
Ukai dan seluruh pasukannya kembali ke markas Serigala Putih. Ukai yang notabene adalah pemimpin yang supel, ramah dan bersahabat itu mendadak diam seribu bahasa dalam perjalanan mereka. Sesampainya di depan tenda, para ksatria berdiri membuat barisan tanpa mendapat perintah dari Ukai.
"Aika majulah!" Perintah Ukai dingin, menatap tajam pada Aika.
Tanpa bantahan, Aika maju dan memposisikan diri menerima hukumannya. Ukai hendak memukul punggung Aika dengan rotan sebelum-
"Berhenti, Kapten!" -ucapan Kenji menghentikan gerakan tangannya.
"A..aku ti..tidak berusaha membela Aika! Tapi, orang-orang itu ingin melecehkan Aika di depan para ksatria-ksatria busuk itu." Jelas Kenji dengan wajah yang menunjukkan kekesalan tingkat dewa.
Ukai terdiam, sejujurnya ia juga tahu kalau para anggotanya tidak mungkin melakukan tindakan tanpa adanya aksi dari para ksatria yang pasti lebih dulu mengolok-olok pasukannya. Namun, ia juga tidak bisa berkutik. Ukai adalah Kapten ksatria baru (junior) jadi wajar jika ia di anggap remeh oleh pasukan lainnya yang jauh lebih lama menjadi ksatria.
"Lalu, kenapa jika dia dilecehkan?!" Ucap Ukai datar, memandang tajam satu persatu wajah pasukannya. Membuat seluruh orang itu membelalak terkejut. Bagaimana bisa Ukai berbicara seperti itu? Pikir semuanya kompak.
"Jika kalian merasa marah karena Aika dilecehkan dan kita di hina. Apa kalian mau berduel dengan Gagak Hitam?!" Tantang Ukai dengan mata menyorot tajam, memandang remeh para anggotanya.
"Kalian tahu kenapa Gagak Hitam tidak pernah mengikuti duel tahunan?" Tanya Ukai lagi, kali ini nada suaranya kembali memelan dengan wajah sedikit menunduk. Sedikit merasa bersalah telah menaikkan nada bicaranya sekaligus saat memandangi wajah dengan berbagai arti ekspresi dari anggotanya.
"Mereka masuk ke dalam 3 besar Pasukan Ksatria Warrior Sawamura. Mereka telah berkali-kali bertarung, berperang dan memenangkan puluhan perang untuk Kerajaan Sawamura. Menurut kalian bagaimana nasib ksatria seumur jagung seperti kita jika melawan mereka?!" Jelas Ukai panjang lebar dengan helaan nafas lelah yang kentara.
Semua orang yang berbaris di depan Ukai terdiam membeku. Mereka jelas-jelas tidak tahu dengan informasi itu. Ayolah, mereka adalah ksatria baru yang masuk kurang dari 3 tahun lamanya. Dan bodohnya lagi mereka malah melakukan tindakan bodoh dengan membuat masalah dengan Pasukan Ksatria Elit itu.
Tapi, mereka tidak akan pernah menyesal telah membela salah satu rekan mereka. Meski ada beberapa yang justru menyalahkan Aika karena musibah yang menimpa mereka. Walaupun tidak mereka ucapkan dalam lisan tapi jelas wajah mereka menunjukkan hal itu.
"Hah~ sudahlah! Hukuman kalian adalah mencuci baju semua pasukan selama satu bulan. Dan kita harus bertahan dan menunjukkan kekuatan kesatuan kita." Kata Ukai lagi, kini dengan wajah yang sudah kembali seperti Ukai yang baik hati.
Seluruh pasukan yang tadinya berwajah masam, kini nampak sedikit ceria berkat ucapan terakhir dari Ukai. Bahkan beberapa orang yang tadinya menyalahkan Aika karena masalah ini, tidak lagi memikirkan hal itu. Justru mereka semua berpikir jika masalah inilah yang membuat pasukan mereka akan semakin kuat.
To be Continue...