The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Welcome to Swiss



setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya Erina tiba di Swiss sudah ada supir yang menjemput Erina,, Erina langsung pergi ke rumah omahnya


Bunda Erina dia berasal dari Swiss bunda Erina dulu kuliah di Makasar hingga akhirnya ayah dan bunda Erina,, merekasaling jatuh cinta dan akhirnya menikah Bunda Erin meninggalkan semua kekayaan di Swiss milik keluarganya.


terakhir kali bunda Erina ke Swiss saat omah meninggal,, omah berpesan kalau kelak cucunya harus meneruskan perusahaan keluarga nya.


"nona kita sudah sampai" ucap supir membuka pintu mobil Erina turun dari mobil dia melangkah masuk kedalam rumah mewah bak istana.


"selamat datang nona" sambut para pelayan Erina tersenyum


"mari biar saya antar nona ke kamar nona pasti lelah" Erina pergi kekamarnya diantar pelayan


kamar Erina sanat mewah dengan desain bergaya Eropa



"ini kamarku??" tanya Erina


"benar nona,, jika nona tidak menyukainya saya akan merubah konsepnya nanti"


"tidak aku suka tapi ini terlalu mewah"


"nyonya besar sendiri yang memilih desainnya untuk nona"


"omah"


"mari nona ini ruang ganti semua pakaian nona ada disini"



"dan ini kamar mandinya nona"



"desainnya sengaja bertema alam agar nona bisa memanjakan diri seakan ada dialam tetbuka"


Erina dan pelayan kembali ke kamar utama


"kalau begitu selamat beristirahat jika nona memerlukan sesuatu panggil saja saya nona,, saya permisi" pelayan itu meninggalkan Erina sendiri dikamar agar Erina bisa istirahat


Kini Erina harus membiasakan diri dengan semua kemewahan ini,, mau tidak mau Erina harus menerima dan menjalani kehidupan bak tuan putri.


Erina membereskan barang barangnya kemudian dia mandi dan istirahat.


malam harinya ketika akan makan malam Erina turun kebawah,, dimeja makam sudah ada banyak makannan mewah.


Erina bingung memilih menu makanan bisanya kalau di makasar kalau udaranya sedang dingin kaya gini Erina selalu makan soto tapi ini kan Swiss mana ada soto.


"nona anda mau makan yang mana??" tanya Celsi asisten pribadi Erina


"aku tidak tahu??" jawab Erina


"kalau begitu cobalah menu ini nona pasti suka" Celsi menyajikan makanan untuk Erina



akhirnya Erina makan makanan yang Celsi sajikan setelah selesai makan Erina langsung masuk ke kamar dia nonton Tv di kamarnya.


"aku harus bisa membiasakan diriku disini aku harus bisa menjalankan amanat omah,, ahh aku lupa menelpon bunda"


Erina mengambil hp dan menelpon Bundanya,, Erina menceritakan bagaimana dia diperlakukan bak tuan putri diruamah semewah ini.


saat di Makasar Erina gak pernah dilayani seperti itu karena Erina lebih suka melakukan ini itu sendiri bahkan Bunda dan ayah gak pernah ngelarang Erina melakukan apapun selama itu baik untuk Erina dan orang orang disekitar Erina.


malam semakin larut Erina mengakhiri teleponnya dia kemudian tidur.


walaupun waktu untuk kuliah masih ada beberapa minggu lagi tapi Erina sudah mulai sibuk belajar.


Erina mengambil fakultas managemen dan desainer Erina ingin sekali bisa seperti ayah dan bundanya sukses dari hasil kerja kersa sendiri.


setelah lulus kuliah Erina berencana membuka usaha sendiri dia mau membuka restoran namun dia juga harus mengurus perusahaan keluarga bundanya.


kini Erina merasa dilema perasaannya campur aduk.


keesokan harinya Erina diperkenalkan kepada semua kariawan diperusahaan keluarga.


semua kariawan menyambut Erina dengan ramah tamah Erina merasabahagia.