The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
sick



Lily masih dirumsumah sakit diperiksa oleh dokter


"dok gimana anak kami??" tanya Faiz cemas


"taun tidak perlu cemas Lily hanya demam ya seperti yang kita ketahui Lily pasti akan demam jika dia scok melihat ular" jawab Dokter


"syukurlah jika Lily tidak apa apa" ucap Erina


"saya akan memberikan resep obat untuk Lily"


"apa Lily bisa pulang??"


"tentu tuan Lily tidak perlu dirawat namun tetap Lily harus banyak istirahat"


"baik dok"


Faiz dan Erina mambawa Lily pulang


"Lily Erina Faiz apa yang terjadi sama Lily??" tanya Laura


Erina menceritakan semanya Laura sangat terkejut


"Lily siapa yang berani melakukan ini sama Lily?? Erina aku takut orang yang sama kembali mengusik Lily"


"iya kamu benar Laura aku juga berfikir seperti itu"


Biran sudah pulang dia langsung kekamar Lily dan melihat keadaannya


"mah gimana keadaan kak Lily??"


"kakak sudah lebih baik sayang demamnya perlahaan turun"


"syukurlah"


tubuh Lily berkeringat sepertinya dia mimpi buruk


"mama papa tolong Lily Lily takut" Lily merintih ketakuan


"Lily sayang mama ada disini Biran dan tante Laura juga ada disini sayang"


"mama papa Lily takut"


Erina tidak kuat menahan air mata melihat kondisi Lily


"kak Lily kak Biran ada disini kakak jangan takut kak"


"mama papa Lily takut"


Laura mencoba membangunkan Lily namun Lily tidak membuka matanya


Biran memanggil Faiz


"Lily sayang kamu bisa dengar suara papa?? Lily ayo bangun sayang buka mata kamu" Faiz menggenggam tangan Lily


Faiz terus berusaha membangunkan Lily sampai akhirnya Lily terbangun


"mama papa Lily takut" Lily langsung memeluk Faiz yang ada disampingnya dan yang pertama dia lihat ketika Lily membuka mata


"Lily jangan takut papa mama Biran tante Laura ada disini sayang tenanglah" Faiz berusaha menenangkan Lily


selama ini cuman Faiz yang bisa menenangkan Lily baik dalam keadaan marah ataupun saat ketakutan


Lily semakin memgeratkan pelukannya


"papa Lily takut Lily sangat takut"


Erina terus menangis melihat kondisi Lily


Faiz memegang tangan Erina


"Lily kamu percayakan sama papa?? sekarang dengarkan papa kamu jangan takut papa akan selalu ada bersama Lily bukan cuman papa tapi mama Biran tante Laura om Verel Rayan kami semua akan selalu ada untuk Lily kami semua tidak akan pernah ninggalin Lily"


Lily kini sudah lebih tenang


"Lily istirahat ya"


"tapi Lily takut"


"Lily tidak perlu takut percaya sama papa"


perlahan Lily tidur kembali kali ini Lily tidur dipangkuan Erina Biran ikut menangis melihat ketakutan dalam diri kakaknya kembali lagi paadahal sudah bertahun tahun lamanya namun ketakutan yang sama kembali dirasakan Lily


"Biran" panggil Rayan baru pulang


"kak Rayan" Biran langsung memeluk Rayan


"bagaimana kondisi kak Lily sekarang??"


Biran menangis dipelukan Rayan


"kak Lily Biran bisa lihat ketakutan yang sama dirasakan kak Lily"


"aku yakin ada orang yang sengaja menyimpan ular itu dikamar kak Lily,, aku tidak akan mengampuni orang itu aku pasti akan menghukumnya seberat mungkin"


Rayan sangat menyayangi Lily karena Lily sendiri selama ini sangat menyayangi adik adiknya


sosok kakak dalam diri Lily mampu menjadikan adik adiknya sangat menyayangi Lily


kelembutan dalam diri Lily membuat Rayan dan Biran selalu nyaman ada disamping Lily


cara Lily melindungi adik adiknya membuat mereka ikut berambisi untuk melindungi sang kakak.