The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
complement the wedding



selesai makan malam Erina langsung kekamar dia madi dan pakai baju


Erina kesulitan menaikan sleting bajunya Faiz datang dia memeluk Erina dari belakang


"aku mau kasih kamu sesuatu" bisik Faiz


"apa??" tanya Erina Faiz memangkan kalung berlian dileher Erina


"kamu cantik" ucap Faiz menaikan sleting baju Erina


Erina menghela nafas panjang


"Faiz" panggil Erina


"hhmm??" jawab Faiz


"maaf aku merenggut kebahagiaan kamu sebagai suami aku" Faiz terkejut mendengar ucapan Erina


"Erina aku sudah bilang kalau aku akan menunggu kamu sampai kamu siap" jawab Fazi


"sampai kapan?? sampai kapan aku harus bersikap egois Faiz??"


"Erina aku tahu pernikahan kita terjadi bukan karena didasari cinta" Erina menutup mulut Faiz dengan tangannya


"Faiz aku siap untuk melengkapi pernikahan kita" Faiz bahagia mendengar pernyataan Erina namun Faiz juga sedih jika Erina terpaksa menerimanya


"Erina..." Faiz belum sempat menyelesaikan kalimatnya


"Faiz aku juga wanita bagi wanita yang sudah menikah kebahagiaannya tidak akan lengkap tanpa kehadiran seorang anak" sopntan Faiz memeluk Erina


akhirnya pernikaha Erina dan Faiz lengkap malam itu Erina menyerahkan kehirmatannya pada sang suami Faiz.


walaupun Erina masih belum siap sepenuhnya tapi Erina tidak mau menyiksa Faiz terus terusan sejak malam itu Erina dan Faiz tidur seranjang.


pagi Harinya Faiz membawakan sarapan untuk Erina,, Erina masih tertidur karena kelelahan bahkan tubuhnya masih polos tanpa pakaian hanya selimut yang menutupi tubuh polosnya.


"terima kasih Erina kamu sudah bersedia melengkapi pernikahan kita" Faiz mengusap lembut kepala Erina dan mencium kening Erina


Erina terbangun ketika dia membuka matannya yang pertama kali dia lihat adalah suaminya


"Faiz" ucap Erina


"aku bawakan kamu sarapan" jawab Faiz


"maaf aku kesiangan" Erina bagun dan duduk dia menarin selimut untuk menutupi tubuh polosnya


"terima kasih kamu sudah bersedia melengkapi pernikahan kita" ucap Faiz


"cepat atau lambat aku memang harus menyerahkan kehormatan aku sama kamu yang menjadi suami aku Faiz" jawab Erina


"ya sudah sebaiknya kamu mandi dan sarapan aku akan ke hotel masalah resto untuk hari ini biar aku yang urus kamu istirahat aja"


"Faiz"


"Erin aku tahu kamu sangat lelah bahkan semalam kamu ketiduran sebelum selesai" Erina tertunduk malu


"aku pamit ya" Erina mencium tangan Faiz


Faiz pergi untuk bekerja Erina segera kekamar madi selesai madi Erina sarapan dia terharu ketika mendapatkan perlakuan istimewa dari Faiz


setiap kali dia mengingat apa yang telah terjadi tadi malam wajah Erina berseri seri tersipu malu


siang hari Faiz pergi ke resto


"selamat siang tuan" sapa pegawai


"siang" balas Faiz


"nona Erina hari ini tidak hadir apa dia sakit??"


"aku nyuruh dia untuk istirahat kasihan kalau Erina harus ngurus resto dan butik bunda ditambah lahi Jordah Grup"


"iya tuan benar nona Erina sangat sulit untuk istirahat"


Sore harinya Erina sudan nunggu kepulangan sang suami sembari masak menyiapkan makan malam.


terdengar suara mobil Erina segera melihat keluar dan benar saja itu Faiz


Erina menyambut kepulangan Faiz dengan hangat


"hei ada apa kenapa kamu jadi berubah?? jangan bilang kamu mau lanjutin yang semalam" goda Faiz


"apaan sih Faiz" wajah Erina memerah


"udah mandi gih bau acem"


"iya iya aku mandi"


Faiz segera masuk ke kamar diikuti Erina.