baby nya dalam bahaya kalau terus di dalam perut Grace?" Tanya Grace.


"Iya sayang, kamu kan anak kuliahan juga, pasti pernah melihat ibu hamil yang perut nya sudah membesarkan? Itu akan sulit beraktivitas, dan baby di dalam sini akan tumbuh dengan cepat, dia calon anak yang hebat sayang, dan itu akan banyak menguras energi mu" Ucap Arthur.


"Terus gimana?" Grace mulai menurut, seperti nya ini waktu yang tepat untuk membujuk nya.


"Kita pindahkan di taman gelembung ya? Nanti kita sering-sering tengok ke sini" Ucap Arthur yang membuat Grace sedikit menoleh protes.


"Lalu? saat aku sibuk dengan kegiatan ku, siapa yang akan menunggu nya?" Tanya Grace dengan alis yang berkerut.


"Aman sayang, di sini kan ada ibunda, ada ayahanda, juga ada maid-maid yang lain" Perlahan Arthur membuat istri nya menyetujui nya, tapi ternyata pertanyaan Grace masih seputar kesibukan.


"Kalau ayahanda ada pertemuan, dan ibunda sibuk dengan kerajaan, siapa yang akan merawat baby ku?" Di sana Arthur mulai kewalahan, ia terdiam sejenak, lalu berucap...


"Kan ada para Angel yang memang tugas nya menjaga para calon baby sayang" Benar sekali mata elang Grace tertuju pada Arthur yang duduk di belakang nya.


"Angel?!" Ucap Grace seperti menekankan kalau ia tak menyukai Angel yang waktu itu.


"Iya sayang, mereka sudah terlatih, bahkan sangat pandai mengurus baby juga... "


"Oh jadi istri mu ini tidak bisa mengurus baby? begitu? Di rumah juga ada Sri, ada nendra ada yang lain kok" Sela Grace ketus.


"Tapi sayang bisa juga mereka khilaf dan mencelakai baby ki... "


"Kau meragukan keputusan ku?! kau meragukan kesetiaan Sri dan Nendra?" Sela Grace yang merasa tidak di setujui keputusan nya.


"Tapi sayang... " Belum selesai Arthur berucap Grace dengan segera bangkit dari duduknya dan berdiri menghadap ke arah Arthur.


"Aku sedari tadi mencoba untuk tenang dan mendengarkan dengan baik lalu apa ini? kenapa setiap keputusan ku tidak sedikit pun kau menerima nya?" Tanya Grace dengan wajah yang mulai di tekuk.


"Sayang dengarkan aku sebentar... "


"Memang nya dari tadi aku sedang apa beib? Aku dengan setia mendengarkan mu, tapi kau malah sedikit pun tak menghargai keputusan ku!" Ucap Grace.


"GRACELINA JANITRA!!" Arthur membentak istri cantik nya itu. Akhir nya dengan suara lantang itu bulir bening yang tadi nya tidak sedikit pun mengintip kini berselancar dengan lancar di pipi mulus Grace.


"Kau membentak ku?!" Dengan suara bergetar Grace menyeka air mata yang mengalir tak tau malu itu.


"Maaf" Lirih Arthur dengan berusaha meraih tangan Gracelina, namun ibu hamil itu berlari keluar dari kamar tanpa mengindahkan panggilan dari suami tampan nya.


Baru sebentar saja Grace berlari gadis itu sudah tidak terlihat batang hidung nya.


Benar kata Akles, kini sulit untuk Arthur mendeteksi keberadaan istri cantik nya itu.


"Dimana kau Grace?" Frustasi Arthur memijit kening nya...


Jangan lupa Like dan Komentar, dukungan kalian berharga demi kelangsungan Novel ini 🤗 semoga para reader sehat selalu, see you 🥰🥰🥰