The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Verel's return



"tuan muda selamat datang kembali" ucap bibi


"mana kak Erina??" tanya Verel


"ada apa?? kamu gak bisa ngenalin aku??" tanya Erina


Verel langsung memeluk Erina


"udah sana masuk istirahat" ucap Erina


"kamu mau kemana kak??" tanya Verel


"mau kebutik"


"oke,, ohh iya kak Dirga mana??"


"jam segini Faiz masih kerja lah"


Verel mengangguk


Erina segera berangkat kebutik


keesokan harinya Laura datang kerumah Erina


"hai Laura,, mana Sasya?? tumben gak sama dia" ucap Erina


"tahu sejak dia punya pacar dia jadi jarang ngajak jalan sama aku" jawab Laura


"apa Sasya punya pacar?? sejak kapan??"


"sebenarnya si Sasya udah dijodohin sama anak dari rekan bisnis papanya dan saat cowok itu ketemu sama Sasya mereka langsung cocok"


"o waw gak nyangka banget Sasya" Erina dan Laura tertawa


"kak aku mau keluar bentar ya" pamit Verel Laura melihat Verel dia tidak bisa mengedipkan matanya kala melihat sosok Verel yang tampan


"oke jangan pulang larut malam" jawab Erina


"siap kak" Verel pergi


"Eri siapa dia?? aku baru lihat??"


"adik sepupuh aku namanya Verel"


"ohhh"


"dia baru pulang kemarin siang"


"eh?? pulang?? emang dia dari mana??"


"Verel kuliah di Swedia dia baru menyelesaikan kuliahnya"


Laura mengangguk ngangguk kan kepalanya


Erina sudah tahu kalau Laura terpikat oleh adik sepupuh nya itu,, Erina hanya tersenyum melihat Laura


selama ini Erina tidak pernah mengatakan apapun tentang Verel karena bagi dia masalah pribadi apa lagi kalau menyangkut keluarga tidak suma orang tahu dan Erina selalu acuh kala public menanyakan masalah pribadi.


Hubungan Verel dan Faiz terjalin sangat baik jadi Erina tidak khawatir ketika dia memberitahu kalau dia sudah menikah dengan Faiz


ketika malam tiba Faiz Erina dan Verel kumpul diruang keluga mereka asik main games seakan mereka masih anak kecil.


"hei awas kalian aku akan kalahkan kalian"ucap Erina pokus dengan permainannya


"aku yang akan menang kali ini" balas Faiz


"permisi kak aku numpang lewat" tanbah Verel


"hei awas kamu ya"


malam semakin larut akhirnya mereka istirahat


3 hari kemudian Erina memperkenalkan Verel sebagai direktur pelaksana di Jordan Grup


semua orang menyambut Verel dengan baik


"oke Verel aku mempercayakan semuanya sama kamu,, jangan kecewakan aku" ucap Erina


"tentu kak aku akan berusaha untuk memberikan yang terbaik aku untuk perusahaan ini aku juga gak akan ngecewain kak Erina" jawab Verel


"oke itu yang aku harapkan"


Erina mengantar Verel keruangannya



"ini ruangan kamu kalau kamu gak suka sama desainnya nanti kakak akan ubah" ucap Erina


"iya kak Erina udah tahukan ruangan kaya apa yang aku suka" jawab Verel


"oke kamu tenang aja ini cuman ruangan sementara kamu kok,, rungan kerja kamu lagi diperbaiki desainnya sesuai yang kamy suka"


"makasih kak"


setelah ruangan Veler diperbaiki ternyata Verel punya kedudukan yang sangat penting


Erina membawa Verel ke ruangan CEO dimana posisi ayahnya dulu akan diisi oleh Verel.



"ini ruangan kamu Verel" ucap Erina


"ini kan..."


"iya dulu ini ruangan ayah tapi sekarang ini akan jadi ruangan kamu,, iya kamu akan jadi CEO muli hari ini"


"kak Erina"


Erina mengedipkan matanya perlahan menandakan kalau semua ini benar.