
malam hari Lily masuk kekamar dia berniat istirahat
ketika Lily membalikan tubuhnya dia melihat seekor ular kobra ada dikamarnya
Lily sanagat takut pada ular apa lagi kalau itu adalah ular kobra
"mama!!! papa!!!" Lily berteriak tubuhnya menjadi lemas
"mama!! papa!!!"
mendengar tediakan Lily Erina dan Faiz langsung menemui Lily
mereka melihat Lily dalam posisi sangat ketakutan kala melihat disisi lain ada ular kobra
"Lily ada apa sayang??" tanya Erina
"mama papa itu" Lily menunjuk ke ular itu
"ular kobra bagaiman bisa ada dikamar Lily??" tanya Faiz heran
"penjaga!!" teriak Erina 2 orang penjaga menghapiri Erina
"iya nyonya"
"cepat kamu singkirkan ular itu"
"baik nyonya"
Faiz dan Erina membawa Lily keluar
"kak Lily,, mah pah kak Lily kenapa??" tanya Biran
"ada ular kobra dikamar kakak,, kamu tahu sendirikan kakak sangat takut sama ular kobra" ucap Erina
"ini minum dulu" Faiz membantu Lily minum
"mah pah Lily takut" Lily benar benar ketakutan
"tenang tenang sayang papa sama mama ada disini" Faiz mencoba menenangkan Lily
"mah pah Lily gak mau tidur sendirian malam ini Lily tidur sama mama sama papa ya" Lily masih ketakutan
"ide yang bagus" balas Biran
"kamu ga cemburu sama kakak sayang??" tanya Erina
"mah Biran tahu baget kalau kakak saat ini sangat membutuhkan mama sama papa"
Erina tersenyum mendengar pengakuan Biran
Erina dan Faiz membawa Lily kekamar mereka
Lily tidur diantara Erina dan Faiz
"bagaimana bisa ada ular masuk kekamar Lily??" tanya Erina
"sudah jangan dipikirkan lebih baik kita tidur sekarang" jawab Faiz
"Faiz aku sangat memcemaskan Lily"
"kamu pikir aku tidak?? Erina aku tahu Lily sangat takut dengan ular karena saat dia masih kecil ada orang yang sengaja menaru ular didekat Lily"
Falshback on
saat Lily masih kecil usianya baru mengijak 8 tahun ada orang yang sengaja menyimpan begitu banyak Ular kobra didekat Lily
"mama papa toling Lily Liy takut" suara rintih Lily
"bagaimana nyonya??" tanya sipenjahat
"aku suka mendengar suara penderitaan anak itu??" jawabnya
"mama papa Lily takut"
petugas keamanan langung menepakuasi Lily
"sial kenapa mereka bisa datang"
"sudah biarkan saja ayo pergi"
"Lily sayang" Erina langsung memeluk Lily saat petugas beehasil msngepakuasi Lily
sejak itu Lily sangat takut kala melihat ular apa lagi kalau ular kobra
Flashback off
Lily tidur dipeluk Erina dan Faiz
keesokan paginya badan Lily menggigil
"Faiz bangun Lily"
"ada apa dengan Lily??"
"badan Lily sangat panas"Erina memegang kening Lily
"iya kamu benar" Faiz langsung memegang tangan kening dan leher Lily
"sebaiknya kita bawa Lily kerumah sakit sekarang" ucap Erina
Faiz langsung menggendong Lily
"mah pah kak Lily kenapa??" tanya Biran
"sayang kakak demam mama sama papa akan bawa kakak ke rumah sakit kamu ga apa apakan kesekolah diantar supir" jawab Erina
"iya mah Biran ga apa apa kok"
Rangga menantikan kedatangan Erina manun dia hanya melihat Biran datang sendirian
"Biran Lily mana??"
"ngapain nanya kak Lily?? apa peduli kamu??"
"Biran kamu masih marah sama aku?? Biran tolong maafkan aku"
"gak ada maaf untuk orang kaya kamu"
hp Biran tiba tiba berdering muncul nama Kak Aqsa dengan segera Biran mengangkat teleponnya
"hallo kak Aqsa"
"Biran kok Lily ga bisa dihubungin ya??"
"kak Lily sakit saat ini mama sama papa bawa kak Lily kerumah sakit"
"apa Lily sakit?? sakit apa??"
"kak Aqsa gak perlu cemas kak Lily cuman demam kok"
"Lily sakiy??" bisik Rangga
"kak Aqsa nanti Biran telepon lagi"
"iya Biran kabari kakak tentang Lily"
"tentu"
Biran memutup teleponnya
"siapa yang neleon??"
"itu kak Aqsa orang yang sangat mencintai kak Lily dengan tulus dan orang yang sangat kak Lily cintai,, kamu harus tahu kalau hati kak Lily hanya untuk kak Aqsa" Biran meninggalakan Rangga
"sial kalau gini caranya rencanaku bakal gagal"