The Guard

The Guard
Pasangan tidak tau tempat



Grace yang kamar nya menghadap ke ruang tengah, baru saja ia melangkahkan kaki nya memasuki kamar, Grace kini berniat untuk menutup pintu namun ia melihat kedekatan Mikko dan Lina yang tak seperti biasa nya.


"Apa mereka ada something?" Gumam Grace.


BRAK! Dari arah belakang Arthur menutup pintu kamar nya dengan paksa, ia segera membalikkan tubuh istri nya agar menghadap ke arah nya, kemudian mendarat kan ciuman panas yang segera di terima oleh Gracelina.


...****************...


Di ruang tengah...


Lina mendengar isak tangis Mikko di atas pundak nya, Bukan melerai dan bertanya, Lina malah terlihat mengelus rambut Mikko yang halus dan lembut.


Kedua nya merasa nyaman di dalam pelukan, "Lin, gue boleh tanya nggak?" Tanya Mikko dengan raut wajah sendu nya.


"Tanya apa?" Jawab Lina


"Bisa nggak lo kasih gue satu aja kesempatan?"


"Apa?!" Lina mengerutkan kening nya. Kini hati nya di isi dengan rasa bimbang serta ragu dengan apa yang akan di tanyakan Mikko juga apa yang akan ia katakan sebagai jawaban nya.


"Kesempatan untuk kita berdua dekat?" Tanya Mikko dengan melerai pelukan kedua nya.


Lina terlihat mengedipkan kedua mata nya beberapa kali, seolah ia tak percaya, "Apa ini mimpi?"


"Tidak ini bukan mimpi" Mikko membelai pipi Lina dengan jemari nya, sekuat tenaga Lina menahan agar jantung nya tidak bee dag dig dug ria, namun gagal, detak jantung nya seolah mewakili genderang perang.


"Kau takut aku menjadikan mu pelampiasan?" Tanya Mikko yang sebenar nya diri nya pun masih belum paham betul dengan apa yang ia rasakan saat ini.


"Tapi kak, jujur saja, aku tidak mahir dalam urusan asmara" Sahut Lina dengan menundukkan kepala nya.


"Benarkah?" Mikko meraih dagu Lina dan mulai memangkas jarak diantara kedua nya, Lina memejamkan mata nya untuk menunggu mendarat nya bibir tipis milik Mikko namun detik berikut nya gadis itu membuka mata nya dan mendorong dada Mikko.


Mikko tersenyum kecut ia merasa diri nya telah ditolak oleh Lina gadis yang selama ini di anggap nya biasa.


"Maaf kak, kita belum sedekat itu" Ucap Lina menolak dengan halus ia segera berjalan menuju kamar dimana teman-teman nya beristirahat.


Mikko hanya mengusap wajah nya kasar, frustasi karena Grace ternyata sudah tak lagi singel dan juga penolakan oleh gadis sekelas Lina.


"Apa kurang nya gue? Perasaan ganteng udah kaya udah, prestasi apa lagi, tapi lihat dia!" Mikko menghela nafas dengan memandang punggung ramping yang mulai menjauhi diri nya. "Mungkin gue nggak beruntung dalam hal asmara" Gumam Mikko yang segera menyusul teman-teman nya.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Di dalam kamar Grace dan Arthur...


Sepasang suami istri itu tengah bergulat saling membelit dengan indra pengecap nya, juga saling mere-mas-rem-as manja di bagian-bagian yang menggemaskan.


"Emmmhh" Le-nguh Grace ketika dua gundukan nya di re-mas oleh Arthur dengan sedikit bertenaga.


Ciuman Arthur turun menuju leher jenjang istri nya yang begitu mulus, "Ahhh" De-sah kecil Grace membantu Arthur semakin melayang dan merasuk jauh ke dalam fantasi yang nyata ini.


Juga sebelah tangan Grace yang tak mau tinggal diam, ia melepas gesper yang di kenakan Arthur dan mengeluarkan pusaka yang masih tersembunyi rapi di balik resleting suami nya.


"Ough,, shhh... " Dengan suara maskulin nya, Arthur semakin di buat melayang oleh istri nakal nya itu.


