
Miki terlihat putus asa dia terlihat sangat kacau Miki berjalan menyusuri jalanan kota Makasar dia tidak tahu kemana dia akan pergi
Miki menghentikan langkahnya kala melihat Erina bersama Maria sedang duduk ditaman makan es cream dengan penuh kebahagiaan
Miki menghampiri Maria dan Erina
"Maria Erina" panggil Miki
sontak Maria dan Erina menatap kearah Miki,, sesekali Erina menatap wajah Maria yang terlihat membenci ibunya
"jadi ini,, ini yang kamu lakuin sama aku selama aku nggak ada di Makasr??" tanya Miki lenuh emosi
"maksud kamu aku nggak ngerti??" tanya Erina tidak mengerti arah pembicaraan Miki
"kamu kamu sengajakan ngedeketin Maria putriku agar kamu bisa balian sama Bintang dan ngerebut suami aku dari aku!!"
"a..apa maksud kamu??"
"jangan pura pura bego deh aku tahu kamu masih mencintai Bintangkan??"
"Mik kamu nggak malu apa sama usia kamu masa iya aku mau ngerebut Bintang dari kamu setelah aku mendapatkan pasangan yang sempurna seperti Faiz"
"jangan belaga so suci kamu!!!"
Plakkkk
Miki menampar pipi Erina keras
Erina memegangi pipi yang yang ditampar Miki dengan rambut yang menutupi wajah Erina
"dasar kamu wanitaxxxxxxx!!!" emosi tak bisa Miki bendung lagi
"Cukup bu!! masih belum pusa ibu nyakitin tante Erina!!!??" bentak Maria tanpa rasa ragu
"menghancurkan keluarga kita?? hahhh lucu sekali,, bukankah keluarga kita memang sudah hancur sejak ibu meninggalkan papa??"
"Maria kamu sekarang berani ngebantah ibu??"
"ngebantah?? ibu bilang aku ngebantah ibu?? konyol"
"Erina kamu apakan putriku sampai dia berani melawan ibu kandungnya sendiri!!!" tangan Miki sudah siap menampar Erina lagi namun Maria menghentikannya dan menahan tangan Miki
"Maria" suhut Miki pelan
"mau sampai kapan ibu menyalahkan orang lain atas semua kesalahan yang ibu lakukan?? ibu lupa yang merebut papa Bintang itu bukan tante Erina tapi ibu ibu yang sudah memaksa papa menikahi ibu dan sekarang ibu masih menyalahkan orang lain??"
sontak Miki semakin marah darahnya semakin mendidih
"Miki kita sudah tidak muda lagi,, Miki aku hidup dimasa kini dan akan melangkah ke masa depan bukan hidup dimasa kini dan melangkah ke masa lalu,, jika rumah tangga kamu hancur maka itu salah kamu karena kamu tidak bisa membinanya dengan baik sejak aku meninggalkan Makasar sejak saat itu juga aku sudah memutuskan semua hubungan aku dengan Bintang" jelas Erina
"terus kenapa kamu kembali lagi??"
"aku kembali hanya untuk Faiz bukan untuk Bintang,, Bunda mengabari aku kalau Faiz selalu mencari aku jadi aku kembali"
"bohong kami bohong"
"terserah kamu,, tapi kamu ingat saat ini usia Maria menginjak 25 tahun sedangkan putriku yang terpaut usia 1 tahun dengan Maria kini genap berusia 24 tahun itu artinya kita sudah tidak muda lagi Miki. sampai kapan kamu mau hidup dimasa lalu?? itu adalah pilahan kamu kamu mai hidul dimasa lalu atau dimasa depan satu lagi mengenai Maria harusnya kamu tahu apa yang membuat Maria seperti ini??"
Erina pergi berlalu meninggalkan Miki dan Maria
Maria juga ikut berlalu meninggalkan Miki
Miki duduk dikursi taman tempat Maria dan Erina duduk tadi Miki menangis tangisnya semakin kencang mengingat semua yang sedang terjadi didalam hidupnya.