
Lily dan Rayan masih mengurus masalah dengan Morgan yang akan berakhir hari ini
Biran kini mulai mengurus perusahaan dan berhenti dikarirnya sebagai artis
Biran duduk dikursinya dan memandang keatas pikirannya kemana mana
malam hari Lily masih ada diklinik kebetulah Hiro ada disana
hujan turun dengan deras disertai petir jendela ruangan Lily terbuka Lily kewalahan menutup jendela nya
Hiro datang menghapiri Lily dari belakang Lily tidak sadar dengan kedatangannya Hiro membatu Lily menutup jendelanya namun sekilas Hiro terlihat seperti memeluk Lily
seseorang datang memergoki mereka dia mengambil foto mereka
"dr.Lily dr.Hiro apa yang kalian lakukan??" tanya direktur klinik itu
"aki hanya membantu dr.Lily menutup jendela" jawab Hiro
"alasan yang bagus"
"maksud bapak??" tanya Lily
"ini tempat kerja bukan rumah yang bisa kalian jadikan tempat untuk bermesraan"
"apa yang bapak katakan??"
"dr. Lily siapapun akan tahu dengan apa yang kalian lakukan,, apa lagi kalain inikan bukan suami istri tidak sepantasnya kalian melaukan hubungan itu"
"sepertinya bapak sudah salah paham" bantah Hiro
"salah paham?? apanya yang salah paham semuanya sudah terlihat dengan jelas saya tidak mau klinik ini tercemar"
"bapak mau pecar Lily??"
"jika kamu mau tetap bekerja disisi maka kalian harus menikah"
"apa menikah tapi??"
"kalau tidak menikah ya kamu akan saya keluarkan mudah"
direktur pergi
Lily duduk lemas pikirannya hancur karena keputusan direktur
pekerjaan ini adalah pekerjaan yang sangat Lily inginkan tapi kini Lily harus kehilangan pekerjaan ini karena kesalah pahaman
"Lily maaf karena aku kamu jadi..."
"tidak Hiro mungkin ini yang terbaik"
"maksud kamu??"
"aku tidak bisa kehilangan pekerjaan aku tapi tidak mungkin juga aku menikah dengan kamu"
"kenapa tidak bekerja ditempat lain saja??"
"maksud kamu??"
"aku ada tawaran bagus dari Kanada tadunya aku mau kasih ke teman lama aku dia juga dokter kecantikan tapi sepertinya kamu lebih membutuhkannya"
"benarkah??"
"sangat"
Lily mulai meremcanakan berja di Kanada walaupun Erina dan Faiz tidak menijinkan Lily ke Kanada namun Lily terus membujuk meka hingga mereka menjinkan Lily berangkat ke Kanada
seminggu kemudian Lily berangkat ke Kanada sedangkan Hiro sudah menunggunya di Kanada
setelah melewati perjalanan yang panjang Lily akhirnya sampai
keesokan harinya Lily pergi ke rumah sakit khusus kecantikan dan Lily diterima
Lily sangat bahagia dia berja dengan sangat baik hari demi hari Lily lewati dengan penuh semangat
hari ini Lily berencana kepesta ualng tahun direkturnya bersama Hiro di sebuah hotel mewah
"maaf aku harus melakukan ini" ucap seorang pria memasukan obat kedalam minuman
"nona tuan silahkan" pelayan menyajikan minuman ke Lily dan Hiro
Lily dan Hiro mengambilnya mereka minum minuman yang mereka ambil
setelah meminum minuman itu kepala Lily terasa pusing dan jatuh pingsan
Hiro membawa Lily kekamar
keesokan harinya Lily terbangun merasakan sisa sisa sakit dikepalanya
saat Lily membuka matanya dia tersadar tubuhnya polos tanpa pakaian
Lily menangis dia menelepon Hiro
dengan segera Hiro datang
"Lily" Hiro melihat Lily menangis masih dalam keadaan tubuh polos sambil duduk dengan memegang selimut untuk menutupi tubuhnya
"Lily apa yang terjadi?? siapa yang melakukan semua ini sama kamu??" tanya Hiro
"aku tidak tahu,, aku sangat hancur aku kotor!!" teriak Lily disela sela tangisnya
"Lily aku akan cari tahu siapa yang berani melakukan semua ini sama kamu" Hiro memeluk Lily
"percuma saja karena itu tidak akan bisa mengembalikan apa yang telah dia renggut dariku,, sekarang apa yang harus aku katakan pada mama dan papa??" Lily masih menangis histeria
Lily maaf kamu harus menerima fakta kalau kamu telah ternoda walaupun faktanya kamu masih suci,, Lily aku tidak punya pilihan lain selalin ini. ucap Hiro dalam hati
tak tega melihat Lily menangis histeris Hiro ikut terbawa suasana
"Lily katakan pada orang tua kamu kalau kamu akan menikah denganku"
"apa tapi kenapa??"
"aku tidak ingin ada yang tahu tentang apa yang terjadi sama kamu apa lagi jika keluarga kamu samapai tahu mereka pasti akan sangat hancur"
"Hiro"
"aku akan keluar sementara itu pakailah pakaian kamu"
Lily mengikuti apa yang Hiro katakan
Lily maaf karena aku menjebak kamu sekarang kamu jadi terjebak dalam rencana aku tapi sungguh Lily kamu masih suci kamu tidak ternoda karena semalam saat aku membawa kamu kekamar ini aku hanya melepaskan semua pakaian kamu dari tubuh kamu tanpa menyentuh kamu sedikitpun. aku bukan Aqsa yang selalu memaksa untuk berhubungan badan atau pun memaksa kamu untuk berciuman. ucap Hiro dalam hati.