Kembali Arthur menidurkan tubuh Grace dan mulai menjelajahi setiap inci tubuh yang sudah di hafal nya selama ini, namun aneh nya semakin hari semakin membuat nya candu, apa lagi ketika ia sampai pada tempat sensitif itu, tempat terfavorit kedua nya.


Dengan sebelah tangan yang masih setia mer-emas benda empuk nan kenyal di atas, kecupan Arthur semakin menurun bahkan dengan mudah nya tangan yang lain menanggalkan kain penutup yang menghalangi hutan rimba nya.


Tubuh Grace yang menggeliat-geliat manja semakin memicu terbakar nya gairah didalam tubuh Arthur.


Arthur terus saja menelusupkan lidah nya diantara belahan surga dunia itu serta mengobrak-abrik isi dalam nya dengan mengeluar-masukkan indra perasa nya.


Kedua nya mencari kepuasan juga saling memberi kepuasan, sama-sama menikmati malam panas yang sangat panjang itu, mulai dari ranjang lalu pindah ke sofa, bahkan mereka melakukan di bathtub dengan berisikan air hangat semakin membuat nyaman kulit yang kedinginan.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Di Kamar sebelah Ayu yang masih terjaga terlihat sibuk mengompres Sarah dan Fina yang demam setelah kejadian semalam.


"Kak Ayu, Sarah haus" Lirih Sarah yang terbangun dari tidur nya.


"Haus?" Ucap Ayu yang melihat ke arah botol minum yang sudah kosong.


"Minum nya habis, sebentar kakak isi dulu ya?" Ucap Ayu dengan berdiri dan meraih botol, Jerik yang melihat Ayu keluar dari ruangan itu segera bangkit dan mengikuti nya.


Ayu terlihat tengah mangisi botol minum yang ada di tangan nya, dan tiba-tiba dengan kejahilan Jerik.


Tangan-tangan kekar itu tiba-tiba melingkar di perut Ayu, "ASTAGA!" Ayu terlonjak karena kaget.


"Kenapa?" Jerik meletakkan dagunya di atas pundak Ayu.


Krucuk... krucuk... krucuk...


Air itu mengalir ke lantai, "Sayang air nya penuh" Ucap Jerik, Ayu tersadar dan segera menutup kran nya dengan segera ia meraih serbet yang ada di atas galon dan menundukkan tubuh nya untuk mengelap lantai yang basah itu.


Hening ketika kedua nya saling tak berucao, Ayu sibuk dengan lantai basah nya sedangkan Jerik sibuk dengan fantasi liar nya yang melihat Ayu sedikit menungging saat mengelap lantai.


"Ahhh... ough... yeah.. emmhh" Suasana semakin canggung ketika samar-samar terdengar suara de-sahan dari lantai atas.


πŸ’’"Dasar pasangan tidak tau tempat, keras sekali dia berteriak!" Batin Jerik dengan memijat kening nya.


Ayu yang terkejut mendengar suara yang biasa nya hanya di dengar nya melalui vidio itu memundurkan langkah nya dan tak sengaja menabrak bagian inti Jerik dengan pantat nya.


"Hah?" Ayu merasa ada ganjalan di belakang bokong nya, ia segera berdiri dan menghadap ke arah Jerik.


"Sorry" Ucap Ayu dengan nyengir kikuk nya. Jerik yang terpengaruh suara yang sangat mengganggu kewarasan jiwa itu segera menarik tengkuk Ayu dan mendaratkan kecupan di bibir Ayu kemudian ia menyatukan kedua kening mereka.


"Maaf" Lirih nya yang malah terdengar sexy di telinga Ayu, entah dapat dorongan dari siapa Ayu mengalungkan tangan nya di leher Jerik dan gadis itu menautkan kembali bibir nya dengan bibir Jerik.


Kedua nya memejamkan mata menikmati setiap kecupan juga gigitan kecil yang mereka lakukan dengan bergantian, jangan lupa back sound nya suara yang meresahkan dari lantai atas.


Sarah yang merasa haus dan kering tenggorokan nya pun bangun dari tidur nya, Mikko yang melihat nya pun segera bangun dari tidur nya yang mana ia tidur di sofa.


