
setelah menyelesaikan miting Erina bergegas ke hotel Faiz.
saat samapi dihotel Erina mesakan sakit kepala dia jalan sedikit oleng karena menaha sakit kepala
"kepalaku pusingg sekali"ucap Erina memegangi kepalanya
tak kuat menahan rasa sakit dikepala Erina jatuh pingsan namun seorang pria menanggkapnya.
"hei nona sadar lah" ucap pria itu
"hei nona pingsan" ucap salah satu kariawan Faiz
"sepertinya nona sedang sakit aku akan membawanya kekamar tuan dan kamu tolong panggil dokter"ucap receptionis
Erina dibawa kekamar Faiz.
****sekilas info
sejak Faiz kembali lagi ke Makasar Faiz tinggal dihotel milik nya ada kamar didalam ruangan pribadi Faiz*.
"cepat buka pintunya" dengan segera penjaga itu membuka pintu ruangan Faiz
"tuan nona" ucap receptionis
"Erina apa yang terjadi pada Erina??" tanya Faiz
"sepertinya nona sakit tadi teman tuan menangkap tubuh nona yang pingsan" jawabnya Menidurkan Erina diranjang
"teman?? maksud kamu Bagas??"
"iya tuan,, saya permisi"
"tunggu panggil dokter"
"dokter akan segera datang tuan"
"baiklah kamu boleh pergi"
Faiz duduk disamping Erina hatinya penuh kecemasan dokter masih belum datang.
setelah beberapa lama Erina membuka matanya
"Erina akhirnya kamu sadar juga" ucap Faiz Erina kembali mual mual dia langsung lari ke kamar mandi Faiz sangat cemas
"Erina kamu kenapa?? kamu sakit?? kalau kamu sakit sebaiknya kamu istirahat" Faiz merasa sangat cemas tak lama Erina keluar dari kamar mandi dengan tubuh lemas
"kamu gak apa apa??" tanya Faiz merangkul tubuh Erina membantunya berjalan
"aku gak apa apa mungkin masuk angin" jawab Erina
apa iya aku hamil padahal tadi aku bohong sama Bintang. ucap Erina dalam hati
tak lama dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Erina
"gima dok keadaan istriku??" tanya Faiz gelisah
"istri anda baik baik saja" jawab dokter
"tapi kenapa Erina muntah muntah dan dia juga pingsan tadi dok??"
"maksudnya"
"selamat istri anda sedang mengandung"
Faiz merasa seolah itu adalah mimpi
"ini resep vitamin untuk nona,, nona harus istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi agar calon anaknya sehat kalau perlu nona minumlah vitamin" ucap Dokter
"baik dok" jawab Erina
"kalau gitu saya permisi"Dokter pergi meninggalkan Erina dan Faiz
Faiz menatap Erina dalam dalam
"ada apa kenapa kamu menatapku seperti itu??" tanya Erina
"aku sangat bahagia terima kasih karena kamu akan melahirkan anakku Erina" Faiz mencium kening Erina dan memeluknya
"aku masih tidak percaya kalau aku hamil"
"apa hamil??" tanya Bagas teman Faiz yang tadi menolong Erina
Faiz dan Erina menoleh kearahnya
"gila Is lo ngehamilin dia wah parah bener lo" sambung Bagas
"lah emang kenapa??" tanya Faiz
"Faiz lo tahu kalau itu dosakan??" tanya Bagas
"dosa jika dilakukan diluar nikah,, apa salah jika suami istri ngelakuin itu??" balas Faiz
"bentar bentar nikah suami istri gue gak ngerti deh??" Bagas ternyata tidak tahu mengenai pernikahan Erina dan Faiz
"aku dan Faiz sudah menikah kami menikah 3 bulan yang lalu" jawab Erina
"jadi cewek cantik ini istri lo Is ko lo tega amat sih gak ngundang gue"
"kamukan lagi Bangka mana aku telepon kamu gak bisa" ucap Faiz
Erina tersenyum melihat Faiz dan Bagas
"ada apa kesini?? ganggu aja" ucap Faiz
"sombong lo ya mentang mentang udah punya istri"
"makannya cepet nikah biar tahu gimana rasanya punya istri" balas Faiz
"udah udah jangan berisik" Erina mencoba melerai keduanya
"gue datang diwaktu yang salah deh gue pulang ah"
"hei kenapa buru buru"
"kamukan harus istirahat aku gak mau ganggu moment kalian"
Bagas akhirnya pergi meninggalkan Erina dan Faiz berdua dikamar Faiz.