The Great Princess

The Great Princess
Ep. 37



Putri Masako bertemu dengan seorang pria bernama Kenma di perkemahan berburu. Bukan tak sengaja memang, karena Putri Masako lah yang mengundang Pangeran Mahkota Negara Bumi itu untuk ambil bagian dalam rencananya.


"Apa anda senang berada disini, Pangeran?" Sapa Putri Masako sok bersikap ramah.


Pangeran Kenma melirik bosan, "Biasa saja." Balasnya dingin. Namun, bukan Putri Masako namanya jika ia terpengaruh oleh sikap dingin itu.


"Benarkah? Tapi anda tak perlu khawatir. Anda akan segera menikmati perburuan kali ini, dan kupastikan anda akan lebih senang nanti." Putri Masako masih mencoba bersikap ramah.


Namun, lagi-lagi ucapannya hanya di anggap angin lalu dan Pangeran Kenma menjauhkan dirinya dari wanita berisik itu. Putri Masako memandang tak mengerti pada punggung Pangeran Kenma yang bersikap dingin padanya.


.


.


Pangeran Noya dan Aika sampai pada tempat perburuan. Disana sudah ada kedelapan Pangeran, Putri Masako, para Ksatria dan beberapa pengawal dan pelayan. Tak lama dari sampainya Pangeran Noya, perburuan pun di mulai atas perintah Pangeran Daichi.


Tiap-tiap kelompok -yang terdiri dari 2 orang, harus berusaha mendapat buruan terbaik.


Aika yang tengah menyapukan pandangan tanpa sengaja bertatap mata dengan Pangeran Kenma -yang ternyata lebih dulu menatapnya sedari awal. Keduanya terdiam mematung, Aika tentu terkejut dengan atensi pria yang dulu pernah mengisi separuh hatinya, kini tengah berdiri dihadapannya dengan tatapan yang tak terbaca.


Sedang Pangeran Kenma sendiri juga tak kalah terkejut saat melihat Aika berada dibarisan itu. Ia semakin tercekik ketika Aika berdiri dengan pria lain tepat dihadapannya.


Berhasil mengendalikan diri Aika memutus kontak matanya pertama kali dan dengan berani menggandeng lengan Pangeran Noya mesra. Pangeran Kenma tersenyum pahit ditempatnya, apa yang diharapkannya dari wanita yang dulu -bahkan sekarang masih dicintainya itu.


Perburuan hari pertama usai dengan hasil tak begitu memuaskan karena hanya Pangeran Daichi dan Pangeran Akashi yang mendapatkan buruan dan sisanya hanya akan menumpang makan.


Ini juga karena tingkat malas yang tiba-tiba bersarang pada dua anak adam yang justru asyik berkuda -baca : pacaran, daripada berburu. Siapa lagi kalau bukan Pangeran Noya dan Aika. Alhasil keduanya kembali ke tenda tanpa hewan buruan satu pun.


.


.


.


.


Malam harinya saat semua orang tengah tertidur lelap Kapten Kin, Fuu dan para kroninya justru tengah mempersiapkan rencana untuk membunuh Aika.


Mereka berniat menjalankan rencana itu besok, namun mempersiapkan jebakannya malam itu juga. Untunglah Kiyoshi, Kou dan Kapten Ukai -yang sedang bertugas patroli, melihat rombongan kroni itu bergerak ke arah hutan. Karena menaruh curiga, mereka bertiga pun mengikutinya.


.


.


.


.


"Sebaiknya kau serius dalam perburuan kali ini, bodoh!" Perintah Pangeran Noya, kembali memanggil istrinya dengan panggilan sayang.


"Khe! Memang siapa yang kemarin kolot memintaku untuk berkuda!?" Cemooh Aika membalas ucapan Pangeran Noya.


Pangeran Noya menggendikkan bahu, "Ayo bertaruh!" Tantangnya pada Aika yang menatap sinis dirinya.


"Siapa yang berhasil mendapatkan buruan terbesar akan memerintah yang kalah dalam sehari." Lanjut Pangeran Noya memberi peraturan.


"Baiklah! Jangan merengek jika aku yang menang, brengs*k!" Balas Aika ikut mengejek dengan panggilan sayang. Setelahnya ia memacu kudanya mendahului Pangeran Noya yang masih membatu di tempat.


"Hei, kau curang bodoh!"


.


.


.


.


.


Di tengah perburuan, Aika melihat seekor rusa besar dan hendak menembakkan panahnya. Tapi, Pangeran Noya tak tinggal diam dan mengganggu rusa itu hingga lari ke dalam hutan.


Keduanya berlomba mendapatkan rusa besar itu. Namun, di tengah perjalanan Pangeran Noya mendadak menghentikan kudanya ketika netra hitamnya menangkap segerombolan orang yang tengah asyik bersantai.


Pangeran Noya menghampiri mereka. "Apa yang kalian lakukan disini?" Tanyanya penuh selidik.


Segerombolan orang -lebih tepatnya 3 orang itu menoleh terkejut. "O-oh! Pangeran Noya!?" Ucap salah satunya.


"Cih, sial! Kau membuatku terkejut, bodoh!" Sembur si Merah a.k.a Pangeran Akira.


Pangeran Noya mengangkat bahu acuh. "Kau sendiri? Di mana Putri Aika?" Tanya Pangeran Rei, menyapu pandangan ke sekitar tubuh Pangeran Noya.


"Mengejar rusa." Singkat Pangeran Noya, malah ikut duduk dengan ketiganya. "Apa yang-"


"Ck, kami sedang menunggui jebakan disana!" Potong Pangeran Akira menunjuk ke arah jebakan yang dibuatnya bersama kedua rekannya.


"Kau tidak mencarinya?" Tanya Pangeran Ren saat Pangeran Noya justru ikut berleha-leha dengan mereka. Padahal semua orang juga tahu kalau NoyaAika Couple itu tidak bisa lepas satu sama lain, dan ini sukses membuat mereka berkerut alis bingung.


Pangeran Noya menggeleng, dan lebih menyamankan posisi pada pohon untuk tidur siangnya.