
Faiz dan Erina pulang Faiz langsung membawa Erina kekamar agar Erina istirahat.
hari masih siang jadi Faiz harus kembali bekerja tapi Faiz ke Restoran bukan kembali ke Hotel.
Erina diam duduk didepan jendela kamarnya yang sengaja dia buka
"apa semua ini benar??" tanya Erina pada dirinya sendiri
"hembusan angin dingin ini menyentuh hatiku,, Faiz maafkan aku entahlah apa aku bahagia dengan kehamilan ini atau tidak" Erina memegang perutnya
"jujur saja sampai hari ini hatiku masih memilih Bintang tapi aku tidak mungkin merebutnya dari Miki meski Bintang juga sama mencintaiku sama seperti aku memcintainya,, aku harus berusaha mencintai Faiz apa lagi sekarang aku sedang hamil anak Faiz" Erina mengelus ngelus perutnya
"aku harus berusaha melupakan Bintang dan mulai mencintai Faiz bagaimanapun Faiz adalah ayah dari anak yang aku kandung"
jam menunjukan pukul 20:30 Erina menunggu kepulangan sang suami tak lama terdengar suara mobil Erina langsung keluar untuk menyambut Faiz
"Faiz" Erin mencium tangan Faiz
"kamu kok disini kamu harusnya istirahat aja" ucap Faiz
"Faiz aku bosan kalau seharian dikamar teru" jawab Erina
"oke oke tapi kamu jangan kecapean ya aku gak mau kamu dan calon anak kita kenapa napa" Faiz memegang perut Erina
"iya aku paham" jawab Erina
Faiz masuk kekamar langsung madi kemudian turun untuk makan malam sebelum makan Erina kembali muntah muntah dengan segera Erina kekamar mandi diikuti Faiz.
"Erina ini minum dulu" Faiz memberikan segelas air putih Erian langsung meleguknya dibantu Faiz
selesai makan Erina dibatu berjalan kekamar oleh Faiz kondisinya cukup lemah karena dia muntah muntah terus.
"kamu harus istirahat yang cukup Erina" Faiz membantu Erina duduk Erina memandang Faiz sangat mendalam
aku beruntung karena mendapatkan suamin seperti Faiz tapi aku merasa tidak pantas karena aku malah mencintai pria lain. ucap Erina dalam hati
"sekarang kamu tidur"
Erina merebahkan dirinya dan menutup matanya,, Faiz masih terjaga dia memandang wajah Erina yang kini sudah tidur.
"rasanya seperti mimpi kamu menjadi istriku bahkan kamu akan menjadi ibu dari anakku Erina kebahagiaan kita akan lengkap setelah anak kita lahir kedunia ini Erina aku janji aku akan selalu membahagiakan kamu dan anak kita aku akan curahkan semua kasih sayang aku sama kalian sampai kamu bisa melupakan pria yang masih ada didalam hati kamu" bisik Faiz kemudian mencium kening Erina
pagi hari nya Erina ketika bangun dia tidak melihat Faiz ada disampingnya
"Faiz kemana dia??" tanya Erina masih berbaring
"ahh mungkin Faiz sudah berangkat kerja" lanjut Erina yang kini sudah duduk
"Erina kamu udah bangun" Faiz masuk membawa sarapan
"Faiz aku pikir kamu udah berangkat kerja" jawab Erina
"hari ini aku gak akan kerja karena hari ini waktu aku cuman untuk kamu" Faiz duduk disamping Erina
"Faiz" Erina memeluk Faiz
kenapa kenapa aku malah msnyakiti kamu dengan menyembunyikan kebenarannya kalau sampai sekarang aku masih mencintai Bintang,, aku sendiri tidak tahu apa aku harus bahagia atau tidak atas kehamilanku tapi aku tidak boleh egois Faiz udah banyak berkorban apa iya aku juga harus merenggut hak Faiz sebagai suami aku??. ucap Erina dalam hati masih memeluk Faiz