The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Final exams



Haji Ujian pertama Erina merasa sangat gugup.


"Bintang kamu udah siap ujian hari pertama??" tanya Miki namun Bintang menghiraukan Miki


Bintang masuk ke kelas dia melihat Erina sibbuk dengan semua buku buku nya


lima belas menit lagi ujian akan dimulai Erina membereskan semua buku kedalam tas dia hanya menyisakan alas untuk kertas jawaban dan alat tulis.


Bel berbunyi Erina ujian dimulai guru membagikan kertas soal dan lembar jawaban,, hari pertama unjian dimulai dengan Pendidikan Kewarga Negaraan Bahasa Indonesia dan Matematika.


Erina sangat tenang menjawab semua soal tak butuh waktu lama untuk Erina menyekesaikan semuanya Erina keluar kelas paling cepat tak lama Bintang yang keluar.


Erina pergi ke ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang dia pinjam dan memimjam buku baru.


saat dia keluar dia dihadang oleh Miki and the gang


"heh cupi kamu tahu apa kesalahan kamu kali ini??" ucap Miki Erina menggelengkan kepalanya


"udah aku peringati jangan pernah kamu coba coba rebut Bintang dari aku karena apa?? karena dia hanya milik Miki milik Miki,, jika aku gak bisa dapatin dia maka akan aku pastikan gak akan ada satu perempuanpun yang berani ngerebut dia dari aku dan salah satunya adalah kamu" ucap Miki


"denger tuh apa kata Miki,, tu kuping jangan dijadiin acssesoris tapi pake buat ngedenger" ucap Sasya sinis


"lagian perempuan cupu kaya kamu nyadar diri dong jangan sok mau saingan sama Miki,, Miki ini levenya jauh diatas kamu dia cantik dia modis dia punya segalanya gak kaya kamu udah cupu miskin lagi mana mau Bintang sama kamu" tambah Laura


Erina hanya dia,, kemudian Miki,, Sasya,, dan Laura pergi.


Erina duduk dikursi yang tak jauh dari ruangan Perpustakaan dia menundukan kepalanya,, seseorang mengulurkan saputangan Erina melihat wajahnya ternyata dia adalah Bintang.


"hapus air mata kamu" ucap Bintang dingin Erina mengambil saputangan Bintang dan menghapus air matanya


"lain kali kamu harus lawan mereka selama kamu tidak salah kamu gak perlu takut" ucap Bintang lagi masih dengan nada dingin


"aku... aku hanya gak mau masalahnya jadi tambah panjang dan akan makin rumit"jawab Erina


"terserah" Bintang berlalu pergi


kemudian Erina berdiri dari posisinya dia bergegas pulang karena dia harus bekerja.


sangat sulit bisa membagi waktu antara sekolah bekerja dan belajar namun Erina gadis yang bijak dia sangat pintar membagi waktu.


bagi Erina gak ada waktu untuk berleha leha apa lagi kalu untuk main,, sekalipun hari minggu.


setiap hari minggu Erina bekerja disebuah restoran sebagai pencuci piring walupun Erina cuman dapat 500.000 untuk satu hari namun Erina merasa sangat puas karena itu sudah lebih dari cukup.


kebiasaan lain dari Erina dia menerapkan gaya hidup orang orang Jepang dalam mengatur keuangan,, Erina selalu membagi uang untuk kebutuhan pokok,, pendidikan,, kebutuhan mendadak,, dan kebutuhan untuk lainnya yang mungkin akan dia perlukan tabungan.


walaupun Erina tidak akan memerlukannya tapi Erina tetap menabung Erina tipe orang yang gak mau menyusahkan orang lain sekalilun sahabatnya sendiri.


semua siswa merupakan anak orang kaya terlihat dalam penampilan mereka hanya Erina yang terlihat seperti orang miskin.