The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Back to Makasar



telah melewati masa kritis dokter mangatakan kalau kondisi Bunda sudah membaik setelah Bunda dioprasi virus mematikan itu kini sudah diangkat dati tubunya


Bunda sudah diperbolehkan pulang oleh dokter seiring kondisinya yang semakin membaik


Erina masih ingin menemani Bundanya namun dia juga harus kembali ke Makasar


"mah biar Biran yang tetap disini saja" ucap Biran


"Biran,, kamu yakin sayang??" tanya Faiz


"iya pah Biran akan tinggal sama opa sama oma"


"tapi kamu gak bawa banyak baju sayang" ucap Erina


"masalah baju Biran bisa beli disini mah"


"Biran kakak juga ingin bersama Oma dan Opa tapi kakak harus pulang" ucap Lily


"gak apa apa Li kamu pulang aja" ucap Oma


"maaf Oma karena Lily gak bisa menemani oma saat oma sedang sakit"


"gak apa apa sayang"


Lily pulang ke Kanada mengambil penerbangan malam sedangkan Erina dan Faiz pulang mengambil penerbangan pagi hari


sesampainya dirumah mewah milik keluarga Bunda oma dibawa kekamarnya sedangkan Biran masuk kekamarnya diantar Celsi


Biran melihat sekeliling kamarnya itu



kamar yang sengaja didesain sama percis seperti kamar Biran di Makasar


"aku harap aku bisa melupakan Evan seiring berjalannya waktu"


setelah menepuh perjalanan yang sanggat panjang Erina dan Faiz kini sampai dibandara Makasar mereka langsung pulang kerumah


sesampainya dirumah Erina dan Faiz disambut oleh Verel dan Laura


"kak Erina kak Dirga maaf aku gak bisa ikut kalian ke Swiss" ucap Verel


"gak apa apa" balas Erina sedikit lemas


"bagaimana keadaan tante sekarang??" tanya Laura


"syukurlah" balas Verel


Faiz langsung masuk kekamar Biran memandang sekitar


"rasanya sangat sepi sekarang bukan hanya Lily tapi kamu juga pergi jauh dari papa Biran,, papa pasti akan sangat merindukan kalian" ucap Faiz pada dirinya sendiri


Rayan pulang melihat Erina sudah pulang Rayan langsung menyambutnya


"tante Erina" panggil Rayan


"Rayan" balas Erina


"tante gimana keadaan oma sekarang??"


"oma sudah membaik,, Biran menamani oma"


"Biran??"


"iya Biran memutuskan untuk tetap di Swiss bermana Bunda dan Ayah"


disisi lain Maria merasa sangat gundah dia menatap Foto ibunya yang mengenakan gaun pengantin



"cantik ibu memang sangat cantik,, aku selalu ingin seperti ibu tapi aku tidak bisa bhkan aku tidak pernah bisa menudapatkan kasih sayang dari ibu,, kenapa bu kenapa ibu tidak pernah mencintai aku??" ucap Maria terus menatap Foto Miki


tak terasa air mata jatuh menetes dari mata Maria Bintang yang melihatnya langsung menenangkan Maria


"sayang kamu kenapa??" tanya Bintang


"apa aku salah jika aku ingin disayangi ibu??"


"Maria percayalah ibu sangat menyayangi kamu tapi caranya yang berbeda"


"aku sudah bukan anak kecil lagi yang bisa dibohongin,, selama ini aku hanya minta kasih sayang dari ibu tidak lebih" Maria keluar meninggalkan Bintang


"Miki hanya karena wajah Maria tidak secantik yang kamu inginkan kamu menanggap putri kamu sudah tiada" ucap Bintang pada dirinya sendiri


Maria pergi ke kantor dia berusaha tersenyum walau selama ini dia memendam luka yang amat dalam karena tidak pernah merasakan kasih sayang dari sang ibu


namun Erina hadir memberikan kasih sayang menggantikan sosok ibu yang selama ini Maria impikan.