The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
punishment



kepala sekolah menceritakan semuanya dan memperlihatkan Video pembulian Biran


Faiz sangat terkejut


"jadi ini alasan kamu sangat marah sayang??" tanya Faiz tersenyum


"bagaimana papa masih bisa tersenyum saat Biran diperlakukan tidak adil??" tanya Lily Faiz hanya tersenyum


"tuan maafkan kesalahan putraku,, aku..." papanya Rangga belum sempat menyelesaikan kalimatnya


"sudah aku bisa saja memaafkan kesalahan putramu tapi bagaiman jika putramu mengulanginya lagi??"


"tuan saya janji Rangga tidak akan pernah mengulanginya lagi"


"apa jaminanya??"


"saya akan menasehati Rangga tuan"


"maaf tapi aku kurang puas dengan jawaban anda sikap anak anda itu sudah keterlaluan pada putriku saja dia sangat berani apa lagi sama anak anak lainnya"


"Tuan Faiz akan kah anda menskors Rangga dan temannya??" tanya kepala sekolah


"tidak mereka akan tetap sekolah tapi orang tuanya aku cabut dari daftar donatur sekolah"


"apa?? kenapa tuan??"


"anda tahu sejak putra anda masuk keruangan ini Lily putriku sudah menelponku jadi aku tahu semuanya,, dan karena anda menjadi donatur sekolah ini putra anda menjadi seenaknya disini"


Flashback on


"hallo pa" Lily memulai pembicaraan


"iya sayang ada apa??" jawab Faiz


"pa papa bisa kesini ada hal penting"


"kamu buat masalah apa lagi sayang??"


"Lily ga buat masalah pa"


terdengar suara Rangga dan teman temannya jadi Lily menarik tangan Biran dan menghampiri Rangga tanpa mematikan teleponnya


Faiz bisa mendengar semuanya jadi dia buru buru datang kesekolah


Flashback off


Rangga dan teman temannya keluar


"ahhh!!! kenpa jadi gini" teriak Rangga


"benar apa yang Evan bilang" tambah Michel


"biar aku tunjukan siapa aku sebenarnya akan aku beri merekapelajaran" ucap Rangga dalam kemarahan


setelah hari itu Rangga selalu berusaha membalaskan dendamnya pada Lily namun tidak pernah berhasik


berulang kali Rangga mencoba melukai Biran mamun Lily malah semakin murka


bukannya semakin lemah Lily maah semaki marah


hari demi hari terus berlalu kini Biran sendiri sudah bisa melawan Rangga dan gengnya itu


siang itu Lily masih ada dikelas ketika semua teman temannya sudah pulang


Rangga dan ketiga temannya datang Lily melirik sinis kedatangan mereka



mau apa mereka apa belum kapok jua baiklah biar aku beri dia hukuman yang tidak akan bisa dia lupakan. ucap Lily dalam hati


"hai Lily" sapa Rangga


"ngapain??" tanya Lily sinis


"aku kesini mau ngajak damai Lily kalau berkenan maafkan aku" ucap Rangga


*apa ini semudah ino dia menyerah?? tidak aku yakin ini adalah jebakan. ucap Lily dalam hati


gila keren banget si Rangga jadi ini rencananya ngejebak Lily dalam cintanya lalu ninggalin Lily disaat Lily lagi sayang sayangnya sama dia. ucap Raisa dalam hati*


"kak Lily ayo pulang" ajak Biran baru datang


"iya iya bentar" Lily membereskan semua bukunya dan pergi


"Lily aku gak akan menyerah sampai kamu maafin aku!!" terian Rangga


"keren banget rencana kamu" pujui Raisa


"jangan panggil aku Rangga jika aku tidak bisa membalaskan dendamku"


"kamu yakin Ga kalau rencana kamu kali ini bakalan berhasil??" tanya Michel


"kalau perempuan udah jatuh cinta maka dia akan menjadi lemah" jawab Evan


Rangga tersenyum lalu pergi meninggalkan kelas 3 IPA 1 bersama ketiga temannya.