The Great Princess

The Great Princess
Ep. 42



"Perhatian semua!" Suara lembut Permaisuri Chikara menggema diseluruh penjuru aula. Mengalihkan seluruh perhatian semua orang tertuju hanya padanya seorang.


"Aku dan Putri Masako telah memutuskan bahwa proses seleksi akan dilaksanakan dalam 3 tahapan. Dan untuk tahapan pertama ialah-"


"Memasak! Dan kalian hanya diberikan waktu selama 2 jam untuk membuat 3 jenis hidangan." Lanjut Putri Masako dengan senyum manis yang dibuat-buat.


Dibalik cadar mereka, para gadis nampak terkejut. 2 jam untuk membuat 3 jenis hidangan? yang benar saja, pikir semuanya bersamaan.


"Namun, sebelum seleksi tahap pertama dimulai. Para gadis diwajibkan menulis marga kalian pada selembar kertas yang telah disediakan." Tambah Permaisuri Chikara, hal ini dilakukan guna mempermudah bagi ia maupun Putri Masako untuk memberikan penilaian kedepannya.


Para gadis menuliskan marga mereka satu persatu dan seusai menulis mereka diharuskan kembali ke barisan.


"Jika ada yang melebihi waktu yang ditentukan maka kalian akan tereliminasi." Lanjut Putri Masako lagi dengan sorot mata mengintimidasi tak jua ketinggalan seringai manisnya.


Tanpa dapat melayangkan protes, para gadis digiring menuju dapur istana. Namun, ditengah perjalanan para rombongan justru dihadang oleh Yutaka -yang mendapat perintah dari Putri Masako untuk menahan mereka, agar mengulur waktu sehingga para gadis itu tidak dapat memasak dan kembali dengan kegagalan.


"Mau pergi kemana kalian?" Tanya Yutaka dengan nada menantang, sedikit ada nada menghina disana.


"Kami akan pergi memasak." Sahut salah seorang gadis mewakili yang lain.


"Memasak? Kalian pikir ujiannya semudah itu?!" Cincong Yutaka dengan seringai sinis.


"Apa maksudmu? Kau hanya pelayan, jadi menyingkirlah!" Seru gadis lain yang muak melihat sikap congkak Yutaka.


"Apa maksudmu dengan Pelayan, ha? Aku adalah pelayan spesial yang melayani seorang Putri dan posisiku 1 tingkat dibawah Dayang Kazumi!" Sombong Yutaka sambil menyilangkan tangan dengan dada membusung.


Para gadis itu memutar bola mata malas, hanya seorang gadis bermarga Kaguya lah yang terfokus untuk menyingkirkan kutu pengganggu itu. Sampai...


"Sebaiknya kita pergi." Suruh Kaguya pada para gadis itu setelah memeras otak -mencari ide.


Seluruh gadis menoleh pada satu-satunya gadis yang berada dibarisan paling belakang dengan alis menukik tajam.


"Apa maksudmu? Jika kita kembali bagaimana dengan-"


"Aku punya rencana." Potong Kaguya tenang. Ia membawa langkahnya menjauh dari Yutaka yang sudah memasang wajah penuh kemenangan.


Tanpa banyak protes para gadis itu mengikuti langkah si gadis Kaguya menuju belakang dapur istana untuk mendiskusikan rencana mereka.


"Cekal lengannya dan bawa ia ke bawah pohon persik disana!" Suruh seorang gadis menunjuk dengan dagunya sambil menyeringai sinis.


Dengan sukarela dan senyum yang merekah, para gadis yang lain langsung mencekal lengan Yutaka dan menyeretnya kebawah pohon persik dan mengabaikan pelototan horor Yutaka.


Beberapa gadis lain yang tidak mencekal lengan dengan antusias langsung mengikatkan tali tambang dan tak berapa lama Yutaka telah menempel erat pada pohon persik.


"Dasar gadis-gadis sialan! Lepaskan aku!" Jerit Yutaka mencoba meloloskan diri.


"Dalam mimpimu, P-E-L-A-Y-A-N!" Cemooh salah satu gadis. Kemudian dengan langkah penuh percaya diri mereka memasuki dapur istana mengabaikan Yutaka yang menjerit bak orang gila.


Dari kejauhan si Kaguya menyeringai dari balik cadar-nya dan tak lama kemudian mengarahkan langkahnya mengikuti para gadis yang sebelumnya sudah memasuki dapur istana.


"Bagaimana ini waktunya tidak cukup!?" Keluh seorang gadis bermarga Furoshaki saat mengingat waktu mereka hanya tinggal 1 jam lagi.


"Bisakah kita membuat 3 hidangan dengan waktu yang tersisa?" Timpal gadis lainnya.


"Aku rasa kita semua akan gagal." Rengek gadis lain mulai putus asa.


Si gadis Kaguya menatap beberapa gadis yang mulai merengek itu dan beberapa ada yang hampir menangis. Ia kemudian memutar otak hingga sebuah bohlam lampu imajiner muncul di otak cerdasnya.


"Tenanglah kalian!" Perintahnya kalem, membuat seluruh pasang mata menatapnya dengan alis mengernyit sebagai pengganti tanya mereka.


"Kunci pintunya!"


"Apa kau punya rencana?" tanya salah satu gadis.


Kaguya mengangguk, "Kita buat secara bersamaan. Aku yg akan membagi tugas, karena ada 12 orang maka kita bagi menjadi 3 tim dengan 4 anggota masing-masing. Tim pertama bertugas membuat sup, tim kedua membuat olahan daging dan tim ketiga membuat olahan beras. Setelah semua selesai kita akan membaginya dengan adil. Dan juga sebisa mungkin sisakan waktu 10 menit untuk kita mempercantik hidangan, dengan begitu tidak akan ada yg curiga jika kita semua bekerja sama." Jelas Kaguya panjang lebar.


Awalnya, para gadis itu menyangsikan segala rencana yang diutarakan oleh Kaguya. Namun, seorang gadis bermarga Kazahana menyetujui rencana tersebut.


"Baiklah, mari kita lakukan!" serunya setuju.


Para gadis lain yang memang tak punya pilihan lain pun akhirnya setuju, dan mereka memasak bersama demi bisa melewati ujian pertama mereka.


Bersambung...