
Setelah sampai di perusahaan Jordan Grup Erina langsung mengganti pakaiannya.
terlihat Erina membawa alat alat kebersihan,, Erina dipanggil oleh seniornya
"ada apa ya kak??" tanya Erina
"kamu bisa tolong anterin kopi ini ke ruangannya pak Hanzel"
"baik kak" dengan segera Erina mengantar kopi keruangan pak Hanzel
semua kariawan tahu kalau Hanzel menejer yang tampan dia punya karismatik selain itu dia juga sangat baik namun sayang tak ada satupun gadis mampu mengisi kekosongan hatinya.
tok...tok...tok...
"masuk" ucap Hanzel Erina masuk membawa secangkir kopi
"pak ini kopinya" Erina menaru cangkir kopi diatas meja Hanzel lalu pergi
"tunggu" Erina langsung berhenti dan membalikan badannya
"iya pak" jawab Erina
"kamu saya baru lihat kamu apa kamu baru bekerja disini??" tanya Hanzel
"iya pak saya baju satu minggu bekerja disini" jawab Erina
"ahhh pantas saja siapa nama kamu??"
"Erina"
"nama yang bagus"
"terima kasih pak,, maaf pak saya permisi"
"semoga betah ya kerja disini" Erina tersenyum manis dia keluar dari ruangan Hanzel
"gadis yang manis,, Erina hmmmm dia sangat berbeda dari gadis manapun" ucap Hanzel pada dirinya sendiri
hari demi hari kegiatan Erina selalu begitu,, minggu depan Erina akan ujian akhir semester.
pagi hari Erina sudah sibuk dengan semua bukunya,, Miki dan teman temannya datang kebangku Erina.
"heh cupu,, kerjain nih tugas kita" ucap Miki
Erina hanya menganggukan kepalanya,, Bintang datang duduk dibangku sebelah Erina.
"Bintang kamu pulang sekolah ada acara gak??" lagi lagi Bintang hanya melihat Miki dengan sinis
"kamu kok cuekin aku sih" Bintang pergi ninggalin Miki dan kelas Erina menatap kepergian Bintang.
Selesai dengan kelasnya Erina segera pulang ketika dia bejalan dilorong korong sekolah.
semua orang memandang dirinya penampilan Erina memang sangat sederhana namun kali ini Erina terlihat berantakan.
"dasar si culun huhhhh" teriak semua orang Erina tak memperdulikan apa kata mereka dia terus berjalan
dibalik penampilannya itu ada jiwa yang sangat mulia,, Erina kamu sangat berbeda dari yang lainnya. aku suka perempuan seperti kamu. ucap Bintang dalam hati yang memperhatikan Erina
sesampainya diperusahaan Jordan Grup Erina langsung bekerja saat dia hendak mengepel lantai Erina berpapasan dengan Hanzel.
"hai Erina" sapa Hanzel
"hai pak" jawab Erina
dari kejauhan pak Jordan memperhatikan merka.
sampai diruangan pak Jordan,, dia angsung menelpon Hanzel.
"Hanzel cepat keruangan saya sekarang" ucap pak Jordan
Hanzel kemudian datang keruangan pak Jordan
"ada masalah apa pak??" tanya Hanzel
"saya punya tugas khusus untuk kamu"
"tugas khusus??"
tak lama Hanzel keluar dari ruangan pak Jordan dia mematap Erina dengan penuh keheranan.
entah apa yang dikatakan pak Jordan samapi akhirnya Hanzel mulai menciptakan Jarak antara dia dan Erina.
suatu hari nanti Erina akan lulus dari SMA nya,, banyak hal yang Erina impikan tapi disisi lain juga Erina sudah berjanji kalau Erina akan mengenalkan dirinya kepada publik kalau dia adalah putri tunggal dari pemilik perusahaan Jordan Grup.
Erina muai menghitung mundur hari itu karena tepat diacara wisuda SMA nya Erina akan mengatakan siapa dirinya
Erina merasa sangat cemas memikirkan semua itu,, dia sudah merasa nyaman dengan kehidupan yang selama ini dia jalani meski sangat berat.