The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Siapa Kamu??



Biran berusaha bangun dari posisinya namun dia kesulitan Lily dan Erina membantunya untuk duduk


"Biran Yuka kan sudah bilang kamu jangan banyak bergerak sayang" ucap Erina


"tapi Biran pegel mah harus rebahan mulu,, lagian tante dokter juga gak ada disini kan"


"Biran kamu itu ya kalau dibilangin" tambah Lily


Biran yang sudah tahu dengan keadaan kakinya hanya bisa pasrah dan menerimanya


Evan dan Vanya terkejut kala melihat keadaan Biran wajah mereka mempertanyakan keadaan Biran


"tante dokter bilang karena lukua dikaki aku parah jadi aku mengalami kelumpuhan tante dokter masih harus memeriksa keadaan kaki aku apakah aku lumpuh permanen atau hanya sementara" jawab Biran yang tahu dengan raut wajah Evan dan Vanya


"Biran,, maaf harusnya aku yang mengalami semua itu"


"sudahlah yang sudah biarlah berlalu"


"Biran kamu harus istirahat sayang"


"mah mana papa??"


"papa disini" jawab Faiz baru datang


"pah Biran bosan dikamar terus Biran mau jalan jalan ketaman rumah sakit bolehkan??" Biran tahu Lily dan Erina tidak akan mengijinkan Biran keluar jadi dia minta ijn papanya


"sayang tapi tante dokter masih belum mengijinkan kamu banyak bergerak"


"pah Biran mohon"


"Biran boleh keluar asalkan dia tidak kecapean" ucap Mizuki baru datang seketika wajah Biran langsung terlihat ceria


***


ditempat lain Hiro seperti mencari sesuatu didalam komputer


setelah lama mengutak atik dia menemukan rekaman cctv yang membuat matanya membulat


"jadi dugaan ibu memang benar tapi siapaa dia?? apa maunya?? dan apa yang akan dia dapatkan dengan menlakukan semua itu??"


dengan segera Hiro mengcopy rekaman itu ke plesdis yang dia bawa dan segera pergi dari tempat itu sebelum ada orang yang tahu


Hiro menelopon sesorang


"bisa kita ketemu??"


(............)


(.......)


"aku akan kirim alamat tempat kita ketemu"


tut....tut....tut....


****


Faiz menggendong tubuh Biran dan mendudukannya dikursi roda


"pah biar Lily yang bawa Biran jalan jalan"


"iya sayang hati hati ya"


"aku boleh ikut??" tanya Evan


"aku tidak mau melihat wajah gadis itu karen dia adikku harus terluka bukan hanya sekali tapi dua kali dua kali dia merebut cinta adikku"


"Vanya"


"aku baik baik saja pergilah saat ini Biran lebih membutuhkan kamu"


Vanya memutuskan pulang setelah Biran dibawa Lily ke luar dan Evan ikut dengan mereka


Biran yang selalu ceria kini malah menjadi pendiam dia bahkan terlihat sangat murung


Lily mendorong kursi roda Biran sedangkan Evan berada dibelakang mereka


"Biran aku ingin kamu segera sembuh"


"kak Lily maaf"


"untuk apa kamu minta maaf??"


"aku tahu kak Lily masih belum sehat benar,, bukankah selama ini jika aku yang terluka maka kak Lily yang akan merasakan sakitnya"


"siapa yang mengatakannya??"


"kak Maria kemarin dia datang menjenguk aku sama om Bintang dia bilang kak Lily sampai drop gara gara skoc dengan kondisi aku"


"Maria" Lily mulai kesal dengan sikap Maria


"karena aku juga acara pernikahan kak Maria dan kak Rangga harus ditunda"


seketika Lily menoleh kearah Biran,, memang benar Maria dan Rangga menunda pernikahan mereka karena Maria merasa sangat tidak enank jika melangsungkan pernikan sedangkan Biran yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri masih terbaring dirumah sakit dalam kondisi yang tidak memungkinkan.