
selesai madi Erina dan Faiz memutuskan untuk pulang
sesampainya dirumah Faiz dan Erina dijutkan dengan kehadiran sorang gadis yang tak beda jauh usianya dengan Erina
"Reina" panggil Faiz Erina melihat ke Faiz dan Reina
"ahh Faiz kamu udah pulang,, waw Faiz rumah kamu besar banget" jawab Reina
"ngapain kamu disini??" tanya Faiz
"mana gak ngasih kabar duli lagi" lanjut Faiz
"kan aku mau ngasih kejutan" jawab Reina memengang tangan Faiz
"Faiz siapa dia??" tanya Erina
"aku Reina aku sepuluhnya Faiz" jawab Reina
"sepupu angkat" Faiz terlihat sangat kesal
"oke,, siapa perempuan ini Is kenapa malam malam gini kamu bawa perempuan pulang kerumah kamu apa kata orang nanti mereka pasti akan bergosip kalau kamu berzinah" ucap Reina sinis
"orang akan mengatakan itu jika aku melakukannya degan perempuna yang menyandang status orang asing" jawab Faiz
"maksudnya??" tanya Reina
"Erina dia istriku puas" tegas Faiz
"ayo Erina kamu harus istirahat kamu gak boleh kecapean"
"iya"
Erina dan Faiz berjalan kekamar langkah Faiz terhenti kala dia mengingat Reina
"ohh iya jangan kamu seenaknya disini,, ini bukan rumah aku tapi ini kediaman keluarga Jordan" Faiz kembali melanjutkan langkahnya
Erina masuk keruang ganti berniat mengganti baju dia terkejut kala Faiz memeluknya dari belakang
"Faiz kamu ngapain??" Erin berusaha melepaskan dirinya
"aku masih belum pusa tadi terlalu singkat" jawab Faiz
"apa??"
"bukannya gitu tapi..."Erina belum sepmat menyelesaikan kalimatnya Faiz langsung menggendong Erina dan membaringkannya di ranjang
"Faiz kamu..." lagi lagi Erina tidak sempat menyelesaikan kalimatnya tubuh Faiz sedah menindih tubuh Erina
Faiz langsung mencium bibir Erina,, akhirnya apa yang Faiz inginkan terjadi lagi seakan Faiz benar benar tidak puas walaupun sebelumnya mereka seudah melakukan kegiatan itu dalam waktu yang cukup lama.
dikamar Reina
Reina terlihat sangat kesal dengan sikap Faiz
"ahhh!!" teriak Reina
"kenapa Faiz kenapa kamu malah menikahi gadis itu,, apa salah aku sampai kamu tidak pernah bisa melihat cintaku?? apa karena aku sepupuh kamu?? tapi aku kan bukab sepupu kandung kamu aku cuman sepupu angkat kamu" Reina terlihat sangat marah
pagi harinya Faiz dan Erina sudah ada dimeja makan kala Reina baru datangg
"Reina ayo sarapan" ucap Erina
"iya" Reina langsung duduk di depan Faiz
"Erina" panggil Faiz
"sebaiknya hari ini kamu istrahat aja kamu pasti lelah setelah semalam" ucap Faiz
"aku baik baik aja kok" balas Erina Reina menatap mereka sinis
"Erina aku tahu kamu lelah karena apa yang aku lakukan,, aku terlalu memaksakan keinginanku sama kamu"
"Faiz itu bukan kesalahan kamu,, lagi pula aku akan berdosa jika aku menolak keinginan suamiku" Erina memegang tangan Faiz
"maaf kamu harus melayaniku dua kali dalam sehari" Reina semakin emosi mendengar pembicaraan Faiz dan Erina
Reina tiba tiba pergi meninggalkan meja makan
"Reina" panggil Erina
"biarkan saja dia emang kaya gitu ngeselin orangnya" ucap Faiz masih bisa didengar oleh Reina,, hati Reina semakin terbakar api cemburu melihat Faiz dan Erina menebar keharmonisan mereka.
Faiz pergi bekerja sedangkan Erina pergi kerumah lama yang dia tinggali sewaktu dia masih SMA
kini rumah itu sudah layak dihuni karena Jordan merenovasi rumah itu,, Erina menjadikan rumah itu untuk dihuni anak anak jalanan kini rumah itu bukan hanya layak huni tapi cukuo luas juga.