The Great Princess

The Great Princess
Ep. 61



Keesokan harinya, seluruh aula istana telah dipenuhi orang-orang yang sudah diminta datang oleh Putri Aika dan tentu di bantu juga oleh Kepala Dayang kepercayaannya -Yui.


Tak lama menunggu, Putri Aika telah sampai dan masuk ke dalam aula diikuti Dayang Yutaka dan empat orang pelayan dibelakangnya.


"Maaf membuat kalian menunggu." Ucap Aika, kemudian membungkuk sebagai permintaan maaf.


"Ada sesuatu yang harus saya jelaskan tentang kejadian tempo hari. Saya meminta kalian semua berkumpul untuk mendengarkan pembelaan dari saya, terutama pada Permaisuri." Lanjutnya menyapukan pandangan keseluruhan kepala dan berakhir menatap Permaisuri Chikara.


Ada apa dengannya? Untuk apa ia mengungkit masalah itu lagi? Batin Putri Masako bertanya-tanya. Mulai waspada dengan gerak-gerik Aika yang mencurigakan.


"Sebenarnya orang yang telah membuat saya salah di tuduh adalah Dayang Yutaka, Permaisuri." Tuduh Aika to the point. Semua orang terdiam, masih menunggu kelanjutan ucapan Aika, meski tak menampik ada rasa terkejut karena Aika menuduh orang begitu saja.


Yutaka menyangkal, "Itu tidak benar! Putri Aika memfitnah saya, Permaisuri!"


"Kau menuduhku berbohong!?" Tanya Aika tanpa sudi melirik Yutaka. Wajahnya tetap terlihat tenang.


Yutaka mendadak bungkam. Sejujurnya ia tengah ketakutan saat ini. Ia tahu kalau ia tak sebanding dengan kecerdasan Aika. Salah sedikit maka tamatlah riwayatnya.


"Kau!" Tunjuk Aika pada pelayan pertama. "Kenapa kau tetap diam? Bukankah kau ingin mengatakan sesuatu?" Tanya Aika dengan suara merdu (mematikan) pada pelayan itu.


Pelayan itu mengangguk, ia melirik Yutaka takut-takut. Tapi, ia jauh lebih takut oleh ancaman Aika sebelum mereka datang ke aula tadi.


Satu kesalahan bisa menghilangkan satu nyawa. Aku percaya pada pilihan kalian. Jadi, jangan mengecewakan aku!


"Putri Aika benar, Permaisuri! Sa-Saya diminta oleh Dayang Yutaka untuk mengatakan pada Putri Aika bahwa anda memerintahkannya untuk datang ke kuil. Putri Aika awalnya sempat menolak karena ia sedang kotor (haidh). Tapi, saya tetap memintanya datang karena takut mendapat hukuman dari Dayang Yutaka." Jelas pelayan itu panjang lebar. Ia terus menundukkan kepala dan tak berani menatap Yutaka apalagi Putri Masako yang juga ikut mengulitinya lewat tatapan.


"Saya yang merias wajah Putri Aika saat itu. Da-dan Dayang Yutaka juga yang menyuruh saya." Pelayan ketiga juga tak mau ketinggalan.


"Dan saya yang memasangkan banyak perhiasan pada Putri Aika." Pelayan keempat menutup pengakuan mereka.


Senyap. Tak ada suara apapun yang terdengar. Semua orang sibuk mencerna informasi yang baru masuk ke dalam otak mereka. Sampai suara Putri Masako memecah keheningan panjang itu.


"Kenapa kau mengungkit masalah yang telah lalu, Putri Aika?" Tanya Putri Masako terdengar tidak senang.


Aika tersenyum, "Apa salah saya, Putri? Saya hanya membersihkan nama saya dari salah paham kapan hari. Saya telah di fitnah dan mendapat hukuman, seharusnya bukan hanya saya yang mendapatkannya, bukan?" Tanyanya dengan ketenangan luar biasa.


"Itu-"


"Putri Aika benar! Ini adalah kesalahanku, karena tidak mengusut masalah ini lebih dahulu. Terima kasih pada Putri Aika yang sudah membuatku tahu akar dari masalah kapan hari. Dan sebagai Permaisuri aku akan memberikan hukuman yang adil." Permaisuri Chikara menjeda sejenak ucapannya. Sedikit menimang hukuman yang pantas untuk para pembuat masalah itu.


"Aku menjatuhkan hukuman 50 kali pukulan untuk setiap pelayan dan 100 kali pukulan untuk Yutaka dan disusul 100 kali hukuman cambuk." Putus Permaisuri Chikara akhirnya.


Keempat pelayan dan Yutaka membelalak terkejut. Yutaka menatap memelas pada Putri Masako, namun di balas dengan tatapan tajam oleh si empunya. Yutaka baru tersadar ketika tubuhnya telah di seret ketengah lapangan.


Yutaka dan keempat pelayan dipukuli dengan tongkat sesuai dengan perintah dari Permaisuri dan disaksikan seluruh penghuni istana seperti yang dialami Aika waktu itu.


Aika mendekati Putri Masako yang juga ikut menyaksikan jeritan memilukan dari kelima pesuruhnya. "Ini belum seberapa! Masih banyak pembalasan yang akan terjadi disekitarmu. Jadi, bersabarlah dan tunggu saatnya dirimu tiba!" Bisik Aika penuh dengan peringatan.


Setelahnya para pelayan (dari kubu Putri Masako) tidak lagi mau melayani Aika. Akibat dari hukuman pukulan yang di terima keempat pelayan kemarin, mereka masih belum bisa berdiri atau sekedar bangun dari tempat tidurnya. Sedang Yutaka pingsan hampir 3 hari lamanya dan belum dapat berjalan dalam waktu dekat.