
Kebingungan Gracelina Janitra segera terjawab oleh bocah tampan di hadapan nya yang tiba-tiba memanggil nya.
"Momy..." Lirih Gresta kemudian mengedipkan mata nya beberapa kali.
"Ka... kau memanggil ku Momy?" Suara lemah itu terdengar sedikit terkejut.
"Ya, bibi Chrisa bilang Daddy Arthur itu Daddy nya Gresta dan Daddy bilang kau Momy ku" Cecar bocah tampan itu, yang kemudian melangkah maju mendekatkan dirinya dengan Momy nya yang terlihat lemah.
"Apa dulu aku di sini?" Tanya Gresta dengan memegang perut rata Grace.
Grace tersenyum dengan menganggukkan kepala nya.
"Kau Gresta? Kau putra ku?" Ucap Grace, bulir-bulir bening itu mulai meluncur dari sudut mata nya.
"Iya sayang dia putra kita, Angel Chrisa lah yang mengenalkan kita kepada nya, dan kau tau yang kau temui bersama nya tempo hari itu benar Angel Chrisa, dia buta karena indra penglihatan nya ditukar oleh Kinanthi" Jelas Arthur yang sudah mengetahui dari Chrisa dan juga Gresta yang bercerita.
"Kinanthi? Jadi selama ini kau hidup bersama makhluk kejam itu?" Tanya Grace dengan mengernyit.
"Tidak Momy, dia tidak jahat pada Gresta, dia sayang sama Gresta, hanya saja jika bibi Chrisa melakukan kesalahan dia akan marah besar dan menyiksa nya" Jelas bocah tampan itu.
"Sayang" Ucap Grace dengan mengusap kepala Gresta. Saat itulah Grace melihat batu permata yang ada di liontin Gresta dan batu permata yang ada di jari manis nya sama-sama bercahaya.
"Arthur, kenapa ini mengeluarkan cahaya?" Arthur melihat dan mengarahkan tangan Gresta agar menyatukan kedua batu permata itu kemudian dengan membaca mantra Arthur meletakkan tangan mungil Gresta yang sudah di selimuti cahaya biru dari batu permata itu di atas kening Grace.
SRING!!!
Perlahan Grace merasakan diri nya membaik, setelah dari kening Momy nya tangan Gresta beralih menuju kaki Grace.
Grace melihat peluh menetes dari pelipis putra nya, terlihat kulit bocah tampan itu memerah.
"Hentikan Arthur, dia masih terlalu kecil sedangkan kaki ku ini, Jerik sudah mengatakan kalau hanya beberapa minggu saja" Ucap Grace yang kini bangun dari posisi tidur nya dan ia memegang tangan Gresta.
"Cukup sayang, Momy tidak mau melihat mu seperti ini, biarlah untuk beberapa minggu ini Momy duduk dulu" Ucap Grace dengan mendekap tangan Gresta yang memerah.
Gresta merasakan nyaman yang luar biasa hanya karena tangan mungil nya di genggam oleh Momy nya.
Tok Tok Tok...
Suara pintu di ketuk, semua mata tertuju pada pintu ruangan itu.
Tak lama kemudian muncul lah Aldi bersama dengan anak gadis nya.
"Loh Gresta? Kok kamu di sini?" Terkejut anak kecil yang bersama Aldi bertanya dengan suara lantang nya.
"Iya Sya, ini Momy aku" Sahut Gresta dengan tampang cool nya.
"Oh jadi kalian ini teman sekolah?" Tanya Aldi yang memperhatikan kedua bocah kecil itu bercakap.
"Iya papi, jadi dia itu anak baru yang kemarin Kila cerita" Ucap Syaqila dengan bersemangat.
"Owh jadi teman" Dengan menahan tawa Aldi berucap, "Ish papi, teman iya teman aja, jangan pakai senyum-senyum begituan" Gerutu Syaqila dengan mencubit lengan Aldi.
"Aduh kok papi di cubit" Bisik Aldi, sedangkan Syaqila membuang muka seolah bukan dia pelaku nya.
"Momy, Gresta lapar, Gresta cari makan dulu sama bibi Chrisa ya?" Bocah tampan itu mengabaikan keberadaan bocah cantik yang sangat excited terhadap nya.
"Loh kok sama bibi? Di temani Daddy mau?" Tawar Grace, namun di tolak dengan Gresta yang menggeleng kan kepala nya pelan.
"Biar sama saya saja tidak apa-apa nona" Sahut Chrisa dengan sedikit menundukkan kepala nya.
"Oh baiklah, hati-hati kalian" Sahut Grace memberi kan ijin.
"Bibi bolehkah aku ikut?" Semangat dan ke antusiasan yang di tunjukkan Syaqila membuat Chrisa spontan menyetujui nya.
"Boleh, ayo!" Mendengar Chrisa mengijinkan Syaqila ikut, Gresta terlihat mendengus kesal.
"Kok di ajak sih? Dia kan cerewet sekali" Gresta balik berbisik.
