
Lily datang ke hotel Faiz dia bejalan jalan ketika Lily melihat seorang wanita menangis didepan kamar nomor 151 Lily menghampirinya
"ada apa?? kanapa kamu menangis??" tanya Lily
"didalam ada sahabatku sama teman laki lakinya aku gak sengaja denger rencana jahat pria itu,, nona tolong aku tolong buka pintu kamar ini" awab gadis itu air matanya terus memgalir hingga Lily tidak tega melihatnya
"hei kamu,, cepat buka pintu ini" ucap Lily
"tapi nona" jawab pegawai hotel
"jangan membantah aku bilang cepat buka atau aku perlu minta ke papa agar pintu kamar 151 dibuka" ancam Lily
"baik nona"
akhirnya pintu kamar 151 dibuka saat pintu terbuka seorang gadis terbaring pingsan sedangkan sipria nya berusaha melepaskan pakaian perempuan itu
Lily langsung masuk dan menghajar habis habisan pria itu
mendapat laporan Faiz langsung datang menemui Lily Erina kebetulan lagi ada disana dia juga langsung melihat Lily
yang ada dipikiran Erina dan Faiz takut jika Lily benar benar kehilangan kendali seperti yang diketahui Lily mudah sekali marah dan kehilangan kendali
"siapa yang memberimu ijin untuk menyentuhnya!!??" tanya Lily masuh Emosi
"siapa kamu?? berani sekali kamu menganggu kesenangan aku,, dia pacarku jadi suka suka aku mau aku apain dia"
"aku bertanya siapa yang memberimu ijin untuk melakukan hubungan yang tidak pantas dilakukan diluar nikah apalagi dia dalam keadaan pingsan!!??"
"aku sudah bilang dia pacarku,, salah dia sendiri kenapa dia selalu menolakku padahal keinginanku mudah aku hanya ingin merasakan tubuhnya aku ingin menyatukan semua milikku dengannya karena aku sangat mencintainya" sebuah tamparan kersa mendarat dipipinya
dimana Erina sendiri hampir diperkosa oleh Rico dikamar yang sama tapi beruntung Faiz datang menolong Erina
Faiz menatap Erina dalam dalam dia sendiri masih mengingat kejadian tempo hari ingatan itu terlihat sangat jelas
teriakan Erina minta tolong masih terdengar jelas ditelinga Faiz
namun Faiz sendiri merasa bahagia karena kejadian itu akhirnya dia bisa bersatu dengan cintanya
"nona aku berterima kasih pada anda karena anda sudah menolong sahabatku"
"aku tidak akan biarkan seorang wanita harus kehilangan kehormatannya karena keegoisan dari pria yang bukan suaminya kecuali jika dia sendiri yang menginginkannya" jawab Lily
"dan kamu!! kamu akan membayar mahal untuk apa yang kamu lakukan!! ingat ini baik baik jika kamu mencintainya maka kamu tidak akan merusaknya tapi kamu akan melindunginya dan jika kamu mencintainya karena hanya ingin merasakan tubuh perempuan itu maka itu tidak bisa disebut cinta. ingatlah dalam cinta hanya ada ketulusan dan pengorbanan bukan keegoisan dan memuaskan nafsu yang membara!!"
Faiz dan Erina merasa sangat bangga dengan apa yang Lily lakukan
jika Lily tidak datang tepat pada waktunya mungkin perempuan itu tidak akan bisa selamat dari cengkraman kekasihnya
"Erina" panggil Faiz pelan
"kejadian itu masih jelas diingatan aku,, aku tidak tahu apa jadinya jika kamu tidak datang saat itu aku pasti sangat hancur,, Faiz maaf karena kejadiaan itu juga kamu harus mengorbankan masa depan kamu dengan menikahiku" Faiz langsung menutup mulut Erina mendengar kalimat terakhir yang terucap dibibir Erina
"Erina jangan pernah kamu mengatakan semua itu,, satu hal yang kamu harus tahu kamu adalah masa depanku sampai kapanpun kamu dan anak anak kita adalah tujun hidupku"
hati Erina tersentuh spontan Erina memeluk Faiz.