The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
back to normal activities



satu minggu kemudian Lily kini berakitvisa seperti biasanya Faiz juga kembali bekerja sela satu minggu ini Faiz tidak bisa meninggalkan Lily karena cuman dia yang bisa menenangkan Lily


"Lily" panggil Rangga Lily hanya memandang Rangga tanpa berkata


"gimana keadaan kamu?? aku dengar dari Biran kamu sakit"


"aku sudah lebih baik" jawab Lily dingin


"ohh iya Li Biran bilang kamu mencintai Aqsa apa itu alasan kamu nolak cinta aku??"


"bukan urusan kamu"


bel masuk berbunyi semua murid masuk kedalam kelas


bel istirahat berbunyi Lily berniat kekantin dia melihat dan mendengar Rangga bicara dengan Raisa


"Ga kamu beneran suka sama Lily??" tanya Raisa


"entahlah tapi rasanya sakit sekali ketika Lily bersikap dingin sama aku" jawab Rangga


"kamu kenapa malah terjebak dalam rencana kamu sendiri??"


"sudahlah Forger it"


Lily berdiri tak jauh dari Rangga kebetulan Aqsa menelepon


"hallo Aqsa"


"Lily bagaimana keadaan kamu sekarang??"


"aku sudah lebih baik Aqsa,, terima kasih kamu sudah peduli sama aku"


"tidak perlu kamu berterima kasih,, Lily aku mencintai kamu sudah sepantasnya aku mengkhawatirkan kamu"


"tidak ada yang bisa menggantikan posisi kamu dihati aku Aqsa"


Rangga bisa mendengar semua yang Lily katakan


Rangga langsung pergi setelah mendengar kalimat terakhir yang Lily katakan Lily tersenyum bahagia karena dia berhasil mempermainkan Rangga


jam sudah menunjukan waktu pulang saat Lily akan pulang Maria menghadang Lily


"Lily berani sekali kamu merebut Ranggaku dari aku" ucap Maria


"apa aku merebut Rangga?? untuk apa aku memjadikan pria yang tidak bisa menghormati sesama sebagai orang yang penting dalam hidupku"


"ohh kalu gitu bagus,, aku ingatkan jauhi Rangga karena dia hanya milikku"


"satu hal yang kamu harus tahu aku gidak sudi berteman dengannya selama ini aku bersikap baik kepadanya karena aku hanya mengikuti rencananya saja"


"apa maksud kamu??"


"tanyakan saja sama Rangga apa yang dia rencanakan padaku"


Lily pergi meninggalkan Maria


selain Lily gemar dengan olahraga bela diri Lily sangat mengggemari Jetski


sememtara Biran asik mengambil Foto



hari demi hari berlalu tak terasa usia Lily kini menginjak 18 tahun dan Biran menginjak usia 16 tahun


tinggal hitungan hari Biran dan Lily ulang tahun


Erina dan Faiz sudah merencanakan kejutan untuk kedua putrinya


baik Biran ataupun Lily mereka berdua punya banyak kesamaan


Erina memposting fotonya dengan Lily mereka seperti adik kakak bukan seperti anak dan ibu



Walapun Erina sudah tidak muda lagi namun Erina masih kelihatan seperti usia 25 tahun


hari ini Mizuki datang kerumah Erina


"tante Yuka" panggil Lily


Lily sangat dekat dengan Mizuki


"Lily" Mizuki memeluk Lily


"Lily seneng deh tante Yuka datang"


"iya Li maaf tante baru bisa datang,, tante sibuk banget akhir akhir ini"


"Lily ngerti kok tante"


"gimana keadaan kamu sekarang??"


"Lily sudah baik baik saja sekarang"


"syukurlah ohh iya mama mana Li??"


"mama tadi sama Biran ke supermarket"


"udah lama??"


"udah paling bentar lagi mama sama Biran pulang"


selama menunggu Erina dan Biran pulang Mizuki dan Lily asik ngobrol


tak lama Erina dan Biran pulang


Birang langsung ngajak Lily kekamaranya


Biran menunjukan apa saja yang dia beli dia juga membelikan beberapa barang untuk Lily yang pasti akan disukai Lily.