The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
confessed Erina



Faiz menghentikan aksinya melihat Erina yang mulai kelelahan melayaninya


"Erina" panggil Faiz


"hmmm??" Erina menepatkan kepalanya didada Faiz


"apa yang kamu rasakan padaku sekarang??" tanya Faiz


"entahlah" jawab Erina


"jangan becanda"


"Faiz jujur saja aku sendiri tidak tahu apa yang aku rasakan padamu tapi satuhal yang jelas rasanya hatiku sangat sakit ketika melihat kamu dengan perempuan lain,, aku tidak rela jika kamu dengan perempuan lain sekalipun hanya ngobrol


"benarkah??"


"iya,, aku juga mulai menyukai aksimu barusan Faiz" Faiz tersenyum nakal mendengar pengakuan Erina


"kalau gitu kita lanjutkan" tubuh Faiz kini sudah menindih Erina


"emangnya kamu masih kuat??" tanya Erina nakal


"kamu meragukan aku??" Faiz muli dengan aksinya lagi kali ini dia sangat agresif tapi Erina sangat menyukainya dan menikmatinya


pagi harinya mereka bagun baik Faiz maupun Erina tubuh mereka masih posos tanpa pakaian hanya selimut yang menutupi tubuh mereka


Erina membuka matanya dia menatap wajah suaminya


"Faiz iya aku mulai mencintai kamu sama seperti kamu mencintai aku" bisik Erina mengelus lembut pipi Faiz


tangan Faiz mulai liar


"Faiz kamu ngapain geli tahu??" ucap Erina


"kamu yang bilang kalau kamu mulai mencintai aku sama seperti aku mencintai kamu,, bagaimana kalau kita lanjutkan lagi yang semalam??" tubuh Faiz sudah ada diatas tubuh Erina


"Faiz kamu masih belum puas??" tanya Erina


"sampai kapanpun aku gak akan merasa puas jika aku melakukannya dengan kamu" Faiz sedah mulai dengan aksinya


"kamu gak lelah apa adegan semalam aja selesai jam 4??"


"bi mana Faiz sama Erina??" tanya Reina


"namanya juga masih pengantin baru non apa lagi mereka kan baru nikah 3 bulan" jawab art Erina


"benar juga" Reina mencoba bersikap tenang


tidak mungkin jika mereka baikan secepat ini,, aku harus cari cara lain agar mereka benar benar berpisah. geretu kesal Reina dalam hati


Erina dan Faiz akhirnya kaluar dari kamar Reina langsung mengintograsi mereka berdua


"baru keluar,, kamu gak kerja Is udah jam 11??" tanya Reina sambil memainkan hpnya


"emangnya kenapa,, bukan urusan kamu gak ada yang salah kalau sesekali memanjakan istrikan?? ya wajar aja kalau aku atau Erina menginkannya setiap waktu namnya juga masih pengantin baru"Faiz sengaha membuat Reina semakin kesal sedangkan Erina menyembunyukan wajahnya dipelukan Faiz karena malu


"maaf kamu jadi terlambat sarapan"ucap Faiz


"kenapa harus mita maaf ini bukan slah siapa siapa Faiz" jawab Erina


"kamu bilang gitu karena kamu menikmatinya kan??" bisik Faiz ditelinga Erina


"Faiz" Erina memukul Faiz manja


"gimana menurut kamu??" tanya Faiz


"apa??" Erina tidak mengerti apa ya g Faiz maksud


"yang tadi pagi terjadi??" bisik Faiz ditelinga Erina


"aku... aku suka aku sangat menyukaunya" jawab Erina dengan wajah memerah


"sudah aku duga kamu pasti akan menyukainya secara kamu sangat menikmatinya" bisik Faiz


wajah Erina semakin memerah,, Reina semakin terbakar api cemburu melihat Faiz dan Erina


sial kenapa rencanaku gagal aku harus bisa bikin mereka beneran pisah. ucap kesal Reina dalam hati


bukannya memisahkan Erina dan Faiz rencana Reina malah membuat Erina mengakui perasaannya pada Faiz kini Erina bisa melupakan perasaannya sama Bintang.