
malam hari Faiz dan Lily duduk diruang keluarga sambil nonton Tv sedangkan Biran dan Erina dikamar
Faiz duduk disofa menyandarkan tubuhnya ke sofa disampingnya ada Lily putri pertamanya Lily menyandarkan tubuhnya kedada ayahnya layaknya pasangan kesasih
"pah" panggil Lily
"hmm??" tatapan Faiz pokus pada Tv
"kenapa sih papa tuh gak berubah dari dulu sampai sekarang papa itu gak pernah berubah sedikitpun"
"berubah apanya sayang??"
"papa masih kelihatan muda kaya usia 25 tahunan mama juga sama"
"emang kamu tahu papa sama mama waktu muda??"
"tahu dong pah kan Foto pernikahan papa sama mama terpajang jadi Lily tahu,, Lily pengen deh kalau nanti Lily nikah suami Lily itu kaya papa"
"amin papa yakin pria yang akan jadi pendamping putri papa ini pasti yang terbaik dari yang terbaik lagi pula papa gak akan nyerahin putri papa kesembarang pria"
Lily memeluk Faiz dengan erat
"udah malam sebaiknya kamu tidur gih,, oh iya Biran mana??"
"Biran sama mama dikamarnya papa kaya gak tahu aja gimana Biran"
"iya kamu bener Biran gak akan bisa tidur kalau gak ditemenin mama sedangkan kamu gak akan bisa tidur kalau tidak ngobrol sama papa"
"Lily sayang papa,, selamat malam" Lily memeluk Faiz lalu mencium pipi sang papa Faiz mencium kening Lily
Faiz kekamar tak lama Erina masuk
"Faiz aku khawatir deh sama Lily" ucap Erina
"kenapa kamu khawatir sama Lily sayang?? Lily itukan anak yang pemberani" balas Faiz dengan tenang
"kamu itu ya gara gara kamu terlalu manjain anak anak jadi mereka kaya gini kan"
"sifat Lily itu kaya aku kalau udah marah gak bisa ngendaliin dirinya sedangkan Biran kaya kamu hatinya sangat lembut sampai dia tidak tegaan kalau harus ngelawan"
"iya kamu bener"
"sudah kamu tidak perlu khawatir mereka pasti baik baik saja,, untuk sementara lepaskan dulu pikiran kamu dari anak anak pikin juga aku" tangan Faiz mulai merajalela
"Faiz kamu itu ya masih aja kaya dulu" Erina hanya pastrah dengan apa yang Faiz lakukan
"kamu tahu jawabannya kenapa masih nanya"
dikamar Lily
bukannya tidur Lily malah mengambil bukunya
Lily membaca buku namun tiba tiba pikirannga teringat dengan Rangga sikapnya yang tiba tiba berubah membuat Lily curiga
"aku harus cari tahu apa rencana Rangga aku yakin dia gak akan semudah itu menyerah dan meminta maaf" ucap Lily pada dirinya sendiri
keasikan membaca Lily sampai ketiduran
keesokan paginya Erina masuk kekamar Biran ternyata Biran sudah bangun kemudian Erina masuk kekamar Lily
Erina terkejut kala melihat Lily masih tidur Lily yang biasanya bangun lebih cepat dari pada Biran kini malah sebaliknya
"Lily sayang ayo bangun" Erina berusaha membangunkan Lily
"biarkan Lily tidur lebih lama lagi pula inikan hari minggu"
"tapi Lily kan harus sarapan"
"Erina ayo biarkan Lily isstirahat kamu kaya gak tahu Lily lihat tuh dia tidur sambil memeluk buku"
"ahh iya kamu bener Lily kenapa kamu ga bisa hilangin kebiasaan kamu"
Erina dan Faiz keluar dari kamar Lily lalu sarapan
"loh mah pah kak Lily mana?? ga ikut sarapan??" tanya Biran
"Lily masih tidur papa kamu tuh malah nyuruh mama biarin kakak tidur"
"udahlah jangan berantem gara gara hal kecil kita udah bukan anak kecil lagi" Faiz menyuapi Erina dan Erina menerima suapan dari Faiz Biran melihatnya dia sangat bahagia melihat mama sama papanya
"mama sama papa sweet banget"
"kamu juga mau nih" Faiz menyuapi Biran
Biran bahagia karena orang tuanya tidak pernah berhenti mencurahkan kasih sayangnya.