The Great Princess

The Great Princess
Perkelahian



Aika yang baru mengetahui pengumuman tentang pasukannya yang lagi-lagi disingkirkan dari usulan ikut perang, pundung dan melangkah secara kasar melewati lorong asramanya. Di tengah menyusuri jalan, Aika bertemu dengan kapten-kapten yang lain bersama para gadisnya.


"Hei, bukankah itu si Bodoh." Tunjuk salah satu kapten yang tidak sengaja bertemu pandang dengan Aika.


Semua kapten dan ksatria yang sedang bersenang-senang itu menoleh bersamaan ke arah Aika berdiri dengan berbagai arti tatapan. Mereka kembali memberi title-title baru nan indah bin unik untuk Aika.


"Aika, kau ini sebenarnya cukup cantik. Tapi, kenapa kau memiliki sifat bar-bar yang mengubahmu bak monster jika sudah di lepas? Apa jangan-jangan kau berpura-pura hanya untuk menutupi identitas wanitamu? Dan kenapa kau jauh lebih cantik dari para wanita-wanita ini?" Ucap Tooru panjang lebar meneliti tiap jengkal tubuh Aika. Tentu saja dengan maksud mencemooh.


"Bagaimana jika kita memastikannya?!" Usul Kapten dari pasukan Gagak Hitam (Shimura Kin) dengan senyum aneh diwajahnya dan memberi isyarat tangan kepada anggotanya untuk melepas baju dan membuka celana untuk melihat jenis kelamin Aika.


Aika berusaha melepaskan diri namun segera di tangkap oleh Kin dengan gesit. Dua orang teman Aika yang melihat Aika di keroyok dan dikerjai, Kou (teman pertama) merasa tidak tahan dan mencoba menolong Aika. Sedang Lee (teman Aika yang kedua) berlari ke markas Serigala Putih dan memanggil teman-temannya.


Seluruh anggota Serigala Putih yang melihat dua rekan mereka (Aika dan Kou) yang di keroyok merasa tidak terima dan ikut menerjang. Terjadi baku hantam antar beberapa pasukan ksatria dan semua terlibat perkelahian yang cukup sengit karena dari dua kubu tidak ada yang mau mengalah.


Saat Ukai baru saja tiba ia melihat hampir seluruh pasukannya dipukuli dan babak belur bak telur busuk. Sedang Shouta yang juga baru datang dari aula pertemuan hanya berdiri melihat tanpa mau membuang tenaga menghentikan anggota pasukannya yang mulai menggila.


.


.


.


"Jadi, duel tahunan sudah dimulai?!" Sindir Ryuichi tajam menatap kesepuluh pasukan didepannya.


Semuanya hanya terdiam, mana ada yang berani memberikan pembelaan. Mereka cukup tahu orang seperti apa Jendral-nya itu.


"Ukai!" Panggil Ryuichi pada Ukai yang juga berwajah tak kalah bonyoknya sama seperti anggotanya.


"Pasukan Gagak Hitam-lah yang pertama kali memprovokasi." Ucap Ukai membela diri dengan wajah yang tidak menunjukkan ketakutan sedikitpun.


"Jika kau merasa di hina seharusnya kau melakukan duel dengan yang menghinamu. Bukan menyerang yang lain." Celetuk Shouta setengah jengkel karena anggota pasukannya juga ikut kena amukan Ukai.


"Cukup! Ukai, kau tahu apa yang harus kau lakukan. Begitu juga dengan Kapten yang lain. Setelah semua selesai seluruh Kapten yang terlibat, langsung menghadapku! Bubar!" Perintah Ryuichi datar, dingin, dan tajam lalu berbalik pergi.


To be Continue...