"Loh mau kemana Sarah?" Tanya Mikko yang segera melangkahkan kaki nya mendekati Sarah.


"Sarah haus kak" Ucap Sarah dengan lirih.


"Tunggu ya biar kakak yang ambilkan!" Ucap Mikko yang dengan segera berjalan menuju galon yang ada di dapur.


"We goin’ from NY to Cali


London to Paris


Uriga ganeun geu goshi eodideun party


El Mariachi


El Mariachi


El Mariachi..."


"Ahhh... emmhhh... " Mikko yang berjalan dengan bersenandung tiba-tiba berhenti dengan menajamkan telinga nya.


"Kok gue nyanyi ada back soun ah-ah nya?" Celingukan Mikko merinding dengan pendengaran nya, laki-laki itu bergidik ngeri.


"Wah mulai nggak beres nih vila" Gumam nya dengan melanjutkan langkah nya dan di bikin spot jantung lagi ketika Mikko sampai di tempat galon, bukan air galon minum yang ia dapati malah mata nya mendapatkan pemandangan yang membuat wajah nya merah padam.


Mikko yang berusaha bodo amat dengan kelakuan dua teman nya itu melihat tangan Ayu yang di tengkuk Jerik dan masih memegang botol minum, ia berjalan mendekati kedua sejoli yang tengah asik beradu indra perasa itu.


"Lain kali kalau mau main, di pikir dulu temen nya nungguin nggak!" Ucap Mikko dengan merebut botol minum yang ada di punggung Jerik.


Mikko segera kembali ke kamar sedangkan Jerik dan Ayu melepaskan tautan nya kemudian memejamkan mata nya, namun detik berikut nya kedua nya sama-sama tertawa, entah malu karena terciduk atau merasa lucu dengan ekspresi Mikko.


Mikko segera memberikan Sarah botol air minum yang di bawa nya, setelah minum sarah kembali terlelap lagi, sedangkan Jerik dan Ayu belum kembali, semakin dibuat gelisah ketika Mikko melihat Lina tidur dengan selimut yang berantakan dan kaos yang di pakai nya tersingkap hingga mengekspos kulit perut nya yang putih mulus.


Mikko menelan saliva yang tiba-tiba mengucur begitu saja, "Oh apa lagi ini?!" Sedikit geram Mikko berusaha tak memandang nya, namun bagaimana pun ia tetap laki-laki normal yang sudah pasti merespon dengan apa yang barusan ia lihat.


Dengan segera Mikko berlari menuju toilet dan menuntaskan hasrat nya di sana dengan Lina yang ia jadikan fantasi nya.


"Ough... yeahh... Oh ****... emmhh... Linahh haahh... " Terdengar Mikko menyebut nama Lina namun entah ia menyadari nya atau tidak, yang jelas laki-laki itu menggila sendiri dengan fantasi nya.


Di ujung pelepasan nya Mikko masih meyuarakan nama Lina dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


"Kak Mikko?"


"Yes baby? ahh kau begitu sexy" Seru Mikko dengan menengadahkan wajah nya serta dengan memejamkan mata nya, ia di atas closet duduk, tak lupa sebelah tangan nya masih stay di pusaka yang baru saja menyemburkan lava putih nya.


"Kak Mikko!" Suara itu lebih tegas lagi, dan membuat kesadaran Mikko kembali normal, masih enggan membuka mata karena sayang dengan fantasi yang indah di sana, Mikko mulai berpikir, "Sejak kapan bayangan bisa ngomong?"


Perlahan Mikko membuka mata nya dan melihat ke arah pintu ternyata di sana berdiri Lina yang menahan air mata nya, Mikko tak dapat berkata-kata sungguh ia terkejut bahkan ia lupa kalau pusaka nya masih terekspos di sana.


"Aku nggak nyangka!" Ucap Lina yang segera berlari keluar, "Aku bisa menjelaskan Lina! Tunggu!!"


Mikko langsung berlari dan BRUGH!!...


Jangan lupa dukung novel ini, yuk berikan komentar kalian untuk meramaikan kolom komentar, like juga Vote penting untuk kelangsungan novel ini πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°