
Erina langsung turun dan masuk kerumah dia bahkan langsung ke kamar.
Erina ngeplay musik agar dia bisa jauh lebih tenang.
Aimer-Refrain
*Raining natsu no gogo ni
Tooriame kasa no shita
Kissing nureta hoho ni
Sotto kuchidzuketa
Ano kisetsu ni mada kogareteiru
Nani mo te ni tsukazu ni uwa no sora no hibi
Nothing but you're the part of me
Mada tarinakute mada kienakute
Kasaneta tenohira kara osanasa ga
What a good thing we lose?
What a bad thing we knew
Sonna fureezu ni nureteku ame no naka
Tada tarinakute mada ienakute
Kazoeta hi no yume kara sayonara ga
What a good thing we lose?
What a bad thing we knew
Furerarezu ni ireta nara waraeta ka na*?
"lagunya kenapa sama percis kaya kejadian tadi?? Erina kenapa kamu bisa seceroboh itu sih kenapa kamu gak bisa nahan diri kamu" Erina mengutuki dirinya sendiri
perlahan Erina menutup matanya tapi tidak tidur,, Erina kini mulai ingay dengan kalimat Miki tempo hari seketika Erina membuka matanya.
dia mulai dilema disatu sisi dia mulai menyukai Bintang tapi disisi lain dia sendiri yang bilang kalau dia dirinya tidak ingin merebut Bintang.
Erina keluar dari makarnya dia mencari Ayah dan Bundanya.
"Ayah Bunda" panggil Erina
"iya Erina ada apa??" tanya Bunda
"ada yang ingin Erina katakan" Erina dusuk di sofa dihadapan ayah dan Bundanya
"katakan Erina apa yang mau kamu katakan" ucap Jordan
"apa bisa keberangkatan Erina ke Swiss dipercepat??" Bunda dan ayah saling menatap heran
"kenapa sayang??" tanya Bunda
"bukankan semakin cepat akan semakin baik Bunda ayah" jawab Erina
"ya kalau itu sudah keputusan kamu kita gak bisa apa apa lagi kalau pun kita ngrlarang kamu akan tetap ngotot" ucap Ayah
"makasih Ayah Bunda" Erina memeluk ayah dan Bundanya
"tapi ingat ya Erina kamu harus jaga diri kamu baik baik jangan sampai kamu sakit" ucap Bunda
"iya Bun Erina pasti akan jaga diri kok
"oke ayah akan percepat keberangkatan kamu,, kamu mau nya kapan??"
"besok lusa"
"baiklah anggap semuanya sudah selesai kamu harus mulai paking barang barang kamu tapi secukupnya aja ya karena disana semua keperluan kamu udaj disiapkan"
"oke yah"
Erina terlihat bahagia dia bahagia bukan karena dia akan ke Swiss tapi dia bahagia karena dia tidak akan bertemu dengan Bintang lagi.
Erina berharap Bintang benar benar membuka hatinya untuk Miki walaupun hatinya terasa sangat berat namun Erina tetap berharap Bindang dengan Miki.
Erina mulai paking barang barang miliknya dia akan berangkat malam ini,, ayahnya sengaja mengambil penerbangan malam agar Erina bisa istirahat selain itu pesawat yang Erina tumpangi adalah pesawat pribadi yang sengaja ayahnya buking untuk Erina.
Bunda tak pernah bosan mengingatkan Erina akan kesehatannya mulai dari olahraga,, istirahat yang cukup,, makan makanan yang bergizi,, kalau perlu minum vitamin.
ini pertama kalinya Erina akan pergi jauh dari ayah dan bundanya tak tanggung tanggung sampai ke Swiss Erina tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi ditambah lagi Mizuki atau yang sering Erina panggil Yuka dia akan melanjutkan kuliahnya di Jepang dinegara Ibunya itu artinya Erina benar benar sendirian.