"Lalu saya harus bagaimana?" Tanya balik Angel Chrisa yang merasa bingung dan serba salah.
"Ya sudah ayok! orang udah terlanjur di ajak, masak di tolak lagi kan nggak sopan!" Bisik Gresta dengan berjalan lebih dulu.
"Mari nona Syaqila" Ucap Angel Chrisa yang memang menyukai setiap anak kecil.
Akhir nya kedua anak kecil itu di giring oleh Angel Chrisa menuju kantin terdekat untuk mencari makan.
Sedangkan para orang tua tengah berbincang di dalam ruang rawat Grace.
"Halo nyonya Grace, bagaimana keadaan mu?" Tanya Aldi yang baru sempat menyapa Grace.
"Jangan terlalu formal lah Al ini kan di luar pekerjaan" Sahut Arthur dengan menepuk pelan pundak Aldi, yang kemudian di ajak nya duduk di salah satu sofa yang ada di dalam ruang rawat itu. Grace hanya tersenyum tipis melihat kedua laki-laki yang kini tengah duduk di sofa itu.
"Jadi akhir nya putra mu sudah ketemu? Bagaimana cerita nya istri mu sedang di rawat tapi putra mu malah menghampiri?" Tanya Aldi.
"Ya mungkin ikatan mereka sangat kuat" Sahut Arthur seadanya.
"Tapi jika memang kuat Kemarin-kemarin? kemana saja?" Pertanyaan Aldi membuat Arthur mati kutu, ia bingung akan menjawab apa.
"Oh iya Al, kau bilang Syaqila sering bercerita tentang Gresta?" Sela Grace dengan sengaja mengalihkan pembicaraan nya dan ternyata berhasil, karena kini Aldi beralih pada nya.
"Gimana Grace?" Tanya Aldi.
"Kau tadi bilang kalau putri mu sering menceritakan putra kami" Ulang Grace.
"Iya, saat aku pulang kerja Kila menunggu ku dan hanya untuk menceritakan pertemuan nya dengan Gresta, dia bilang ada anak baru di sekolah, tampan nya udah kaya bukan manusia aja hahaha... dasar anak kecil" Jelas Aldi dengan gelak tawa nya.
"Tapi memang putra kalian sangatlah tampan" Puji Aldi dengan serius.
"Ah kau ini bisa saja, putri mu juga sangat cantik" Ucap Arthur dengan menepuk punggung Aldi.
"Jangan bilang begitu, karena kalau kalian mau merencanakan mempunyai yang cantik, kalian masih bisa banyak berharap, kalau aku kan sudah tidak bisa" Ucap Aldi dengan senyum kecut nya.
"Al, jika memang Syaqila mengijinkan menikahlah lagi, bagaimana pun Syaqila pasti akan membutuhkan seorang ibu suatu saat nanti" Ucap Grace memotivasi rekan kerja suami nya.
"Dia mengijinkan, namun, entahlah, itu tidak semudah membalikkan telapak tangan" Ucap Aldi dengan masih mempertahan kan senyum kecut nya.
"Al, wanita bejat itu tidak usah kau pikirkan lagi, move on lah, jangan biarkan kamu kalah, kamu tampan, mapan, pasti nya masih banyak wanita di luar sana yang mau menerima mu" Arthur mulai ikut memotivasi teman nya.
"Ya akan ku coba nanti" Sahut Aldi, dan itu membuat Arthur dan Grace semakin simpati dengan kondisi keluarga pebisnis itu.
Di kantin Rumah Sakit...
Chrisa tengah memperhatikan kedua bocah yang sangat menggemaskan tengah memakan ice cream sebagai dessert nya sore itu.
Dengan memasang tampang so cool ajaran Kinanthi Gresta memakan ice cream itu tanpa sedikit pun belepotan, tak wajar bagi anak seusia nya makan ice cream rapi begitu, tapi mau bagaimana lagi anak laki-laki itu pandai dan sudah terlatih.
Berbeda dengan Syaqila yang di pipi nya ada cream yang menempel tapi tak sadar jika pipi nya kotor.
Chrisa hanya membiarkan kedua nya makan dengan tenang baru nanti kalau selesai di bersihkan.
Namun niat baik Chrisa telah di gagalkan oleh Gresta karena kini bocah tampan itu tak sengaja menoleh ke arah Syaqila dan mendapati pipi putih yang ternodai oleh cokelat ice cream.
Gresta meraih tisyu yang tersedia di meja makan itu, kemudian tanpa aba-aba ia mengelap pipi chubby Syaqila.
"Oh My God! Gresta kamu sweet banget sih?" Teriak gadis cantik itu dengan menoleh ke arah Gresta yang tiba-tiba membuang tisyu dan kembali fokus dengan ice creamnya.
Melihat kelakuan tuan muda nya, Angel Chrisa berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertawa...
Jangan lupa siapkan kata-kata terbaik kalian untuk meramaikan isi kolom komentar, juga siapkan jempol sehat kalian untuk memberikan like, vote dan juga dukungan yang lain 🥰🥰🥰 see you next episode...