
hari ini acara wisuda Lily semua orang tua mendampingi anak anaknya
Maria datang bersama Bintang penampilannya yang seksi membuat dia jadi sorotan publik
sedangkan Lily datang bersama Erina dan Faiz
Bintang melihat Erina bersama Lily seketika rasa cinta yang Bintang rasakan selama ini bangkit kembali kala melihat Erina
"Erina" panggil Bintang
Lily memandang Bintang penuh keheranan
"mah siapa om ini??"
"teman lama mama sayang"
"ohh"
"kami duluan aja ya entar mama nyusul"
"oke mah"
kini Bintang dan Erina berdua
"Erina aku senang akhirnya kita bertemu setelah sekian lama" Bintang memegang tangan Erina namun Erina melepaskan pegangan Bintang
"maaf Bintang jangan usik lagi kehidupan aku"
"Erina kenapa kamu bilang gitu?? Erina kamu tahu sampi sekarang aku masih sangat mencintai kamu dan aku juga yakin kamu masih mencintai aku"
"cukup Bintang apa masih kurang jelas dengan semuanya?? aku hanya mencintai suamiku"
"Er berhenti membohongi diri kamu sendiri"
"apa kamu bilang membohongi diri aku sendiri?? apa masih kurang jelas kalau aku mencintai Faiz Bintang satu hal yang jelas putriku Lily dan Biran adalah bukti kalau aku sangat mencintai Faiz mereka ada dan lahir kedunia ini karena cinta kami"
"Er aku tahu kamu melakukan itu cuman untuk memenuhi kewajiban kamu sebagai seorang istri"
sebuh tamparan keras mendarat dipipi Bintang ternyata Lily mendengar semua pembicaraan mereka
"Lily" bisik Erina
"jadi dia putrimu Erina?? cantik sama seperti kamu"
sekali lagi Lily menampar Bintang kini Lily semakin marah
"Lily sayang hentikan nak ini tidak baik" Erina berusaha menenangkan Lily yang diselimuti kemarahan
Maria datang kala mendengar suara ribut,, kini Maria dan Lily jadi berantem Faiz yang mendengar keributan itu langsung menghampiri asal keributan
"Faiz tolong Lily semakin seulit dikendalikan" ucap Erina
"Lily sayang hentikan jangan buat keributan sayang" Faiz memeluk Lily
"harusnya papa minta om ini untuk berhenti mengganggu mama!!" Lily semakin sulit dikendalikan
"sayang dengarkan papa gak ada gunanya kita berantem biarkan orang berkata apa dan jangan biarkan emosi menguasai kamu sayang" Faiz memegang kedua pipi Lily
"mah kak Lily kenapa lagi??" tanya Biran
"kamu tahu sendiri kaya apa Kakak kamu"jawab Erina
"dasar wanita xxx beraninya kamu menghina papa aku!!!" teriak Maria sambil menjambak rambut Lily
Lily merintih kesakitan
"Maria sayang hentikan" ucap Bintang
"harusnya kamu lihat siapa papa kamu sebenarnya dan suruh dia untuk berhenti mengejar mama aku,, karen mama aku hanya mencintai papa!!"
Faiz dan Bintang berusaha menenangkan putri putri mereka
"Lily sayang cukup hentikan jangan betingkah lagi" Faiz memeluk Lily dan tidak membiarkan Lily melawan Maria
Erina membawa Lily
"kita sudah bukan anak anak lagi,, akan lebih baik jika kamu membuka diri untuk Miki jangan ada keegoisan lagi,, pikirkan anak anak Bintang jangan sampai anak anak jadi korban keegoisan kita. putriku Lily sangat mudah marah dan kehilangan kendali jika ada yang menyakiti keluarganya tidak ada yang bisa menenangkan Lily selain aku jadi aku mohon jangan biarkan anak anak menjadi korban keeoisan kita pikirkan juga putrimu"
Faiz pergi meninggalkan Bintang
Bintang menatap Maria yang sangat marah namun juga menangis.
acara wisuda kali ini cukup baik setelah keributan yang terjadi.