The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Burnt



Faiz senang Erina sudah kembali ceria seperti biasanya dan melupakan semua kesedihannya


Faiz merencanakan makan malam romantis untuk Erina


Faiz menuntun Erina berjalan mata Erina sengaja ditutup


Faiz membuka penutup mata Erina ketika Erina melihat semuanya dia sangat terkejut


mereka makan malam selesai makan malam Faiz menggendong Erina kekamar


ternyata Bintang diam diam mengintip


pagi harinya ketika semua Miki Laura dan Sasya tidak ada dirumah


Bintang berisaha mengintip kamar Erina dan Faiz


Bintang melihat tubuh Erina dan Faiz yang polos hanya diselimuti selimut membuatnya sangat emosi


"Faiz kamu mau ngapain??" tangan Faiz mulai merajalela


"kamu tahu apa yang aku mau Erina" Faiz membalikan tubuh Erina kearahnya


"apa yang akan dia lakakan pada Erinakku!!??" Bintang sangat kesal melihatnya


"Faiz kamu gak cape apa??"


"aku gak akan pernah cape"


"apa yang bikin kamu samapi kuat kaya gini sih Faiz??"


"kamu,, cinta tulus kamu yang bikin aku jadi kuat"tubuh Faiz sekarang sudah ada diatas tubuh Erina


"beraninya dia!!!!" Bintang semakin kesal


sedangkan Erina dan Faiz sangat menikmati adegan yang mereka lakukan


terdrngar suara tawa Laura dan Sasya Bintang segera pergi dari tempanya berada sekarang


"Laura Sasya mana Miki??" tanya Bintang basa basi


"entah dari tadi kami gak sama Miki" jawab Sasya


"iya lagian sejak Miki nikah dia gak pernah tuh bareng bareng sama kita lagi" tambah Laura


Bintang pergi Laura dan Sasya juga pergi


"Erina leher kamu kenapa kok merah gitu??" tanya Laura


"ahh tida apa apa kok" Erina menutupi tanda merah dilehernya


"Laura Laura makannya cepetan nikah biar kanu tahu apa arti tanda merah dileher Erina" ucap Miki baru datang


pipi Erina memerah dia segera pergi


"Erina" panggil Miki menghentikan langkah Erina


"iya" jawab Erina


"kamu gak perlu malu malu gitu aku tahu kok semuanya" Miki menghampiri Erina


"pasti kamu sangat suka dengan adegan semalam ya" bisik Miki


"apa maksud kamu??" Erina pura pura tidak tahu


"santai aja aku sama Bintang juga sering kok kaya kamu sama Faiz walaupun kadang aku yang mimpin,, tapi Bintang sangat keren aku gak tahu apa Faiz sekeren Bintang atau tidak,, ya aku akui Faiz emang lebih tampan gayanya lebih keren dari Bintang tapi belum tentun kalau itunya Faiz lebih keren dari Bintang" Miki sengaja ingin membuat Erina cemburu tapi nyatanya Erina tidak cemburu


"kalian ngomong apaan sih??" tanya Sasya


"iya bikin kita bingung deh" tambah Laura


"kalian yang masih sendiri sebaiknya diam jangan ikut campur!!" bentak Miki


"Erina ada apaan sih kok ribut ribut??" tanya Faiz


"tahu tuh mereka" jawab Erina


"aku kemarin janji sama Ayah kalau aku akan bantu ayah hari ini,, kamu gak apa apakan??" tanya Faiz


"gak apa apa kok" jawab Erina


"aku pamitnya" Faiz memeluk Erina mencium kening Erina,, Erina mencium tangan Faiz


Faiz pergi Erina memandang kepergian sang suami sampi tak terlihat


"Sweet banget sih mereka,, kapan ya aku bisa kaya Erina sama Faiz??" tanya Laura pada dirinya sendiri


"iya aku juga udah lelah sendirian terus aku juga mau punya keluarga,, aku juga mau punya suami sebaik dan seferpeck Faiz" tambah Sasya


"terus aja ngekhayal" ucap Miki sinis