The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Collide



hari ini Laura datang kebutik bundanya Erina


Laura sibuk mencari sesuatu didalam tasnya sambil terus berjalan dan karena tidak melihat


Brakkk.....


Laura bertabrakan dengan Verel Laura sampai semua isi tas Laura jadi berantakan karena jatuh


"maaf aku gak sengaja" ucap Verel


"gak apa apa aku yang salah kok" Laura berjongkok memunguti barang barangnya Verel ikut membantu


ketika akan mengambil dompet tangan Laura dan Verel bersentuhan


mereka saling menatap dari kejauhan Erina memperhatikan keduanya Erina tersenyum melihat mereka


"oh iya kalau gak salah kamu temannya kak Erina kan??" tanya Verel membuka pembicaan


"iya aku temannya Erina" jawab Laura


"kenalin aku Verel adik sepupu nya kak Erina" Verel mengulurkan tangannya


"aku Laura" Laura membalas uluran tangan Verel dan berjabat tangan


"mau ketemu kak Erina ya??"


"iya bener sekalian mau lihat lihat siapa tahu ada baju yang cocok"


"ahh maaf aku harus balik ke kantor,, duluan ya"


"ah iya"


Laura menatap kepergian Verel,, saat sampai didepan pintu Verel berhenti dan berbalik Laura tersenyum


beberapa hari kemudian Laura mampir ke restoran lagi lagi dia bertabrakan dengan Verel


"maaf" ucap Laura


"gak apa apa aku yang salah aku terlalu pukus sama hp aku" balas Verel


"kamu mau pulang??" tanya Laura


"enggak aku mau kedepan ada yang ketinggalan"jawab Verl


"ohh"


akhirnya Verel dan Laura makan bareng direstoran itu setelah Verel kembali


hari demi hari hubungan Verel dan Laura semakin dekat ditambah Erina sering mencari cari alasan agar adik sepupunya Verel bisa berduaan dan semakin dekat dekat dengan temannya Laura


Walaupun terpaut usia 2 tahun lebih muda dari Laura tapi itu tidak masalah bagi Erina asalkan Verel dan Laura bahagia


hari ini Erina sengaja Laura ke perusahaan Jordan Grup


"Eri kita mau ngapain sih kesini??" tanya Laura


"ya main aja" jawab Erina singkat


"main?? ya ampun Erina alasan kamu itu kurang meyakinkan aku"


"apa maksud kamu??"


"udah deh aku tahu kok kamu mau nyoba ngedeketin aku sama Verel kan??"


"apaan kurang kerjaan banget"


"dah ahh aku mau keruangan meneger keuangan"


"ngapain??"


"masak,, nya ngecek agenda keuangan perusahaan lah"


"Erina tunggu aku!!" teriak Laura mengejar Erina


saat makan siang Erina ngajak Verel makan bareng


sebelum pesan Erina nerima telepon dari butik Erina mengangkat telepon nya


"hallo" ucap Erina membuka pembicaraan


"nona apa anda bisa kemari sebentar??"


"ada apa?? apa ada masalah??"


"nona seorang perempuan bikin keributan bahkan penjaga kewalahan menanganinya"


"oke aku kesana sekarang" Erina menutup teleponnya


"ada apa Erina??"tanya Laura


"aku harus kebutik ada urusan penting" jawab Erina


"aku ikut"


"enggak kamu tetap disini"


"kenapa??"


"setelah dari butik aku mau ke hotelnya Faiz,, aku gak mau ada yang gangggu"


"huhh dasar"


Erina segera pergi dia buru buru ke butik sedangkan Laura dan Verel makan siang bersama


Laura terlihat samgat gugup sedangkan Verel sangat canggung dengan Laura karena sebelumnya Verel belum pernah dekat dengan perempuan selain keluarganya sendiri


keheningan menyelimuti mereka,, baik Verel ataupun Laura mereka sama sama bingung apa yang harus mereka bicarakan


bahkan keheningan berlanjut samapai mereka kembali kekantor


"Laura" kini Verel membuka suara


"hmmm??"


"kamu mau nunggu kak Erina disini??"


"entahlah Erina mungkin gak akan kesini lagi"


"jadi kamu mau pulang naik apa??"


"kayanya taksi"


"serius??"


"ehmm"


"biar aku aja yang anter kamu pulang"


Laura tak bisa mengatakan apa apa lagi dia hanya bisa menganggukan kepala dan tersenyum.