
beberapa hari kemudian Faiz dan Erina mengajak keluargannya liburan ke Bangka sesuai dengan rencana mereka sebelumnya
semua irang sudah siap
sesampainya diBandar Faiz langsung Check in
***
setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya mereka sampai di bandara Bangka
mereka segera pulang dan istirahat
****
suasana elegan dan kesan mewah itulah bungalow milik keluarga Jordan dengan sentuhan gaya Eropa
dihalaman belakang ditepi kolam renang ada gazebo Lily berjalan kearah gazebo itu
ketika Lily duduk disana Hiro datang menghampiri Lily
"kamu kenapa disini malam malam gini??" Hiro mendudukan diri disebelah Lily
"entahlah aku bingung harus berbuat apa agar Biran bahagia,, aku tahu dibalik senyum dan tawanya itu ada kesedihan yang sangat mendalam namun Biran berusaha menyembunyikannya" Lily menundukan kepalanya
"percayalah Biran akan bahagia dia akan mendapatkan kebahagian yang pantas untuknya"
***
keesokan harinya Faiz mendapatkan undangam dari kliennya malam ini Faiz dan Erina berencana menghadiri acara pertunangan anak dari kliennya tak lupa mengajak Biran dan Lily Hiro tidak bisa ikut karena dia ada janji dengan Rayan
dekorasi yang elegan membuat semua mata terpanah menatapnya
kini mereka sudah sampai dilokasi
"pak Faiz senang anda bisa hadir" ucap seorang pria yang menghampiri Faiz
"iya tentu saja aku harus hadir lagi pula anda sudah mengundangku" balas Faiz ramah mereka tertawa
tak selang lama seorang gadis cantik keluar digandeng seorang pria tampan
"ah itu putriku Vanya dan tunangannya Evan"
seketika mata Biran berkaca kaca,, bagaimana bisa Biran menyaksikan cintanya bertunangan dengan wanita lain
Lily menatap Biran dengan penuh simpati Lily tahu benar bagaimana Biran dikhianati oleh Morgan dan ditinggalkannya demi Vanya
Erina dan Faiz tak kalah terkejutnya ketika melihat Evan yang menggandeng Vanya dalam hati mereka menangis ditambah Biran ikut dengan mereka
beberapa menit kemudian acara inti dimulai Evan dan Vanya akan menukar cincin pertunangan mereka
Biran yang baru kembali dari toilet berusaha menyembunyikan tangisnya dan berusaha tersenyum
Evan memakaikan cincin dijari manis Vanya,, Vanya mengambil cincin untuk dipasangkan dijari manis Evan
debuah lampu yang cukup besar bergoyang talinya yang tidak kuat menopang beban,, lampu itu tepat berada dikepala Evan Biran melihat dengan jelas lampu itu akan jatuh
jika lampu itu jatuh maka Evan tidak akan bisa selamat
pandangan Biran kemana mana sesekali Biran menatap Evan dan keatas melihat lampu itu
pikiran Biran sudah buyar,, Biran bingung harus berbuat apa sedangkan tali lampu itu sudah tidak bisa berlama lama lagi menahan bena dari lampu itu
Evan memasangkan cincin dijari Vanya semua orang tepuk tangan Vanya menepi untuk memeluk sang ibu dan menemui sang ayah sedangkan Evan masih ada diposisi uang sama
Biran kembali menatap keatas tali lampu itu sudah semakin rapuh tanpa berpikir lagi Biran langsung berlari kearah Evan
"Evannnnn!!!!" teriak Biran sambil berlari
semua mata memandang Biran yang tengah berlari
melihat Biran Vanya kembali mengingat kejadian dimana dia harus gagal menikah dengan Morgan dia takut kalau hal itu akan terulang lagi
"Biran??" Evam tidak menyadari apa yang akan terjadi padanya dalam hitungan detik
Biran mendorong tubuh Evan sampai Evan terjatuh dan Brukk.... lampu itu jatuh menimpa Biran
"Birannnnnnn!!!" Teriak Evan histeris
"Biran!!!!"teriak Erina dan Faiz tak kalah histeris
sedangkan Lily diam mematung tak mampu berkata kata lagi melihat adik yang selama ini dia lindungi celaka
dengan segera Evan berlari mendekati Biran darah tak berhenti keluar dari tubuh Biran
Vanya terkejut menyaksikan hal yang terjadi didepan matanya
walaupun darah terus keluar dari tubuh Biran namun Biran masih sadarkan diri
Evan memeluk tubuh Biran yang penuh dengan darah
"E... Ev...Evan ak....aku sa....sang....sangat me...men.....cin...tai... ka...mu" Biran perlahan menutup matanya
"Biran Biran bangun,, Biran aku mohon bangun Biran aku maafkan aku aku benar benar minta maaf Biran bangun aku juga sangat mencintai kamu aku tidak bisa hidup tanpa kamu" Evan menangis histeris.