The Cold Wind And Lonly Love

The Cold Wind And Lonly Love
Critical



setelah beberapa lama Faiz keluar dari ruang donor darah


Dokter dan semua tenaga medis yang menangani Biran segera membawa Biran keruang oprasi namun belum beberapa lama dokter keluar


"dokter bagaimana?? apa ada darah untuk putriku kurang??" tanya Erina


"betul saya baru dapat kabar dari suster persedian darah dirumah sakit kami tinggal 2 kantung ayah pasien mendonorkan darah 1 kantung jadi totalnya ada 3 kantung pasien membutuhkan 5 kantung darah,, ditambah ada masalah lain" dokter terlihat ragu mengatakannya


"apa?? masalah apa dokter??" tanya Hiro dengan sangat cemas


"dokter bedah dirumah sakit kami beberapa saat yang lalu pergi dia akan pergi ke Bali untuk pindah tugas"


"jangan khawatir aku yang akan menangani putri sahabatku,, siapkan saja semuanya" ucap Mizuki yang baru saja sampai


"Yuka,, Yuka toling selamatkan Biran aku mohon"


"Erina Biran adalah putriku juga jadi sudah pasti aku akan berusaha menyelamatkannya"


"lalu bagaimana dengan darahnya??" tanya susuter


"kita pakai saja dulu yang ada" balas Mizuki


Mizuki masuk keruang oprasi dengan pakaian bedah yang lengkap


Faiz Verel Rayan Hiro berusaha mencari 2 kantung darah untuk Biran


Laura terus menenangkan Erina


Maria uga datang dia menemani Lily yang masih lemas dan dirawat diruang rawat


***


setelah 8 jam sejk Mizuki masuk keruang oprasi lampu rungan itu mati Erina dengan segera bangkit dan mendekati pintu ruangan itu


Mizuki keluar dari ruangan oprasi


"Yuka bagaimana hasil oprasinya??"


"oprasinya berhasil,, tapi..." Mizuki ragu mengatakannya


"tapai apa Mizuki??" tanya Laura


"keadaan Biran masih kritis,, jika dalam 24 jam dia maih tidak sadarkan diri maka dia bisa koma"


"apa??" ucap Laura dan Erina kompak


waktu terus berlajan pagi telah tiba


"Erina Biran harus segera mendapatkan transaksi darah sisanya"


"bisakah ambil saja darahku Mizuki??" tanya Faiz


"tidak kamu sudah mendonorkan darah kamu kemarin"


"aku sudah berusaha mencari kesetiap bank darah tapi tidak ada yang punya golongan darah Biran" ucap Verel


tak lama Rayan datang yang disusul Hiro


"Rayan Hiro bagaimana apa kalian berhasil mendapatkan darahnya??" tanya Erina Rayan dan Hiro menggelengkan kepala


"keadaan Biran semakin kritis jika tidak segera mendapatkan transaksi darah sisanya"


"bagaimana sekarang?? Faiz aku mohon lakukan sesuatu aku tidak ingin kehilangan anakku lagi"


"Mizuki aku membawa darah untuk Biran semoga ini bisa membantu Biran" semua mata memandang asal suara itu


"tentu saja Bintang,, suster cepat periksa darahnya"


dengan segera suster memeriksa darah yang dibawa Bintang


tak lama Suster datang dengan membawa darah tersebut


"dokter darahnya siap untuk ditransksikan pada pasien"


semua orang merasa sangat lega mendengarnya


"Bintangg terima kasih kamu datang disaat yang tepat" ucap Erina


"Er jangan kamu bertima kasih,, Biran dan Lily sudah aku anggap seperti Maria aku sudah menganggap anak anak kamu seperti anakku sendiri"


tak lama Mizuki keluar dari ruang UGD


Mizuki menenangkan sahabatnya dengan mengijinkan Erina masuk kedalam ruangan UGD namun hanya Erina dan Faiz saja yang boleh masuk dikarenakan kondisi Biran masih kritis


Lily datang menghampiri ruangan UGD dengan Maria yang mendorong kursi roda yang Lily duduki


kondisi Lily ikut drop karena scok harus menyaksikan sendiroi bagaimana adik kesayangannya mengalami semua tragedi yang membuatnya menjadi seperti sekarang.