The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
get caught



hari senin semuanya kembali beraktifitas seperti biasanya


Lily berjalan menuju kelasnya langkahnya terhenti kala melihat Rangga dan ketiga temannya sedang ngobrol


jarak Lily berdiri tak jauh dari Rangga jadi dia bisa mendengarkan apa semua pembicaraan mereka


"jadi itu rencana mereka,, baiklah aku akan ikutin rencana mereka"


Lily kemudian lewat dia sengaja lewat kehadapan Rangga dan teman temannya


"Lily" panggil Rangga Lily berbalik


"Lily aku mohon maafkan aku" ucap Rangga memohon Lily tersenyum manis


"Lily kamu tersenyum apa itu artinya kamu memaafkan aku??"


"anggap saja gitu"


*dasar payah lihat apa yang bisa aku lakukan sama kamu. ucap Lily dalam hati


bagus tinggal langkah berikutnya. ucap Rangga dalam hati*


karena Rangga dan Lily beda kelas jadi setiap istirahat Rangga selalu datang kekelas Lily


Rangga mencari Lily namun dia tidak menemukan Lily


Lily saat ini ada di perpustakaan dia duduk sambil memegang pipinya dan tersenyum


sampai kapanpun kamua gak akan bisa membuat aku jatuh cinta sama kamu Rangga Rangga ternyata kamu itu bodoh juga ya. ucap Lily dalam hati



"hai Rangga kamu nyari siapa??" tanya Maria


"Lily" jawab Rangga singkat kemudian pergi


"Lily kurang ngajar kamu Lily beraninya kamu merebut Ranggaku dia hanya milikku aku akan buat kamu menyesal"ucap Maria kesal


Lily keluar dari perpustakaan karena ada telepon masuk


"hallo" ucap Lily membuka pembicaraan dia tidak sadar kalau Rangga ada dibelakangnya


"hai Lily apa kabar??" tanya orang yang menelpon Lily


"aku baik bagaimana kamu??"


"aku kurang baik"


"apa?? kamu sakit??"


"Lily bagaimana bisa aku baik baik saja disaat kamu jauh dari aku"


"Aqsa" suara Lily tidak terdengar oleh Rangga kala mengucapkan nama tersebut


saat Lily menyadari Rangga ada dibelakangnya Lily langsung mematikan teleponnya


"aku akan menelepon kamu lagi nanati"


"telepon dari siapa Li keliahatannya penting banget??" tanya Rangga


"teman lama aku disekolah lama"


"ohh gitu ya" Lily menganggukan kepalanya


Aqsa aku juga sangat merindukan kamu aku tidak bisa jauh dari kamu tapi ini permintaan mama sama papa agar aku pindah sekolah. ucap Lily dalam hati


bel pulang berbunyi Lily keluar dari kelas Rangga sudah menunggunya


"hai Li kita pulang bareng" ajak Rangga


"maaf tapi aku udah dijemput papa"


"dijemput??"


"iya hari ini aku ada janji sama tante Yuka ah,, maksud aku dr. Mizuki"


"kamu kenapa Li kamu sakit??"


"dr. Mizuki teman mama ga perlu alasan sakit untuk menemuinya"


"Lily sayang kamu masih disini??" Faiz langsung memeluk Lily,, dan Lily mencium tangan Faiz


"Lily baru aja mau nyamperin papa,, Biran mana pah??"


"Biran udah dimobil,, kamu jadi mau nemuin Mizuki??"


"iya ding pah kapan sih Lily batalin janji Lily"


"ya udah ayo"


"iya pah"


Lily pergi dengan papa nya tanpa melihat kebelakang lagi


"Lihat bagaimana aku bisa mempermainkan kamu Lily" ucap Rangga


bukan kamu tapi aku yang akan mempermainkan kamu Rangga. ucap Lily dalam hati


keesokan harinya Lily dan Biran baru sampai disekolah mereka dikejutkan dengan Rangga and the gang


"Lily entah sejak kapan aku menyukaimu,, Lily aku tahu kamu juga punya perasaan yang sama sama aku Lily maukah kamu menjadi pacar aku??" tanya Rangga semua orang terkejut terutama Maria


"apa?? Rangga kamu...." bisik Maria kesal dia mengepalkan tangannya seolah ingin menghangam Lily


Lily tersenyum


"benarkah?? kamu yakin kamu mencinti aku Rangga??"tanya Lily


"kak Lily" bisik Biran


"iya Li aku gak bis hidup tanpa kamu"


"kalau gitu..."


"kamu terima cinta aku Li?? makasih Lily"Rangga memeluk Lily


"lepaskan aku" Lily mendorong Rangga sampai terjatuh


"Lily kamu...."


"Biran kamu ga perlu cemas karena sampai kapan pun kakak gak akan pernah membiarkan pria seperti dia mengisi hati kakak"


Biran tersenyum mendengar Lily karena Biran sendiri tahu bagaimana Lily Biran sendiri tidak rela kakaknya jatuh cinta pada pria yang sudah menghinanya


Biran lebih setuju kalau Lily dengan Aqsa.