
Bintang sangat kesal karena rencananya gagal
"ahhhhh!!!!" teriak Bintang
Miki tidak berani mendekati Bintang dia memilih tidur dikamar Laura sedangkan Laura tidur dengan Sasya karena Miki tidak mau tidur bersama temannya sendiri
"kamu pikir aku akan biarin kamu gitu aja Bintang?? hahhh gak aku gak akan biarin kamu bercinta dengan perempuan lain"
Flashback on
Bitang sibuk dengan dirinya sediri panampilannya sangat rapi
"mau kemana Bintang kenapa dia rapi sekali??" tanya Miki mengintip Bintang
Bintang senyum senyum sendiri
"oh Bintang kamu tampan sekali malam ini" puji Bintang pada dirinya sendiri
"Malam ini kamu akan menjadi mikiku seutuhnya Erina,, aku akan memiliki kamu malam ini dan tidak akan ada yang bisa menghentikan aku"
"apa yang dia katakan tidak aku tidak akan biarkan Bintang dengan Erina aku harus menggagalkan rencananya" Miki mulai gelisah
Flashback off
"syukurlah aku bisa mengetahui rencana Bintang jadi aku bisa menggagalkannya lewat Faiz aku tahu kalau Faiz tidak akan membiarkan Erina disentuh oleh pria lain,, aku bisa saja menghentikan Bintang dengan mudah tapi aku ingin memberika Bibtang pelajaran agar dia tidak berani macam macam lagi"
keesokan Harinya Erina duduk disebelah Faiz yang lagi nonton Tv
"Faiz" panggil Erina
" iya" jawab Faiz
"apa sebaiknya kita pulang ke Makasar secepatnya??"
"jangan khawatir aku sudah pesan tiket untuk kita pulang"
Erina merasa sedikit lega memdengar jawaban Faiz
"kapan kita pulang??"
"nanti malam penerbangannya jam 22:15 jadi kita harus mulai membereskan semua barang barang kita"
"baiklah lebih cepat lebih baik"
"ohh iya aku dapat email dari Verel dia akan pulang ke Makasar"
"Verel adik sepupu kamu itu??"
"iya dia baru meneylesaikan kuliahnya jadi dia bisa pulang"
"kalau gak salah dia kuliah di Swedia kan??"
"iya kamu bener"
selesai berbincang Erina mulai mengemasi barang barangnya dibantu Faiz,, Lura dan Sasya juga mengemasi barang barang mereka sedangkan Bintang dan Miki masih mau liburan di Jepang
Bintang masih kesal karena rencananya gagal
tapi kini Bintang mulai memanjakan Miki walaupun begitu hati Bintang sangatlah terpaksa hatinya kosong
Miki bahagia karena Bintang mulai memperdulikannya ditambah dia sedang hamil
Erina pamitan pada Mizuki sebelum Erina pulang ke Makasar
pesawat suddah menunggu Erina Faiz Laura dan Sasya langsung naik kepesawat
perjalanan yang panjang akan membuat mereka lelah sepanjang perjalanan Erina tidur
kepalanya menyandar kepundak Faiz,, Faiz juga ikut tidur
Laura dan Sasya sangat menikmati perjalanan dari Jepang ke Makasar
sesampainya di Makasar mereka langsung pulang mereka semua langsung istirahat
kini Laura dan Sasya menjadi teman dekat Erina mereka berdua sesekali berkunjung kerumah Erina
Erina sama sekali tidak keberatan justru dia senang karena dia bisa berbincang dengan temannya
dulu Mizuki yang selalu ada untuk Erina tapi setelah Mizuki memutuskan tinggal di Jepang sangat sulit untuk Erina bisa berbicara dengan sahabatnya ditambah profesinya sebagai Dokter bedah yang selalu diandalkan kapan saja
Erina selalu merasa bosan kala dia sendirian dirumah apa lagi sekarang Erina jarang sekali bekerja kalaupun dia bekerja dia selalu pulang lebih awal
Laura dan Sasya menyesal karena dulu selalu mebuli Erina yang kini menjadi teman mereka.