The Great Princess

The Great Princess
Ep. 39



Para kandidat calon istri untuk Pangeran Nishinoya telah tiba di hari berikutnya. Mereka ditempatkan diruangan khusus yang hanya beberapa orang saja yang boleh masuk.


Kecuali Putri Masako yang mendapat tugas khusus sebagai pengawas mereka. Yang merupakan kesalahan fatal karena Masako tidak akan menghilangkan kesempatan untuk menyiksa para gadis itu.


Masako menemui mereka pagi ini. Dengan dagu terangkat tinggi ia memulai langkahnya menuju ruangan khusus saat para gadis sedang berkumpul.


Brak!


Gebrakan pada pintu sontak membuat seluruh gadis di dalam ruangan terkejut saat melihat siapa pelaku dari kekerasan pada pintu yang sekarang terbuka lebar.


Para gadis dengan wajah tertutup cadar menunduk hormat saat Masako berjalan angkuh menuju tempat duduk di ujung ruangan.


Mata tajam Masako menyapu satu persatu tubuh para gadis itu. Dia berdecak kecil saat tidak dapat melihat rupa para gadis. Karena peraturan istana yang melarang gadis luar manapun menampakkan wajahnya dan hanya menunjukkan keahliannya dalam tes nanti.


Masako sayangnya tidak menghitung jumlah dari gadis itu yang hanya 11 orang (mewakili 11 Provinsi) yang seharusnya ada 12 perwakilan. Dan tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya gadis terakhir yang terlambat datang itu karena yang semua orang tahu jika mereka pasti Putri atau kerabat para Gubernur Sawamura.


Tak berselang lama para pelayan istana datang membawa meja penuh dengan makanan dan teh herbal untuk para gadis. Yang kemudian disajikan di hadapan masing-masing dari mereka.


"Aku ingin kalian memakan masakan istana yang telah dipersiapkan oleh Permaisuri sendiri!" Perintah Masako datar dengan mata menyorot tajam.


Para gadis itu bergeming, enggan untuk menyentuh makanan atau minuman yang disajikan oleh Masako. Mengapa? Tentu saja karena mereka sudah mendengar kekejaman Masako dari ayah-paman mereka (yang notabene adalah pengikut Dotto).


Brak!


Masako menggebrak meja dengan marah. Ia kemudian berjalan mengitari meja dan mengambil salah satu porsi makanan milik salah seorang gadis kemudian memakannya tepat dihadapan semua gadis-gadis itu.


Sebenarnya Masako melakukan itu untuk menghapus kecurigaan para gadis itu. Kali berikutnya (5 hari kedepan) ia akan memasukan obat kemandulan pada setiap makanan yang diberikannya (3x sehari) dan para gadis itu akan memakannya tanpa curiga.


"Sekarang berlutut dan kalian akan mendapat 20 cambukan karena menghina pemberian Permaisuri!" Lanjut Masako dengan seringai iblisnya, saat melihat tubuh para gadis menegang.


"Apa kalian ingin mendapat lebih banyak cambukan karena tidak menuruti perintahku juga!?" Suara Masako kembali terdengar dalam, penuh dengan penekanan disetiap katanya saat ucapnya tak digubris barang sedikit.


Para gadis itu terdiam. Inilah yang mereka takutkan dari wanita Shimura itu. Ia penuh dengan kelicikan dibalik wajah cantiknya. Dan sekarang mereka baru saja terjerumus ke dalam salah satu rencana busuknya.


"Kau! Kemari!"


Tunjuk Masako pada wanita yang duduk paling ujung. Dengan langkah berat dan gelagat penuh ketakutan gadis itu berlutut dihadapan Masako untuk mendapatkan hadiahnya.


Masako mengadahkan tangannya pada Yutaka, pelayan pribadinya (meminta cambuk) dan segera menggenggam cambuk yang diberikan Yutaka dengan erat. Kemudian mengayunkannya tepat dipunggung gadis itu.


"AKKHHHHH!!!" Jeritan gadis itu menggema di dalam ruangan, membuat gadis lainnya semakin menggigil ketakutan sekaligus meringis iba di balik cadar mereka. Tak merasa iba, Masako justru semakin melebarkan seringai iblisnya.


Dan penyiksaan itu belum sepenuhnya berhenti karena ini baru awal bagi penderitaan mereka. Masih ada 5 hari lagi sebelum hari pemilihan dimulai dan saat hari itu tiba, tak akan ada satupun yang akan ia biarkan tersisa hanya untuk menghirup nafas esok hari.


Aku tidak akan membiarkan wanita manapun terpilih ataupun hamil dan melahirkan keturunan Sawamura selain Aku! tekadnya dalam hati dengan seringai keji yang selalu terpampang apik di wajahnya.


Bersambung...