The Great Princess

The Great Princess
Menuju Kemenangan



Desa Bulan, Provinsi bagian Utara Sawamura


Norio yang sudah sampai di depan gerbang Desa Bulan menatap nyalang Jendral Banna (Negara Angin) yang berdiri tegak di atas benteng. Keduanya hanya berdiam diri di tempat masing-masing tanpa ada yang menyerang dan hanya saling perang tatapan mata tajam.


Hampir satu jam keduanya melakukan hal itu, tanpa melakukan apapun membuat Ukai yang berdiri tepat di samping Norio berkerut bingung. Ukai semakin bertambah bingung saat seseorang datang dan membisikkan sesuatu pada Norio dan mereka diperintahkan kembali ke Chuubu.


"Ukai, bawa seluruh pasukan kembali ke Chuubu!" perintah Norio dengan sebuah kode yang ditujukan untuk Ukai.


Ukai yang mengerti akan kode dari Jendralnya pun membawa pasukan Sawamura menuju hutan yang lebat dengan pohon bambu dan bersembunyi sementara disana, sampai Jendral Norio memberikan perintah lanjutan.


Banna yang melihat pasukan Sawamura mundur menyeringai senang. Bahkan kemudian tertawa bak orang kesetanan. Namun, tawanya segera terhenti saat Iggy (Panglimanya) melaporkan bahwa perbatasan kembali direbut oleh pasukan Sawamura.


"Sial! Mereka menipu kita!" Murka Banna, hampir menonjok wajah Iggy karena kekesalannya.


"Cepat! Kerahkan semua pasukan kita untuk kembali merebut Chuubu!" Perintah Banna yang segera dilaksanakan oleh Iggy.


.


.


.


Chuubu, Perbatasan Utara Sawamura


Daiki yang melihat banyaknya korban dari kroninya segera meminta sisa pasukannya naik keatas benteng untuk berlindung dan membiarkan ksatria Ishikawa yang menyelesaikan sisanya.


Seluruh ksatria Giok Singa dengan sigap bahu membahu memanjat dinding benteng. Sedang kroni Serigala Putih yang melihat cara itu segera mencontek dan saling bekerjasama menaiki benteng.


Kou dan Kiyoshi berhasil naik berkat kerjasama yang bagus, namun Lee yang berpasangan dengan Aika malah nyempil di pojok benteng karena ketakutan. Membuat Aika hampir saja terkena panah dari musuh karena kebodohan rekannya itu.


Namun, karena Aika yang sigap dia berhasil menombak musuh yang hampir memanahnya itu dengan tombak yang menancap pada korban lain yang berada di dekat kakinya.


Aika berlari kearah Lee dan mencoba membantu Lee naik lebih dulu agar ia bisa ditarik naik setelah Lee berada di atas. Namun, lagi-lagi Lee (yang memiliki mental lembek) malah langsung masuk dan mengabaikan Aika yang masih berada dibawah.


"Lee, brengs*k!" Umpat Aika saat melihat dan mendengar Lee berlari sambil berteriak bodoh.


Aika memandang ke sekelilingnya, mencoba mencari seseorang yang bisa membantunya naik keatas benteng. Bahkan disaat seperti ini Kou dan Kiyoshi pun sudah meninggalkannya.


"Sial! Sahabat macam apa mereka yang meninggalkan sahabatnya yang lain." Gerutu Aika yang tak juga menemukan satupun rekannya.


"Oh, Sial! Sial! Sial!" Umpat Aika saat melihat segerombolan musuh lah yang ia temukan, yang juga tengah melihat kearahnya dengan berlari mengacungkan pedang padanya. Tanpa ba-bi-bu Aika langsung lari tanpa tahu arah.


To be Continue...