The Great Princess

The Great Princess
Pemungutan Suara



Di dalam aula pertemuan, sedang terjadi ketegangan antara Kaisar dengan para Menterinya. Kaisar Hideki terkejut karena baru saja mendengar berita bahwa di Desa Bulan (di bagian utara Kerajaan Sawamura) di kuasai oleh Jendral Banna dari Negara Angin yang disampaikan langsung oleh Jendral Besarnya (Sawamura Ryuichi).


Dan saat ini sedang diadakannya perundingan pasukan manakah yang akan dikirimkan oleh kerajaan untuk kembali merebut Desa Bulan.


"Nara, pasukan mana yang menurutmu pantas untuk perang kali ini?" Tanya Hideki meminta usulan dari Menteri Pertahanan dan Strategi-nya.


"Saya rasa semua pasukan sudah siap di tunjuk untuk setiap peperangan, Yang Mulia."


"Begitukah?" Tanya Hideki memastikan, dan mendapat anggukan dari Menteri bermarga Nara itu.


"Yang Mulia, bolehkah saya memberi saran?" Tanya salah satu Menteri lainnya.


Hideki mengangguk.


"Pasukan Serigala Putih adalah pasukan dengan anggota terbaik, Yang Mulia. Saya mengusulkan mereka." Saran seorang Menteri Hukum, Inoue Hiroshi.


Hideki memberikan fokus perhatiannya pada Menteri Hukum-nya itu, sedikit tertarik dengan usulan tersebut. "Apa alasannya?" Tanyanya.


"Mereka memiliki pemenang duel tahunan selama tiga tahun berturut-turut yang bisa kita andalkan." jelas Menteri itu dengan tenang.


Hideki nampak menimang usulan salah satu Menteri kepercayaan itu. Terlihat disampingnya Pangeran Noya yang sedikit gusar, tidak senang saat pasukan Aika yang diusulkan. Bukan tanpa alasan, ia hanya tidak mau jauh dari ksatria-nya itu.


Daichi yang merasakan aura tidak menyenangkan pada tubuh Noya hanya tersenyum kecil dengan gelengan kepala ringan -tahu dengan jelas apa yang membuat perubahan aura suram itu.


"Saya mengusulkan pasukan Harimau Api yang cocok untuk perang kali ini, Yang Mulia." Celetuk Dotto tiba-tiba, memutus keheningan di dalam aula itu.


Membuat perhatian Kaisar Hideki beralih seketika pada Perdana Menterinya itu.


"Saya juga setuju dengan usulan Perdana Menteri, Kaisar. Menurut saya pasukan Serigala Putih hanya tahu berlatih dan belum pernah berperang. Itu sudah menunjukkan sisi kekurangan dari pasukan mereka. Sedang pasukan Harimau Api telah berkali-kali memenangkan perang untuk kita." Ucap salah satu Gubernur pendukung Dotto.


"Perang kali ini harus dipersiapkan dengan baik sebab bertepatan dengan duel tahunan, Yang Mulia. Bagaimana mungkin juara kita ikut berperang dan meninggalkan kandangnya." Ucap Gubernur lain dengan nada sindiran yang tidak kentara -yang juga pendukung Dotto.


Kali ini bukan hanya Hideki yang diam mempertimbangkan, malah semua Menteri (khususnya kroni dari Dotto) telah setuju dari awal dengan usulan tersebut. Bahkan Noya juga ikut menyetujui usulan itu dengan senang hati. Membuat Daichi tidak bisa menyembunyikan wajah gelinya melihat perubahan suasana itu.


"Kita ambil suara, mana yang lebih pantas Serigala Putih atau Harimau Api?" Usul Daichi memberi solusi. Yang dengan sukses mendapatkan delikan tajam dari Noya.


Pengambilan suara disetujui oleh para peserta rapat. Dari 12 Dewan Kerajaan, 6 dewan memilih Serigala Putih dan 6 lainnya Harimau Api. Sedang dari ke-12 Gubernur semuanya memilih Harimau Api -karena kebanyakan dari mereka berasal dari kroni Dotto dan sisanya hanya ikut-ikutan.


Setelah mendapat suara dari Dewan Kerajaan dan para Gubernur. Hideki meminta pendapat dari kedua putranya yang duduk tepat di samping kanan dan kirinya. Noya tanpa ragu memberikan suaranya untuk Harimau Api sedang Daichi terpaksa memberi usulan yang sama berkat ancaman (delikan) dari adik durhakanya itu.


"Baiklah, berdasarkan suara terbanyak maka pasukan Harimau Api lah yang akan dikirimkan dalam perang kali ini." Ucap Penasehat Negara Sawamura, sebagai perwakilan dari suara Kaisar.


Semua peserta rapat mengangguk setuju.


"Apa menurutmu mereka cocok untuk strategimu, Nara?" Tanya Hideki pada Menteri Nara yang hanya diam ditempatnya.


"Saya rasa siapapun tidak masalah, Yang Mulia." Jawab Nara Seyu (Menteri Pertahanan dan Strategi) dengan sedikit nada keraguan dalam ucapannya.


"Baiklah, aku akan menurunkan perintah untuk kapten mereka untuk memulai persiapan." Putus Hideki akhirnya menutup rapat.


To be Continue..