The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Rain



Erina cuman punya waktu satu bulan lagi sebelum dia pergi ke Swiss.


hari ini Bintang ngajak Erina jalan,, dengan ijin dari orang tua Erina mereka akhirnya pergi.


"Bintang kamu mau ajak aku kemana??" tanya Erina


"pokonya kesuatu tempat" jawab Bintang


Erina maneang jendela mobil dia menatap pemandangan sepanjang jalan.


"kita udah sampai Erina" ucap Bintang


Erina dan Bintang keluar dari mobil


"ini.. aku tahu kamu pasti suka tempat ini" ucap Bintang


Erina paling suka dengan anak anak Bintang ngajak Erina ketaman dimana ada banyak anak anak.


Erina terlihat sangat bahagia,, rasanya waktu sangat singkat. keasikan main dengan anak anak Erina idakmenyadati kalau langit mulai mendung.


benar saja hujan turun dengan lebat namun bukannya segera berteduh Erina malah senang hujan hujanan,, layaknya anak kecil Erina terlihat sangat bahagia.


Bintang yang semula ingin memayungi Erina langkahnya terhenti melihat Erina menari dibawah hujan yang deras,, akhirnya Bintang perlahan menghampiri Erina


angin kencang menerbangkan payung yang dipegang Bintang,, Erina memandang Bintang yang berjalan kearahnya


"aku baru tahu kalu kamu sangat suka dengan hujan" ucap Bintang Erina tersenyum


ketika Erina melangkah untuk menjauh dari Bintang dia menahan tangan Erina dan menarik Erina hingga Erina ada dalam pelukannya.


"Er aku senang bisa ketemu sama kamu banyak hal tentang yang kamu ajarkan padaku" bisik Bintang yang memeluk pinggang Erina


*Apa yang aku lakukan barusan kenpa aku malah.... apa yang kamu lakukan Erina. ucap Erina pada dirinya sendiri


Erina mencium pipiku kenapa aku merasa bahagia apa benar aku menyukai Erina??" Bintang memegang pipinya yang tadi di cium Erina*


"hujan disore hari dimusim panas??" ucap Bunda


"ya mungkin udah waktunya masuk musim penghujan kali Bun" jawab Jordan


"iya ayah benar"


hujan mulai mereda Bintang dan Erina memutuskan untuk pulang ditengah perjalanan Erina minta mobil dihentikan walaupun Bintang merasa heran tapi dia menghentikan mobilnya.


"ada apa Er??" tanya Bintang


"lihat itu pelangi indah sekali" Erina menunjukan pelangi diatas lagit biru


perlahan pelangi memudar Erina mengusap ngusap tubuhnya dia kedinginan karena hujan hujanan.


disebrang jalan terlihat ada toko baju Bintang pamit pada Erina dan pergi,, ternyata Bintang beli baju untuk Erina dan dirinya.


mereka msaling bergantian ganti baju didalam mobil petama Bintang lalu Erina,, Erina terlihat sangat cantik dengan dress warna orange begitu juga dengan Bintang dia tampak terlihat tampan pakaian yang Bintang pakai senada dengan pakaian yang Erina pakai.


hari semakin sore Bintang mengantar Erina pulang didalam mobil keheningan menyelimuti,, baik Bintang ataupun Erina merasa sangat canggung setelah kejadian dibawah hujan tadi.


ada rasa bahagia tapi disisi lain Bintang juga merasa gugup dia tidak memahami apa yang dia rasakan saat ini.


bagi Erina moment ini bisa menjadi moment terakhir bersama Bintang dia tidak tahu apakah dia masih bisa bertemu dengan Bintang setelah dia kembali dari Swiss,, kalaupun iya Bibtang pasti sudah menemukan gadis yang akan mengisi kekosongan hatinya.


keduanya larut dalam pikiran masing masing hingga satu sama lain tak menyadari kalau mereka sudah sampai didepan rumah Erina Bintang menghentikan mobilnya.